Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Ekuador Usir 20 Diplomat AS

Published 25/04/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

diplomatic-passportQuito, LiputanIslam.com — Pemerintah Ekuador telah memerintahkan 20 staf Departemen Pertahanan dalam kelompok militer di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk meninggalkan negara itu pada akhir bulan. Kabar ini diberitakan Associated Press dan dilansir USA Today, Jumat (25/4).

Menurut juru bicara kedutaan AS di Ekuador, Jeffrey Weinshenker, kelompok ini diperintahkan untuk menghentikan operasinya di Ekuador dalam sebuah surat tertanggal 7 April 2014.

AP pertama kali mengetahui adanya pengusiran itu dari seorang pejabat senior Ekuador yang menolak diidentifikasi namanya karena sensitifnya informasi itu.

Presiden Rafael Correa mengeluh secara terbuka pada Januari lalu bahwa Washington memiliki terlalu banyak perwira militer di Ekuador, diklaim ada 50 orang, dan mereka “menyusup di semua sektor”. Pada saat itu ia mengatakan bahwa ia berencana meminta beberapa di antara mereka untuk keluar dari negara itu.

Weinshenker mengatakan kelompok militer memiliki 20 staf Departemen Pertahanan dan tidak semuanya berseragam. Washington telah memberikan $ 7 juta berupa bantuan keamanan ke Ekuador tahun lalu, termasuk pelatihan teknis untuk perawatan pesawat dan kerja sama dalam memerangi perdagangan narkoba, perdagangan manusia, dan terorisme.

Weinshenker mengatakan kerja sama militer AS di Ekuador dimulai empat dekade lalu dan “semua kegiatan yang kita lakukan telah mendapatkan persetujuan eksplisit dari rekan-rekan Ekuador kami.”

Hubungan AS dengan Ekuador tegang dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sebelum Correa memberi suaka kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange, pada 2012. Wikileaks membocorkan ribuan dokumen militer dan kabel diplomatik AS yang sangat memalukan Washington.

Correa sebelumnya telah mengusir setidaknya tiga diplomat AS, termasuk Duta Besar Heather Hodges pada 2011 sebagai respons atas adanya kabel diplomatik AS yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Isi bocoran itu menunjukkan bahwa Correa mengetahui adanya korupsi tingkat tinggi di kalangan polisi.

Pada bulan November, pemerintah Correa meminta lembaga bantuan AS, US Agency for International Development (USAID), untuk mengakhiri operasinya di negara itu dan menuduh badan itu mendukung kelompok oposisi Ekuador.

Tak lama setelah menjabat presiden pada 2007, Correa membersihkan perwira militer Ekuador yang dianggap memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat. Dia juga mengakhiri perjanjian dengan Washington yang memungkinkan pesawat AS memerangi perdagangan obat dan memiliki pangkalan di lapangan udara Ekuador di Manta.

Correa populer di dalam negeri karena program perangnya melawan kemiskinan, tapi secara luas dikritik karena menekan kebebasan sipil dan menggunakan hukum pidana pencemaran nama baik (defamation) terhadap wartawan.(ca/tempo.co)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account