Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Dokter Swedia: Anak-Anak dalam Video White Helmets Sudah Tewas

Published 09/04/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com—Sekelompok dokter Swedia menilai, anak-anak dalam video yang dirilis White Helmets dan disebut sebagai ‘korban senjata kimia’ kemungkinan sudah tewas atau akhirnya mati akibat kesalahan fatal penanganan yang dilakukan White Helmets.

Pernyataan yang dirilis para dokter itu dirilis awal Maret lalu, dan kini menjadi salah satu bukti penting yang menunjukkan bahwa informasi mengenai senjata kimia di Idlib patut diragukan.

Pada Jumat (7/4) lalu, Presiden AS, Donald Trump, menyetujui serangan militer ke Suriah dengan alasan Assad telah melakukan pembantaian kepada rakyatnya sendiri. Namun video yang dijadikan alasan serangan itu memperlihatkan keterlibatan White Helmets.

Beberapa dokter asal Swedia yang tergabung dalam SWEDHR (Asosiasi Profesor dan Dokter untuk HAM) menilai bahwa tindakan medis yang diperlihatkan dalam video-video White Helmets membahayakan pasien.

White Helmets mengklaim diri sebagai organisasi relawan medis yang bekerja di Suriah untuk menolong ‘korban serangan Assad’. Mereka aktif membuat video-video seolah sedang menolong orang-orang yang menjadi korban bom.

Para dokter Swedia itu mengamati video WH yang berisi adegan mereka sedang menyelamatkan tiga anak kecil yang disebut terkena serangan senjata kimia. Di antara keanehan dalam video itu, terdengar  seorang ‘dokter’ mengatakan, “Masukkan dalam gambar [masukkan dalam rekaman film/frame] ibunya; ibunya harus di bawah dan anaknya di atasnya, hey! Pastika bahwa ibunya ada di bawah.”

Hal ini terasa aneh, mengapa di tengah adanya ‘serangan senjata kimia’ seorang dokter masih sempat memikirkan posisi anak itu di hadapan kamera?

Seperti ditulis 21centurywire.com Selain itu, tindakan penyelamatan medis yang dilakukan juga sangat berbahaya. Dr Leif Elinder mengatakan, “Setelah meneliti video tersebut, saya menemukan bahwa langkah medis yang dilakukan terhadap anak-anak itu, sebagian dari mereka sudah tidak bernyawa, aneh, non-medis, bukan penyelamatan nyawa, dan bahkan kontraproduktif dalam upaya menyelamatkan nyawa anak-anak.”

Dokter yang lain, Lena Oske, menyatakan, “Dalam rangka untuk melakukan injeksi, CPR (cardiopulmonary resuscitation) harus dihentikan dulu, dan kemudian CPR dilanjutkan segera setelah injeksi. Prosedur ini tidak terlihat dilakukan dalam video itu. …Kemungkinannya ada dua, anak yang diinjeksi itu sebenarnya sudah mati, atau akhirnya mati akibat injeksi tersebut!”

Keterangan para dokter ini semakin menambah bukti bahwa White Helmets bukanlah organisasi relawan medis seperti yang disebut-sebut media mainstream selama ini. Terlebih lagi berbagai bukti foto menunjukkan bahwa para anggota WH adalah para ‘jihadis’ Al Qaida. Namun demikian, film dokumenter White Helmets baru-baru ini mendapatkan hadiah Oscar. (dw)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account