Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Perseteruan Qatar-Saudi dan Kutukan “Assad Must Go”

Published 06/06/2017 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh: Dina Y. Sulaeman*

Kemarin (5/6)dunia digemparkan oleh pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi terhadap Qatar. Namun sebenarnya, tanda-tanda dibuangnya Qatar dari persekutuan Teluk sudah muncul cukup lama. Indikasinya adalah sikap Qatar yang mulai berbaik-baik dengan Iran. Pada bulan April 2016, mantan perdana menteri sekaligus mantan menteri luar negeri Qatar, Syeikh Hamad bin Jassim al-Thani memuji-muji Iran dalam pidatonya. Dia juga menyarankan agar ‘negara-negara GCC sebaiknya menjalin kerjasama dengan Iran dan menyudahi kebijakan pasif mereka selama ini dalam berbagai krisis di Timteng, termasuk Suriah.’

Pihak Iran sendiri, sebelum Saudi secara resmi memutuskan hubungan dengan Qatar, sudah bicara soal ketegangan Qatar-Saudi. Jubir Kemlu Iran, Behram  Ghasemi, mengatakan sebabnya adalah “keberadaan pasukan asing”, yang merupakan faktor yang mengacaukan keamanan, persatuan dan saling pengertian antarnegara regional.

Yang dimaksud Ghasemi tentu saja, kehadiran para ‘mujahidin’ dari berbagai faksi di Suriah. Masing-masing faksi punya ‘boss’ masing-masing, dan kini para boss sedang berseteru untuk memperebutkan kekuasaan terbesar. Qatar, seperti sudah banyak diketahui, mendukung faksi Ikhwanul Muslimin (faksi ini punya beberapa ‘pasukan’ di lapangan, antara lain FSA dan Jaish al Islam). Namun rupanya setahun terakhir, Qatar juga mendanai Al Nusra (yang sudah dinyatakan sebagai organisasi teroris internasional). Awalnya Al Nusra dibentuk oleh petempur Al Qaida Irak, yang artinya, tidak seideologis dengan Ikhwanul Muslimin. Namun demi mendapatkan kucuran uang dari Qatar, setahun terakhir Al Nusra menyatakan berlepas diri dari Al Qaida.

Dinamika pertempuran di Suriah menjadi faktor penting dalam perseteruan antar para sponsor perang. Al Nusra (dan afiliasinya, mereka memiliki beberapa nama) rupanya sedang naik daun, sementara ISIS sedang terjepit. Selama ini AS, Saudi, Jordan, dan koalisinya mengaku memerangi ISIS, padahal sebenarnya mereka sedang memanfaatkan ISIS untuk menggulingkan Assad. Di antara buktinya, beberapa kali pasukan Suriah hampir mengalahkan ISIS, namun dihalangi pesawat tempur AS yang membombardir tentara Suriah. Lalu dalam email Hillary Clinton yang bocor, dia menyebut bahwa ISIS didanai oleh ‘government’ (pemerintah) Saudi (dan Qatar). Lalu, dalam berbagai kesempatan, tentara AS (yang mengaku sedang memerangi ISIS) justru memberikan jalan keluar bagi petempur ISIS di Suriah yang sudah terjepit.

Masih dari Jubir Kemlu Iran, Behram Ghasemi, “Arab Islamic American Summit” (KTT Riyadh) yang dihadiri Presiden AS dan pemimpin berbagai negara Muslim rupanya menjegal Qatar. “Sejauh pantauan kami melalui komunikasi-komunikasi dengan kalangan diplomat, banyak negara tidak mengetahui bahwa konferensi ini akan berujung pada deklarasi, belum lagi beberapa negara yang menentang kandungan deklarasi ini,” kata Ghasemi. (baca: Iran: Hubungan Saudi-Qatar Memburuk Akibat KTT Riyadh)

Cerita yang dituturkan pemimpin redaksi Ray al-Youm Abdel Bari Atwan dalam kolom editorialnya semakin memperjelas sikap Qatar terhadap Iran. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Qatar Syeikh Mohamed bin Abdulrahman al-Thani telah melakukan kunjungan mendadak ke Baghdad beberapa hari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Riyadh, dan di situ dia mengadakan pertemuan dengan jenderal ternama Iran Qassem Soleimani. Soleimani disebut-sebut punya andil besar dalam membantu tentara Suriah mengusir para teroris dari negeri mereka. (baca: Qatar Blak-Blakan Dekati Iran)

Atwan juga menyebutkan bahwa ada perubahan diksi di berbagai media Qatar dalam menyebut pasukan pemerintah Suriah. Situs Aljazeera, misalnya, mulai menyebutnya “Pasukan Arab Suriah (SAA),” bukan “tentara rezim”. Aljazeera juga menayangkan pidato Sekjen Hizbullah yang sarat kecaman pedas terhadap KTT Arab-Amerika di Riyadh. Tak heran bila Saudi kini menutup kantor Aljazeera di Riyadh.

Lalu, pertanyaan terakhir, mengapa Qatar mendadak berbaik-baik dengan Iran? Pertama, mungkin karena pemimpin Qatar sudah kembali ke akal sehat (apalagi, mereka tetap mendukung perjuangan Hamas/Palestina). Tapi ini kurang pas dengan fakta bahwa mereka mendanai Al Nusra yang 11-12 dengan Al Qaida itu. Kedua, mungkin karena tidak ada pilihan lain, mereka sudah dijegal Saudi dkk (dan AS, yang sudah berencana memindahkan pangkalan militernya dari Qatar serta akan memberlakukan sanksi ekonomi). Mau tak mau, Qatar butuh ‘teman’. Pilihan satu-satunya adalah kubu Iran (+Rusia, China, Hizbullah, Suriah, Palestina). Namun tentu tak semudah itu Iran mau menerima Qatar, apalagi mereka masih mendanai afiliasi Al Qaida. Ketiga, jawaban idiosinkretik: begitulah para pemimpin Arab, tak pernah mampu berpikir rasional, tak pernah mampu melihat mana yang musuh, mana yang seharusnya dirangkul. Mereka dengan mudahnya diadu domba; detik ini berangkulan, besok saling jegal.

Ada prediksi bahwa rezim monarkhi Qatar akan dihabisi. Bila ini terjadi, kutukan “Assad must go” makan tumbal lagi. Sebagaimana diketahui, para pemimpin negara yang dulu secara serempak menyatakan ‘Assad harus pergi, kini sudah banyak yang tumbang atau lengser, antara lain Morsi, Sarkozy, Obama, Blair. Sementara, Assad yang sejak 6 tahun lalu mereka ganggu habis-habisan, saat ini mungkin sedang menonton TV, menyaksikan kekisruhan musuh-musuhnya, sambil makan popcorn. (LiputanIslam.com)

*direktur Indonesia Center for Middle East Studies

 

 

lalu. Pihak Iran

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account