Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Usai Mundurnya Lieberman, Bagaimana Nasib Kabinet Netanyahu?

Published 15/11/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

TelAviv,LiputanIslam.com-Pengunduran diri Avigdor Lieberman dari posisi menteri perang Rezim Zionis memunculkan sejumlah pertanyaan terkait masa depan kabinet Benyamin Netanyahu.

“Yang mendorong saya untuk mundur adalah pemindahan dana ke Hamas dan gencatan senjata di Gaza. Gencatan senjata adalah bentuk penyerahan diri terhadap ‘terorisme.’ Semua orang tahu soal perselisihan saya dengan Perdana Menteri terkait pasokan bahan bakar dari Qatar dan masalah-masalah lain,”kata Lieberman dalam statemennya.

Usai mengundurkan diri, Lieberman meminta agar pemilu dini segera diadakan. Namun Netanyahu tidak merespon permintaan tersebut. Kantor perdana menteri hanya menyatakan,”Kami akan mengumumkan kondisi dan saat yang tepat bagi Israel dan keamanan warganya.”

Koalisi kabinet Israel dipimpin oleh Netanyahu selaku ketua Partai Likud. Koalisi ini terdiri dari 67 kursi dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel), yang 6 kursi di antaranya dimiliki Lieberman sebagai menteri perang.

Dengan demikian, mundurnya partai Lieberman dari kabinet berarti bahwa Netanyahu masih memiliki 61 kursi, sehingga kabinetnya masih bisa melanjutkan tugas hingga pemilu pada 2019 nanti.

Secara otomatis, jabatan menteri perang berpindah tangan kepada Netanyahu selaku perdana menteri. Maka, Netanyahu menguasai kementerian perang, luar negeri, dan kesehatan sekaligus, selain posisi PM yang masih disandangnya.

Ada kemungkinan bahwa Netanyahu akan menyerahkan jabatan menteri perang kepada seorang figur militer yang dekat dengan dirinya dan di luar formasi kabinet sekarang. Kemungkinan lain, dia akan memberikan posisi itu kepada Naftali Bennett (ketua Partai Rumah Yahudi).

Tampaknya, Netanyahu senang dengan posisinya sekarang. Dia bertumpu pada susunan menteri yang terdiri dari sayap kanan dan sayap kanan radikal, serta dukungan masyarakat yang cukup besar. Kendati akhir-akhir ini, dia mendapat kritikan dari para pemukim Yahudi.

Terkait apakah pemilu dini akan diselenggarakan atau diadakan sesuai jadwal, tampaknya Netanyahu akan memilih saat ketika dia bisa memperluas dukungan rakyat dan partainya sehingga bisa memperoleh kemenangan.

Di lain pihak, tampaknya Lieberman juga mendapat keuntungan dari pengunduran dirinya. Alasannya, sejumlah jajak pendapat memprediksi kekalahan partainya. Namun sekarang, mungkin saja posisinya akan membaik, sebab dia bisa memanfaatkan gelombang protes warga Israel dan bergabung dengan mereka.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina menilai, pengunduran diri Lieberman adalah sebuah kemenangan bagi Poros Muqawamah. Hamas menyatakan, pengunduran diri ini adalah kemenangan politis bagi Gaza, yang sanggup menciptakan guncangan politik di dalam Rezim Zionis. (af/alalam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Timur Tengah

Hizbullah Konfirmasi Kesyahidan Sayid Safiyuddin, Ini Dia Profilnya

By Muhammad
Timur Tengah

Wakil Komandan Batalyon  9308 Israel Tewas dalam Pertempuran di Lebanon

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account