Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

KIARA: Tanggul Laut Jakarta Akan Gusur 16.855 Nelayan

Published 23/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
rancangan Tanggul Laut Raksasa
rancangan Tanggul Laut Raksasa

Jakarta, LiputanIslam.com–Proyek pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa (TLR) yang bernilai ratusan triliun rupiah, terus menuai kritik. KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan), salah satu organisasi masyarakat sipil, menuntut dibukanya  informasi publik seputar proyek ini.

Pembangunan TLR telah dimulai pada 9 Oktober 2014 lalu. Pembangunan tanggul sepanjang 37-40 km ini merupakan proyek unggulan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Proyek yang dikemas oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS) ini tujuannya untuk menjadi proyek investasi swasta dan mendapatkan utang luar negeri.

Dalam press release yang diterima redaksi LI, KIARA menemukan fakta  bahwa berdasarkan pengakuan dari masyarakat pesisir terdampak, mereka tidak pernah mendapatkan informasi terkait dengan proyek tersebut. Bahkan berdasarkan pemberitaan yang berkembang, proyek tersebut tidak memiliki izin lingkungan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Menurut KIARA, dampak terburuk dari TLR adalah adanya penggusuran nelayan tradisional dari ruang penghidupannya. Sedikitnya 16.855 nelayan akan digusur akibat dari pembangaunan Tanggul Laut Raksasa tersebut. Rakyat berhak tahu

Oleh karena itu, KIARA telah mengirimkan surat kepada Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berisi  Permohonan Informasi Publik terhadap:
1. Izin Lingkungan Proyek Tanggul Laut Raksasa;
2. Izin Lokasi dan Izin Pelaksanaan terkait Tanggul Laut Raksasa;
3. Analisi Mengenai Dampak Lingkungan Proyek Tanggul Laut Raksasa;
4. Kajian Lingkungan Hidup Strategis dari Proyek Tanggul Laut Raksasa;
5. Penjelasan Tiga Tahap Pembangunan Teluk Jakarta
6. Skema Pembiayaan Proyek Tanggul Laut Raksasa;
7. Peruntukan Lahan;
8. Analisis Resiko Kegagalan Teknologi;
9. Hasil Audit Lingkungan Hidup Terhadap Proyek Teluk Jakarta;
10. Dan dokumen lingkungan lain yang terkait dengan Proyek Tanggul Laut.

Sebelumnya, Ahmad Marthin Hadiwinata, Manager Advokasi Hukum dan Kebijakan KIARA, dalam tulisannya menyebutkan beberapa informasi terkait TLR.  (baca: Giant Sea Wall, Solusi atau Sumber Masalah Baru?) Antara lain, Menteri Lingkungan Hidup telah menyatakan bahwa proyek TLR tidak memiliki izin lingkungan dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menyatakan, TLR tidak dapat mengatasi banjir; bahkan justru menurunkan kualitas air, meningkatkan muka air laut, dan merusak lingkungan. Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menyatakan belum ada studi yang terintegrasi terhadap Giant Sea Wall. (dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account