Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Pemikiran

Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Eco Paving Block dan Pipa

Published 30/08/2019 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Terdapat tiga sekawan yang berhasil mendaur ulang sampah menjadi barang berharga seperti paving block. Tiga sekawan tersebut terdiri dari Aziz Pusantaraka, Angga Nurdiansah, dan Daman Sutiawan yang telah meraih juara kedua dalam lomba ‘Gerakan Secangkir Semangat’. Dalam lomba tersebut, mereka membuat eco paving block berbahan dasar sampah kantong plastik. Mereka berhasil menyingkirkan 5.500 peserta.

Mereka menamai tim mereka cukup unik, yaitu ‘sumpah sampah’ karena mereka bersumpah untuk membuat sampah bukan sampah lagi, melainkan menjadi barang berguna.

“Kami bersumpah jadikan sampah bukan sampah lagi,” kata Azis.

Setelah menjuarai lomba dengan hadiah 100 juta. Kini mereka fokus pada pembuatan eco paving dan mesin untuk membuat eco paving block. Dari modal usaha yang ada, mereka gunakan untuk membuat mesin injection generasi kedua guna mencetak eco paving. Mesin generasi pertama hanya dapat menghasilkan 50-70 unit per hari atau di bawah nilai ekonomis, 250 unit.

Selain jualan eco paving, mereka juga terima order mesin produksi eco paving. Sebanyak satu paket mesin akan mereka jual, terdiri dari satu mesin pencacah sampah plastik, satu mesin injection, dan satu mesin extruder.

Awalnya, mereka risih dengan sampah kantong plastik yang dibuang ke sungai atau numpuk di belakang rumah warga di Cianjur, Jawa Barat. Bukan hanya menimbulkan bau tak sedap, sampah juga bertebaran dan menyumbat aliran air kala hujan hingga menimbulkan banjir.

Pertama kali, mereka mencari ide untuk menciptakan sesuatu dari sampah-sampah itu. Mereka pun meneliti sekitar enam sampai tujuh bulan. Mereka lakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan sesuatu dari sampah kantong plastik.

Tahap awal, mereka bereksperimen membuat konblok dari lelehan pembakaran kantong plastik dicampur pasir. Dari ujicoba tersebut, membuat satu konblok berukuran satu meter persegi (m2) perlu sampah plastik sekitar 50 kg. “Konblok ini mempunyai kekuatan hampir dua kali lipat dibandingkan konblok biasa,” kata Azis seperti yang dilansir Mongabay.

Namun konblok tersebut mudah rusak kalau terkena air hujan hingga perlu kajian teknis lagi. Belum lagi, pembuatan ini menimbulkan bau menyengat dan asap hitam pekat yang bisa mengganggu kesehatan. Akhirnya mereka berpikir untuk membuat sesuatu yang lain yang lebih awet. Maka terpikirlah membuat eco paving block yang kemudian menjuarai lomba.

Baca juga: Lima Spesies yang Terimbas Polusi Plastik

Indonesia perlu pemuda-pemuda brilian yang mampu mendaur ulang sampah plastik agar gundukan sampah plastik di negara ini tidak kian kritis, apalagi di lautan Indonesia.

Masalah sampah plastik di laut sudah jadi masalah global. Setiap tahun, lautan di dunia harus menanggung beban sampah plastik sampai 12,7 juta ton. Indonesia menempati nomor dua dari daftar 20 negara paling banyak membuang sampah plastik ke laut.

Meski belum ada data valid secara global, beberapa hasil riset mengungkapkan 80% marine litter dari daratan, 80% marine litter adalah plastik. Sekitar 8,8 juta ton sampah plastik terbuang dan dibuang ke samudera setiap tahun.

Tahun 2025, diperkirakan bisa sampai 70,8 juta ton sampah plastik dengan perkiraan setiap orang menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari.

Selain tiga sekawan di atas, sebelumnya juga ada pemuda bernama Boy Candra yang mampu mendaur ulang sampah plastik nenjadi aneka pipa yang bermanfaat.

Boy tinggal di Dusun Bungsing, RT4, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Setiap hari ia memproduksi pipa dari vinyl chloride-red, salah satu dari tujuh jenis sampah plastik yang sulit didaur ulang.

Sampah plastik PVC dia peroleh dari Yogyakarta, Magelang, Solo, hingga Salatiga. Dia mulai usaha dengan mesin bekas. Dengan modal  sekitar Rp5-Rp10 juta, dia mencoba bikin pipa. Sedikit demi sedikit. Kini, pabriknya, sudah bisa bikin pipa berbagai ukuran, seperti 5/8 inch, 1/2 inch, 3/4 inch, 1 1/4 inch, 11/2 inch, 2 inch, 2 1/2 inch, 3 inch, dan 4 inch. Dalam sehari kini ia mampu memproduksi pipa hingga 2.000 batang.

Pada 2020 mendatang, Boy berencana memperluas usaha, tak hanya pipa, juga balok dan papan dari bahan dasar serupa. Upaya dia ini, katanya, sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan karena bangunan kayu identik dengan penebangan pohon. (Ay/Mongabay)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemikiran

Peran Filologi dalam Memahami Teks Filsafat Islam

By Rachel
Pemikiran

Sejarah Penyebaran Manuskrip di Dunia Islam

By Rachel
Pemikiran

Filologi Islam: Definisi dan Sejarah Perkembangannya

By Rachel
Pemikiran

Pentingnya Filologi Islam: Menyelami Warisan, Menegaskan Identitas (2)

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account