Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Ketangguhan Juru Runding Nuklir Iran

Published 15/07/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

husein alkafOleh: Husein Muhammad Alkaf*

Akhirnya perundingan terkait program nuklir sipil Iran yang berlangsung sekitar satu dekade mencapai kata sepakat. Republik Islam dan Kelompok 5+1 pada Selasa (14/7) menandatangani kesepakatan itu di Palais Coburg, Wina, Austria. Di hotel mewah itu, juru runding dari Iran dan enam negara menghabiskan lebih dari dua minggu untuk menyelesaikan masalah teknis dan politik.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kekuatan 5+1 mengakui program nuklir sipil Iran, termasuk hak negara untuk memanfaatkan siklus nuklir. Kemudian, sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Republik Islam, termasuk semua larangan ekonomi dan keuangan, akan dicabut sekaligus di bawah kerangka yang disepakati bersama dan melalui resolusi PBB yang baru.

Seperti dirilis kantor berita IRIB, dalam perjanjian itu tak satu pun dari fasilitas nuklir Iran yang akan dirusak atau dihentikan aktivitasnya. Selain itu, kegiatan penelitian dan pengembangan nuklir pada semua jenis sentrifugal, termasuk mesin sentrifugal canggih IR-6 dan IR-8, akan terus berlanjut. Bahkan, berbagai pembatasan ekonomi dan keuangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE) serta embargo senjata akan segera dicabut segera.
Sebagian kalangan mungkin bertanya-tanya apa rahasia di belakang ketabahan dan kelihaian Iran dalam melakukan perundingan nuklir dengan enam negara besar (5+1) yang meliputi Amerika, Rusia, China, Inggris, Perancis dan Jerman? Bagaimana Iran menghadapi mereka semua negara itu, yang masing-masing mempunyai kepentingan sendiri?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu dijelaskan beberapa masalah penting berikut ini:
1. Perundingan nuklir nuklir ini merupakan perundingan yang sangat pelik dan sensitif bagi Iran sejak tahun 1979. Sejak Revolusi Islam, Iran belum pernah berunding sepelik dan sesensitif perundingan ini. Iran pernah berunding dengan Irak di bawah pengawasan PBB setelah perang selama delapan tahun. Namun perundingan itu tidak melibatkan negara-negara besar dan tidak memakan waktu yang panjang.
2. Dalam perundingan nuklir ini, Amerika sebagai musuh utama Iran ikut terlibat dan duduk dalam satu meja dengan Iran. Hubungan dua negara ini telah putus sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, dan Amerika telah melakukan berbagai embargo terhadap Iran secara sepihak.
3. Perundingan ini telah melewati beberapa periode kekuasaan yang silih berganti, baik pemerintahan Iran maupun pemerintahan enam negara tersebut. Ini merupakan perundingan yang langka dalam sejarah dunia.

Ada tiga tim Iran yang terlibat dalam menangani perundingan nuklir ini, yaitu sebagai berikut.
Pertama, tim diplomasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad Jawad Zharif yang dibantu oleh beberapa staf kementerian Luar Negeri, seperti Abbas Iraqzi dan Hamid Baidi Najad ( ketua para ahli perundingan).

Kedua, tim teknis yang diketuai oleh direktur umum Badan Energi Nuklir Iran dan mantan menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Shalehi yang berperan besar dalam perundingan dengan Badan Tenaga Nuklir Internasional dan menteri Energi Amerika, Arnest Munich. Tim ini berperan dalam menyelesaikan masalah-masalah teknis dalam program nuklir Iran, seperti reaktor nuklir di Arak

Ketiga, tim keamanan nasional Iran yang dipimpin oleh ketua Majlis Teringgi Kemanan Nasional Iran dan mantan Menteri Pertahana Iran, Ali Syamkhani. Dia sangat berperan dalam perundingan tentang efek-efek militer yang mungkin terjadi jika terjadi embargo militer baru atas Iran.

Ketiga tim runding Iran ini harus tunduk pada arahan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Imam Ali Khamenei, dalam setiap tahapan perundingan. Karena dia adalah pimpinan tertinggi dalam struktur kekuasaan di Iran. Dialah yang menentukan garis-garis merah yang harus diperhatikan oleh ketiga tim tersebut; garis-garis yang merepresentasikan kepentingan-kepentingan bangsa Iran.

Selain itu, berkat sosialisasi di media massa, opini publik bersikap sangat positif. Rakyat Iran dengan sikap nasionalismenya yang tinggi mendukung penuh keputusan para pemimpin mereka untuk memperjuangkan hak pemanfaatan nuklir damai. Mereka bersabar menghadapi embargo panjang yang dipaksakan oleh Barat.

Adanya satu komando tunggal, serta dukungan penuh rakyat Iran, membuat tim runding Iran sangat percaya diri. Bahkan seperti diberitakan media massa, Menlu Iran Javad Zarif sempat berkata-kata keras, “Jangan pernah mengancam Iran!”

Ketegasan, kepercayaan diri, dan kesolidan tim runding, membuat Iran berhasil melawan tekanan negara 5+1 dengan cara elegan. Iran sama sekali tidak tunduk pada hegemoni negara-negera Barat. Hasilnya, posisi Iran di mata dunia internasional kini sejajar dengan negara-negara besar dan mampu melindungi kepentingan nasionalnya. (LiputanIslam.com)

*penulis adalah alumnus Hauzah Ilmiyah Qom dan magister UIN Sunan Gunung Jati Bandung

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account