Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Pemikiran

Dampak Perubahan Iklim Kian Kritis, Negara Kepulauan Dunia Harus Bersatu Menanggulanginya

Published 15/08/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Negara kepulauan di dunia saat ini tengah menghadapi ancaman nyata dan serius akibat perubahan iklim. Ancaman itu, adalah kenaikan permukaan air laut, abrasi pantai yang tak terkendali, terumbu karang yang mengalami kematian, dan penduduk pesisir yang terpaksa dipindahkan ke tempat baru. Ancaman tersebut, dialami semua negara kepulauan di seluruh dunia tanpa ada perbedaan.

Perubahan iklim sudah menyebabkan gleiser dan es di kutub-kutub bumi mencair dan mengakibatkan permukaan laut naik hingga masuk ke wilayah pesisir atau daratan. Di Indonesia, pemanasan global ini salah satunya berdampak pada tenggelamnya 2 dukuh (wilayah bagian dari sebuah desa) di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, karena banjir rob.

Dampak perubahan iklim, juga diketahui bisa memicu tenggelamnya sekitar 2000 pulau kecil di Tanah Air pada 2030. Analisa itu dipublikasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PBB pada 2009. Akibat perubahan iklim juga, dampak negatif menimpa terumbu karang di sejumlah kawasan, termasuk di kawasan Pasifik Barat.

Kemudian, kenaikan suhu air laut hingga 4 derajat yang diakibatkan pemanasan global, juga akan menyebabkan sekitar 89 persen terumbu karang di wilayah Pasifik Barat dan sekitarnya mati. Tak hanya itu, dampak negatif dari pemanasan global juga mengakibatkan turunnya pemasukan di sektor pariwisata maupun perikanan.

Baca juga: Kurangi Perubahan Iklim dengan Energi Surya Atap

Untuk itu, perlu tindakan nyata secepatnya dari seluruh negara kepulauan di dunia untuk segera mengatasi dampak perubahan iklim.

Pertemuan menteri negara kepulauan (Archipelagic and Island States/AIS) yang sudah digelar pada November tahun lalu telah menghasilkan komitmen bersama untuk bersatu melawan dampak perubahan iklim. Negara yang tergabung dalam AIS, terdiri dari Indonesia, Singapura, Palau, Maurutius, Saint dan Nevis, Selandia Baru, dan Inggris.

AIS adalah wadah untuk bertukar ilmu pengetahuan dan kerja sama teknis antar negara kepulauan. Melalui komitmen bersama seperti itu, permasalahan berat diyakini bisa diatasi secara bersama.

Forum AIS diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia sebagai bentuk implementasi komitmen untuk menangani dampak perubahan iklim.

kerja sama yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan mengajak masyarakat melalui organisasi kepemudaan ataupun perusahaan perintis (start up) yang berfokus dalam pengembangan masalah kemaritiman. Lebih khusus lagi, mereka yang mau bekerja sama untuk isu kelautan, pariwisata, dan sekaligus lingkungan.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, persoalan yang ada di negara kepulauan harus bisa dilakukan dipetakan secara bersama dan dicarikan solusinya untuk kepentingan bersama. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kapasitas kepada setiap negara kepulauan, terutama pada masyarakat yang menjadi stakeholder utama di masing-masing negara.

Salah satu yang bisa dilakukan oleh negara kepulauan untuk mengurangi dampak perubahan iklim adalah dengan menanam mangrove, menanam padang lamun, dan sebagainya. Kawasan mangrove terbukti lebih kuat menyerap karbon dibandingkan hutan tropis di daratan.

Sebagai salah satu negara kepulauan, Indonesia juga telah berkomitmen untuk memulai Blue Forest Project untuk menghitung potensi karbon di wilayah pesisir dan laut. Proyek itu akan mengkaji ekosistem hutan bakau dan padang lamun, meliputi enam proyek di 100.000 hektare. Total dananya mencapai 500.000 USD.

Selain Indonesia, Inggris juga sudah melaksanakan beberapa komitmennya untuk menjawab isu perubahan iklim sebagaimana Kesepakatan Paris. Misalnya komitmen mendukung sebesar 250 juta pound selama empat tahun ke depan untuk kegiatan yang fokus pada konservasi lingkungan kelautan di perairan internasional. (Ay/Mongabay)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemikiran

Peran Filologi dalam Memahami Teks Filsafat Islam

By Rachel
Pemikiran

Sejarah Penyebaran Manuskrip di Dunia Islam

By Rachel
Pemikiran

Filologi Islam: Definisi dan Sejarah Perkembangannya

By Rachel
Pemikiran

Pentingnya Filologi Islam: Menyelami Warisan, Menegaskan Identitas (2)

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account