Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

AS Akan Perpanjang Perang, Namun Akan Menemui Kehancuran

Published 03/07/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Stephen_LendmanOleh: Stephen Lendman

Pentagon baru-baru ini merilis dokumen “Strategi Militer Nasional” yang mengindikasikan kemungkinan perang melawan musuh-musuh AS. Washington menyebut empat negara yang mengancam keamanan AS, yaitu Russia, China, Iran, danKorea Utara, plus kelompok-kelompok teror seperti ISIS (tanpa menyebut bahwa mereka justru dibentuk oleh AS).

Dokumen ini memutarbalikkan kebenaran; antara lain menyebut Rusia telah melanggar banyak perjanjian dan melakukan aksi-aksi militer. Iran dan Korea Utara disebut tengah membuat senjata nuklir. Pyongyang mungkin memang memiliki senjata nuklir itu, untuk pembelaan diri, bukan untuk menyerang. Sementara itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Tehran ingin membuat senjata nuklir, baik dulu atau sekarang. Banyak sekali bukti yang menunjukkan sebaliknya; yaitu bahwa Iran sama sekali tidak sedang memproduksi senjata nuklir.

China disebuat sebagai kekuatan regional yang menantang hegemoni AS. Pentagon merekomendasikan strategi yang disebut“deter(ing), deny(ing), and defeat(ing)” [mencegah, mengabaikan, mengalahkan] negara-negara yang dianggapnya mengancam keamanan AS; serta “disrupt(ing) and degrad(ing) non-state groups” [mengacaukan dan melemahkan kelompok-kelompok non-negara].

Dalam dokumen itu disebutkan:

“Tidak satupun dari 4 negara ini diyakini menginginkan konflik militer secara langsung dengan AS atau sekutu-sekutu kami; tetapi mereka memberikan ancaman serius terhadap komunitas internasional yang secara kolektif melakukan kebijakan yang sama, menyebarkan pesan yang sama, dan melakukan aksi-aksi yang terkoordinasi.”

Sementara itu, Jenderal Martin Dempsey (US Joint Chiefs Chairman) mengatakan bahwa keberhasilan AS “akan sangat bergantung kepada seberapa baik instrumen militer kita mendukung instrumen kekuatan nasional lainnya, dan bagaimana instrumen militer itu memperkuat jaringan sekutu dan partner kita.”

Dokumen itu juga menyatakan bahwa “Hari ini, kemungkinan keterlibatan AS di perang antaranegara melawan negara kuat, terlihat rendah, namun terus meningkat.”

Pada saat yang sama, konflik yang diistilahkan “hybrid conflicts” melawan aktor non-negara seperti ISIS, Al Qaeda, Taliban, dan kelompok-kelompok lain -yang sesungguhnya diciptakan AS- terlihat akan meningkat.

Pasca 9/11, Dick Cheney telah memperingatkan tentang adanya ‘perang tanpa akhir’. Manta Direktur CIA, James Woolsey, mengatakan bahwa AS sedang terlibat dalam Perang Dunia IV dan akan terus berlanjut selama bertahun-tahun.

George Bush menyebutnya “new world order” (Tatanan Dunia Baru), yaitu agresi AS yang tak berkesudahan untuk mendominasi dunia. Quadrennial Defense Review (QDR) yang dirilis Pentagon tahun 2006 menyebutnya “long war” (perang panjang) yang tiada akhir.

Jenderal Martin Dempsey mengatakan, “AS saat ini menghadapi tantangan keamanan yang banyak dan simultan, dari aktor tradisional (negara) dan jaringan trans-regional non-negara; mereka semua memanfaatkan perubahan teknologi yang pesat.”

“Kita sedang menghadapi perang yang panjang, bukan konflik yang bisa segera diselesaikan.” […] Oleh karena itu militer AS harus selalu “terlibat secara global”, kata Dempsey.

Makna “harus selalu terlibat secara global” bisa dimaknai bahwa AS tengah mengobarkan perang permanen terhadap musuh yang diciptakannya sendiri, yang bertujuan mengganti semua pemerintah independen dengan boneka yang bisa dikendalikan AS.

AS ingin “menguasai di segala sektor… bertindak secara seiring dengan yang lain.. atau secara unilateral, bila situasi menghendaki demikian,” demikian tertulis dalam dokumen itu.

Strategi militer AS antara lain “mendorong lebih keras terjadinya keseimbangan di Asia-Pacific, menempatkan kapabilitas kita yang paling canggih secara lebih banyak lagi di kawasan tersebut.” Pernyataan ini bisa dimaknai sebagai ‘komitmen terhadap sekutu NATO dan keamanan Israel.

Ashton Carter telah menggantikan Chuck Hagel sebagai Menteri Pertahanan pada pertengahan Februarilalu, merupakan indikasi lain bahwa AS tengah bersiap menghadapi perang lebih banyak lagi. Agresi Obama ke Yaman [dengan menggunakan tangan Saudi] terjadi beberapa pekan setelah pergantian jabatan ini. Begitu juga pasukan AS di Irak, mereka melanjutkan pengeboman terhadap infrastrukturekonomi Irak dengan alasan menyerang ISIS, dan strategi yang sama juga tengah dilakukan di Syria. Semua ini menunjukkan konflik berkepanjangan yang diinisiasi oleh AS.

Pada bulan Mei, Jenderal Dempsey mengumumkan pengunduran dirinya (namun akan efektif pada Oktober) dan akan digantikan oleh Jenderal Joseph Dunford, Jr. Julukan Dunford adalah “Fighting Joe”. Penunjukannya merupakan sinyal akan berlanjutnya perang proxy melawan musuh-musuh yang direkayasa.

Strategi AS menciptakan perang permanen, melawan satu negara, lalu negara lain, silih berganti, untuk meraih sebuah tujuan yang tak mungkin tergapai, ditambah dengan tersebarluasnya ketakutan, membengkaknya belanja militer, serta sikap represif pengontrolan atas warga negaranya, membuat negara ini akan menemui kehancurannya, sama seperti imperium-imperium di masa lalu. Hanya tinggal menanti waktu, AS akan hancur akibat arogansinya. (LiputanIslam.com)
Stephen Lendman adalah analis politik, bukunya berjudul “Flashpoint di Ukraina: US Drive Hegemoni Risiko WW III.” Tulisan ini diterjemahkan dari globalresearch.ca

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account