Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Bali Democracy Forum Dibuka Hari Ini, Pemerintah Kecewa

Published 10/10/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

presiden sbyDenpasar, LiputanIslam.com–Forum Bali Democracy Forum (BDF) ke-VII akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Jumat (10/10) di Bali Nusa Dua Convention Center. Acara ini akan dihadiri oleh tiga kepala pemerintahan dan delegasi dari 51 negara. Namun, dari 14 organisasi masyarakat sipil Indonesia yang diundang ke BDF, 11 di antaranya menolak. Hal ini memunculkan kekecewaan pemerintah SBY.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Julian A Pasha di Bali, Rabu (8/10), saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja di Bali.

“Ya, kami tahu maksudnya beberapa yang diundang dan tidak ikut. Disayangkan sikap mereka yang menolak,” kata Julian, seperti dikutip Kompas.

Pemerintah, kata Julian, justru ingin bertanya kepada mereka yang memboikot atau menolak penyelenggaraan BDF tahun ini mengingat BDF adalah wadah masing-masing entitas termasuk LSM untuk berbagi pandangan.

Penolakan Masyarakat Sipil

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, selepas Pembukaan BDF atau setelah pertemuan bilateral, Presiden Filipina dan PM Timor Leste akan dianugerahi gelar tanda kehormatan RI Bintang Adipurna oleh Presiden SBY.

“Penghargaan diberikan atas jasa-jasa kedua kepala negara atas hubungan baik yang tercipta selama ini baik antara Indonesia dengan Filipina maupun antara Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste,” kata Julian di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Kamis (9/10).

Julian menuturkan, forum BDF dimulai tahun 2008 atas inisiatif Presiden SBY. Hasil diskusi atau kesimpulan dari rangkaian BDF yang digelar setiap tahun itu terbukti memberi pencerahan bagi negara-negara yang menaruh perhatian pada perkembangan dan perjalanan demokrasi di dunia.

Forum ini membuka ruang bagi sejumlah elemen untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi informasi perjalanan proses demokrasi di negaranya masing-masing. Atas dasar itu, dia menambahkan, pemerintah mendatang perlu mempertimbangkan dilanjutkannya forum BDF ini. Apalagi, peserta BDF juga mengiginkan dilanjutkannya forum tersebut.

“Ini bukan kemauan, inisiatif, permintaan, atau keinginan dari Pemerintah Indonesia semata tapi lebih daripada mereka yang setiap tahunnya hadir dan terus bertambah dari ke jumlah keikutsertaan mereka. Diharapkan jadi pertimbangan bahwa forum seperti ini dirasa penting oleh banyak pihak,” ujarnya.

– See more at: http://m.jurnas.com/news/151907/Tiga-Kepala-Pemerintahan-Dijadwalkan-Hadiri-Bali-Democracy-Forum–2014/1/Nasional/Politik-Keamanan/#sthash.J0ZhRsb9.dpuf

Forum Bali Democracy Forum (BDF) ke-VII yang akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (10/10) di Bali Nusa Dua Convention Center rencananya dihadiri juga oleh tiga kepala pemerintahan.

Ketiganya yaitu Presiden Filipina, Benigno Aquino, Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, dan Presiden Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, selepas Pembukaan BDF atau setelah pertemuan bilateral, Presiden Filipina dan PM Timor Leste akan dianugerahi gelar tanda kehormatan RI Bintang Adipurna oleh Presiden SBY.

“Penghargaan diberikan atas jasa-jasa kedua kepala negara atas hubungan baik yang tercipta selama ini baik antara Indonesia dengan Filipina maupun antara Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste,” kata Julian di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Kamis (9/10).

Julian menuturkan, forum BDF dimulai tahun 2008 atas inisiatif Presiden SBY. Hasil diskusi atau kesimpulan dari rangkaian BDF yang digelar setiap tahun itu terbukti memberi pencerahan bagi negara-negara yang menaruh perhatian pada perkembangan dan perjalanan demokrasi di dunia.

Forum ini membuka ruang bagi sejumlah elemen untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi informasi perjalanan proses demokrasi di negaranya masing-masing. Atas dasar itu, dia menambahkan, pemerintah mendatang perlu mempertimbangkan dilanjutkannya forum BDF ini. Apalagi, peserta BDF juga mengiginkan dilanjutkannya forum tersebut.

“Ini bukan kemauan, inisiatif, permintaan, atau keinginan dari Pemerintah Indonesia semata tapi lebih daripada mereka yang setiap tahunnya hadir dan terus bertambah dari ke jumlah keikutsertaan mereka. Diharapkan jadi pertimbangan bahwa forum seperti ini dirasa penting oleh banyak pihak,” ujarnya.

– See more at: http://m.jurnas.com/news/151907/Tiga-Kepala-Pemerintahan-Dijadwalkan-Hadiri-Bali-Democracy-Forum–2014/1/Nasional/Politik-Keamanan/#sthash.J0ZhRsb9.dpuf

Sebelas organisasi masyarakat sipil yang menolak hadir dalam BDF 2014 adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Kontras, Migrant Care, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), Perludem, Yappika, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Elsam, dan Fitra.

”Forum Bali Civil Society Forum dan Bali Democracy Forum merupakan forum seremonial perayaan demokrasi. Namun, apa yang mau dirayakan jika negara tidak punya keberpihakan pada demokrasi,” kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini saat pernyataan sikap dari 11 organisasi itu, di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Ketidakberpihakan negara pada penguatan demokrasi itu dinilai dari sejumlah undang-undang yang disahkan, yaitu UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, UU No 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), dan UU No 22/2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang dicabut dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

BDF dimulai tahun 2008 atas inisiatif Presiden SBY. Forum ini diharapkan membuka ruang bagi sejumlah elemen untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi informasi perjalanan proses demokrasi di negaranya masing-masing. (dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account