Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Etika Sebagai Basis Politik

Published 26/01/2014 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

Dr. Muhammad Anis*

anisPolitik umumnya dideskripsikan sebagai upaya dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan semata. Tipu muslihat, saling menyikut, dan saling menjegal merupakan kemestian, bahkan kepada teman sendiri. Dalam politik semacam ini tidak ada pertemanan dan musuh abadi, karena yang abadi hanyalah kepentingan. Ini sejalan dengan ungkapan Lord Acton bahwa power tends to corrupt, yang memberi gambaran bagaimana kekuasaan itu cenderung diselewengkan, disalahgunakan, serta dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu.

Dengan realitas politik semacam itu, membincang etika dalam konteks politik menjadi sangat relevan. Etika dan politik tidak mungkin dipertentangkan satu sama lain. Sebab, keduanya menjadi penentu kebahagiaan hidup umat manusia. Politik, salah satunya, berfungsi memelihara spiritualitas masyarakat, mendorong kepekaan sosial, serta mendidik individu mencintai dan memperhatikan hak orang lain. Semua itu tentu saja merupakan isu moral.

Politik Alat Untuk Melembagakan Nilai Moral
Oleh karena itu, tidak ada pemerintah yang boleh melakukan tindakan imoral dan mengklaim tindakan tersebut sebagai kebutuhan politik serta merupakan bagian dari langkah-langkah politik. Dari perspektif ini, etika dapat dianggap sebagai dasar dan pintu gerbang politik. Sebaliknya, politik dapat menjadi alat untuk merealisasikan dan melembagakan nilai-nilai moral. Seperti itu pula pandangan Plato dan Aristoteles, bahwa tidak ada perbedaan antara etika dan politik. Manusia pada dasarnya adalah warga. Setiap aktifitas masyarakat atau warga memiliki implikasi politik. Warga hanya dapat menyadari potensi mereka melalui aktifitas politik, dan berkat politik sajalah mereka dapat mencapai derajad kemanusiaannya.

Sekaitan dengan Indonesia, sejak berkuasa pada 1967, pemerintahan Orde Baru telah memporak-porandakan kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama melalui korupsi. Korupsi di sini tidak hanya terbatas pada penguasaan sumber daya negara untuk memperkaya diri dan kroni, melainkan pula korupsi dalam bentuk penyalahgunaan wewenang. Jabatan kenegaraan tidak lagi dipandang sebagai amanat, melainkan dijadikan alat hegemoni terhadap rakyat. Mengutip Aldous Huxley, mereka telah menjelma sebagai pedagang politik (political merchandiser). Akibatnya, selama masa Orde Baru, korupsi telah menjadi budaya dan sesuatu yang dimaklumi, bahkan harus dilakukan.

Reformasi 1998, yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru, memberikan angin segar kepada rakyat yang telah lama terabaikan. Namun, peristiwa bersejarah ini kenyataannya tak lebih dari utopia politik. Para tokoh dan penggiat reformasi pada akhirnya justru terjebak dalam perebutan kekuasaan tiada henti dan mendaur ulang kekeliruan Orde Baru, melalui jargon kebebasan semu yang semakin memperburuk kondisi bangsa.

Solidaritas dan perasaan senasib sebagai satu bangsa telah digerus oleh budaya individualistik dan egoistik. Seluruh aktivitas dipahami lebih sebagai persoalan pribadi ketimbang persoalan publik, sehingga berada di luar jangkauan keputusan politik. Akibatnya, ketimpangan ekonomi semakin lebar melalui perlindungan terhadap hak untuk menumpuk kekayaan pribadi secara tak terbatas, tanpa memperhatikan dampak sosialnya. Sehingga, pada gilirannya kesenjangan ekonomi ini justru memangkas hak-hak individu itu sendiri dan menciptakan oligarki (kuasa si kaya atas si miskin) yang semakin parah.

