Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Ketika Arogansi Trump Membentur Batu Cadas

Published 17/06/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei melontarkan pernyataan pedas yang ia tujukan kepada Presiden AS Donald Trump. Sebagaimana yang diberitakan secara luas oleh berbagai media, Khamenei menyatakan Trump tidak punya kapasitas untuk berkorespondensi alias bertukar pesan. Pernyataan itu disampaikan Khamenei sebagai respon atas pesan PM Jepang Shinzo Abe, yang menyatakan bahwa dirinya membawa pesan dari Trump yang ingin melakukan korespondensi dengan pimpinan Republik Islam Iran.

Khamenei menyatakan bahwa Iran siap bertukar pesan dengan pemimpin dunia manapun, termasuk dengan Abe. Akan tetapi, tidak dengan Trump yang ia sebut tak punya kapasitas untuk bertukar pesan.

Ini adalah pernyataan sangat pedas dari seorang pemimpin Iran kepada pemimpin AS. Situasinya kini berbalik. Biasanya, Trump-lah yang arogan dan melecehkan dengan semena-mena pihak lain, terutama mereka yang dianggap sebagai “pembangkang”.

Tapi, kini, justru arogansi Trump membentur batu cadas yang keras. Trump-lah yang kini “dilecehkan”. Ia disebut sebagai pemimpin yang tak punya kapasitas bahkan untuk sekedar diajak berunding. Pernyataan Khamenei itu makin terasa pedas karena hal tersebut merupakan tanggapan atas upaya Trump yang ingin menjalin komunikasi dengan Iran.

Pada dasarnya, berbagai gestur politik Trump di dunia internasional adalah representasi arogansi politik luar negeri AS selama ini. Hanya saja, sebelumnya, para presiden AS selalu mampu menyembunyikan arogansi itu dalam sikap dan kata-kata yang diplomatis. Sedangkan Trump, dia adalah tipe pemimpin yang “apa adanya”. Ditambah dengan pengalamannya sebelum ini sebagai big boss bagi perusahaan-perusahaan raksasa yang ia pimpin dengan sukses, maka jadilah Trump sebagai presiden yang mungkin paling kontroversial sepanjang sejarah AS.

Hanya dalam waktu sekitar tiga tahun menjabat, Trump telah mengeluarkan keputusan-keputusan yang kontroversial, di antaranya: (1) pemberlakuan pembatasan untuk imigran Muslim yang mau masuk ke wilayah Amerika, (2) pembangunan tembok pemisah Amerika-Mexico, (3) menyatakan keluar dari Perjanjian Paris terkait perubahan iklim dunia, (4) keluar dari kemitraan pasifik, dan (5) persetujuan atas pemindahan kedutaan besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Khusus terkait dengan Iran, Trump pula yang dengan pongahnya menyatakan diri secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Kemudian, Trump sempat melontarkan ancaman kepada Iran dengan mengatakan bahwa jika negara itu terus melawan, Iran akan menghadapi akibat seperti yang diderita beberapa negara lain sepanjang sejarah.

Sebagaimana yang disampaikan mantan Menlu AS Hillary Clinton dalam memoarnya, AS selama ini melihat negara-negara Dunia Ketiga (khususnya Iran) seperti keledai, yang harus disodori tongkat dan wortel (stick and charrot) agar mau bergerak. Gestur politik Trump adalah implementasi atas prinsip dan pandangan AS itu.

Kini, kepongahan dan ancaman AS itu menghadapi sikap yang cukup keras bahkan cenderung balik melecehkan. Trump, menurut Khamenei, tidak punya kapasitas sebagai pemimpin dunia yang beradab. Sikap yang dengan mudahnya menarik diri secara sepihak dari berbagai perjanjian yang ditandatangani pendahulunya dianggap cukup sebagai bukti bahwa Trump tidak punya integritas dan kapasitas yang memadai.

Bagaimanakah sikap AS menghadapi kerasnya sikap Iran itu? Di sinilah dilemanya. Tetap berkeras atau menjadi melunak, keduanya punya konsekwensi yang negatif bagi AS. Jika tetap berkeras hingga ke konfrontasi, AS harus bersiap dengan krisis ekonomi dunia yang menakutkan. Jika melunak, selain akan berakibat buruk terhadap “citra hebat” AS, sikap ini juga akan membuat Iran mampu melakukan perbaikan atas kondisi ekonomi dalam negerinya. Dan ini, bermakna buyarnya rencana Trump untuk menekan Iran. Perkembangan selanjutnya tentu patut ditunggu. (os/editorial/liputanislam)

Terkait:

Ayatullah Khamenei: Trump Tak Layak untuk Berkorespondensi dengan Iran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Mengaku Siap Melancarkan Serangan Besar terhadap Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Penasehat Ayatullah Ali Khamenei: Kami akan Ratakan Puluhan Pusat Israel dengan Tanah

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Pastikan Tidak akan Pernah Membiarkan Agresi Israel Terhadapnya

By Muhammad
Timur Tengah

IRGC Pastikan akan Segera Membalas Telak Jika Israel Menyerang Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account