Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Kepentingan Israel di Tengah Ketegangan Iran – Saudi

Published 06/01/2016 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Zoher andrawous israelOleh: Zoher Andrawous*

“Musuhnya musuh adalah kawan.” Demikianlah kiranya ungkapan untuk menyimpulkan kebijakan Israel terkait dengan ketegangan yang terjadi belakangan ini antara Arab Saudi dan Iran. Ini karena sudah kian terungkap rahasia adanya komunikasi informal antara Riyadh dan Tel Aviv dalam pertemuan-pertemuan antara Dirjen Kemlu Israel Dore Gold dengan Jenderal (Purn) Saudi Anwar Eshki yang sangat dekat dengan dinasti yang berkuasa di Saudi.

Di samping itu, mantan dubes Israel yang kini menjadi anggota Knesset, Michael Oren, dalam tulisan terbarunya menyebutkan bahwa mantan dubes Saudi yang kini menjadi menteri luar negeri, Adel al-Jubeir, selalu menjadi tamu dalam berbagai event yang diselenggarakan Oren di ibu kota Amerika Serikat (AS).

Kemudian, patut pula dicatat pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel berusaha menjalin hubungan erat dengan negara-negara “Arab Sunnni moderat” dalam gerakan kontra-terorisme dan upaya membendung eskalasi pengaruh Iran di Timteng. Netanyahu juga menyatakan bahwa interes Israel dan Saudi terbaur dalam kecemasan dan keprihatinan keduanya terhadap kesepakatan nuklir negara-negara besar dengan Republik Islam Iran.

Lebih jauh lagi, gejolak hubungan antara Riyadh dan Teheran pada akhirnya akan menguntungkan politik divide et impera Israel. Terpecah belahnya komunitas-komunitas masyarakat Arab, demikian pula masyarakat Iran, dengan nuansa sektarian mazhab, pada gilirannya adalah salah satu pijakan utama gerakan Zionisme untuk menguasai Timteng.

Bertolak dari semua alasan ini, Tel Aviv sudah pasti memandang memuncaknya ketegangan antara Saudi dan Iran sebagai momentum untuk menggairahkan lagi kerjasama Saudi – Israel di berbagai bidang yang menautkan kepentingan Tel Aviv – Riyadh di Timteng. Inilah yang kemudian menyebabkan pengungkapan apa yang semula tersembunyi di balik meja, terutama terkait permusuhan kolektif mereka terhadap Iran dan mengemukanya permusuhan ini di berbagai kancah regional.

Dalam konteks ini, situs Chanel 124 memuat artikel Dr. Ofer Israeli, guru besar ilmu hubungan internasional dan kebijakan luar negeri Akademi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang berbicara mengenai peluang emas yang sudah tersuguh di depan Israel menyusul eskalasi konflik Saudi – Iran. Menurutnya, ketegangan ini membesar menyusul eksekusi Syeikh Nimr al-Nimr dan ini menjadi titik transformasi dalam hubungan antara dua kekuatan regional. Dia menambahkan bahwa Israel harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kepentingan-kepentingannya secara umum di Timteng.

Lebih lanjut Ofer Israeli menjelaskan bahwa Riyadh dan Tel Aviv memiliki persamaan kepentingan dalam beberapa  isu sebagai berikut;

Pertama, isu kesepakatan nuklir Iran. Israel dan Saudi sama-sama menilai kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar sebagai kesepakatan yang buruk, termasuk karena dapat memperkuat posisi Iran dan memungkinkannya untuk memiliki bom nuklir. Krisis yang terjadi sekarang bisa jadi memicu penguatan hubungan yang selama sekian tahun ini berlangsung stagnan antara Israel dan Saudi.

Pada poin ini Ofer Israeli menekankan bahwa kuatnya kemufakatan antara Israel dan Tel Aviv, terutama menyangkut kesepakatan nuklir Iran, bisa jadi menampak dalam beberapa hal, termasuk penggalangan koordinasi kebijakan umum mengenai proyek nuklir Iran karena bisa jadi Iran akan melanggar kesepakatan itu, sekarang ataupun di masa mendatang, sehingga terbuka kesempatan bagi Israel dan Saudi menyatukan langkah di depan Washington.

Hal lain ialah tekanan terhadap Presiden AS Barack Obama supaya menempuh langkah yang lebih tegas terhadap segala bentuk pelanggaran Iran di masa mendatang. Lebih jauh, pengamat Israel ini menekankan bahwa hal yang terpenting pada poin pertama ini ialah tindakan jitu Israel yang akan mendorong Saudi untuk memperkenankan atau bahkan membantu serangan Israel terhadap Iran ketika Israel merasa perlu mengerahkan segenap kekuatannya dan menilai Iran sudah nyaris memiliki senjata nuklir.

Kedua, isu Palestina dan hubungan Israel dengan para jiran Arabnya. Dalam konteks ini Riyadh menjadi pemelihara “inisiatif perdamaian Saudi”.

Ketiga, isu Lebanon dan Yaman; kontinyuitas tekanan Iran melalui para sekutunya semisal Hizbullah di Lebanon terhadap kepentingan Israel, dan Houthi di Yaman terhadap kepentingan Saudi. Karena itu, ketegangan situasi sekarang dapat dimanfaatkan Israel untuk menunjang kepentingannya dengan membantu Saudi dalam perangnya terhadap Houthi, sekaligus mempercepat proses yang selama ini terhambat terkait penjualan sistem rudal “Kubah Besi” kepada Saudi demi memayungi negara ini dari rudal yang meluncur dari Yaman.

Keempat, isu Suriah. Dalam isu ini Israel dapat memanfaatkan ambisi Saudi untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad. Israel tak perlu secara terbuka membuntuti kebijakan Saudi, namun dengan berbagai sarana yang ada Israel dapat membantu melicinkan ambisi Riyadh tersebut. Hanya saja, di saat yang sama Israel perlu menempuh langkah hati-hati dengan cara memperdekat hubungannya dengan Rusia.

Pada konteks yang sama, pengamat militer koran Haaretz, Amos Harael, mengutip pernyataan sumber-sumber keamanan dan politik papan atas di Tel Aviv bahwa ketegangan antara Iran dan Saudi telah mengubur solusi diplomatik bagi Suriah, namun sumber-sumber ini tidak menjelaskan bagaimana hal ini sejalan dengan kepentingan negara Yahudi tersebut.
* Penulis Palestina. Artikel ini diterjemahkan dari Rai al-Youm, 6 Januari 2016.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account