Penegasian Etika
Politik tanpa ketulusan semacam ini dan segala bentuk irasionalitas politik lainnya jelas merupakan wujud penegasian etika. Politik tidak semestinya disamakan dengan kepentingan kelompok tertentu, dan ruang publik pun tidak semestnya direduksi menjadi pasar. Politik semacam ini hanya akan melahirkan pemerintahan yang pincang, karena orientasinya hanya kepada kelompok dan mengabaikan kompetensi, yang bisa berdampak menjerumuskan bangsa dalam krisis multidimensi.

Immanuel Kant, dalam filsafat politiknya, secara apik mengungkapkan bahwa para elit politik dan pejabat hendaknya bersikap sebagai politikus moralis, bukan moralis politis. Politikus moralis adalah politikus yang setiap sepak terjang politiknya berada dalam bingkai moral. Sedangkan, moralis politis adalah politikus yang selalu mencari-cari pembenaran moral untuk disesuaikan dengan kepentingan politiknya.

Sayangnya, negeri ini masih disesaki oleh para moralis politis atau bahkan imoralis politis yang tampak bangga dengan perilaku korupnya. Hal ini terlihat pada politisasi birokrasi yang sudah sedemikian kronis dan akut. Birokrasi yang semestinya profesional dan akuntabel telah dirusak oleh infiltrasi tangan-tangan politisi. Ini menjadikan praktik korupsi semakin marak, dari pusat sampai daerah. Birokrasi diperlakukan para politisi dan parpol tak ubahnya mesin ATM yang siap menggelontorkan uang sewaktu-waktu. Parpol pun telah menjelma menjadi kartel politik. Kompetisi sengit dan ideal, dengan jargon masing-masing, hanya terjadi saat pemilu. Namun, ketika para kadernya telah menduduki lembaga-lembaga penting negara, kompetisi itu seketika hilang dan berubah menjadi kerja sama dalam korupsi.

Selain itu, kenaikan harga BBM berkali-kali dengan dalih mengefisienkan APBN sejatinya hanya untuk memenuhi resep beracun IMF dalam meliberalisasi ekonomi, dengan menafikan efek dominonya dalam bentuk inflasi yang mencekik. Demikian halnya jaminan sosial, yang oleh pemerintah cenderung diserahkan ke pihak swasta, sehingga mereka yang mampu membayar premi saja yang bisa memperoleh jaminan sosial. Lagi-lagi rakyat kecil hanya bisa gigit jari melihat disparitas sosial yang semakin menganga. Ibarat pesawat, pilot negeri ini telah menerbangkan pesawat yang salah. Penumpangnya bukan rakyat, melainkan para investor asing dan kalangan kapitalis lainnya. Bahkan terkadang cenderung auto-pilot, karena banyak persoalan publik yang diserahkan pemecahannya kepada masyarakat sendiri. Pemerintah lebih memilih duduk manis sembari mengalkulasi perolehan suara.

Teladan Ali
Padahal sejarah telah mengajarkan bagaimana besarnya tanggung jawab seorang pemimpin, sebagai pemegang amanat rakyat yang pada dasarnya juga amanat Tuhan. Saat menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib pernah didatangi oleh saudara kandungnya, Aqil, yang memohon kepadanya agar diberi sedikit uang dari baitul mal (kas negara) demi memenuhi kebutuhan hidupnya dikarenakan keuangannya yang sedang bermasalah. Mendengar itu, Ali segera mengambil sepotong besi membara dan mendekatkannya ke tangan Aqil. Seketika Aqil berteriak kesakitan disebabkan hawa panas dari besi tersebut dan segera menarik tangannya. Ali kemudian berkata, “Baru dengan hawa panas sepotong besi membara saja kau sudah kesakitan, bagaimana mungkin kau berani memerintahkanku untuk masuk ke dalam neraka dengan memberimu uang negara.”

Dengan demikian, etika dalam konteks politik sejatinya bertujuan untuk meluruskan arah politik, dalam rangka meraih kebaikan hidup bersama, melalui terbangunnya institusi-institusi yang adil. Dengan kata lain, segala bentuk irasionalitas politik bangsa hanya dapat dikembalikan menjadi rasional dan penuh ketulusan, bila etika dijadikan sebagai basis pijakan politik.(liputanislam.com)

*Penulis adalah doktor di bidang politik Islam; dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account