
Aleppo,LiputanIslam.com—Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Kamis (16/5), mengutuk serangan roket yang menargetkan kamp pengungsi Palestina di Neirab, dekat Kota Aleppo-Suriah. Serangan ini diketahui telah menelan 10 korban jiwa, empat di antaranya adalah anak-anak.
Ebye menunjukkan bahwa permusuhan yang sedang berlangsung di sekitar kamp Neirab dan situasi keamanan yang semakin memburuk telah memaksa UNRWA untuk menangguhkan enam sekolah yang dijalankannya di dalam kamp, yang berdampak pada lebih dari 3.000 anak.
Pemakaman berlangsung sepanjang Selasa malam. Keesokan harinya, toko-toko dan berbagai layanan lainnya ditutup sebagai tanda berkabung. Sementara itu UNRWA telah membuka sekolahnya di kamp Neirab, pada hari Kamis, UNRWA melakukannya dengan pengetahuan yang menyedihkan bahwa tiga dari siswanya tidak akan bergabung dengan persiapan akhir untuk ujian akhir tahun.
UNRWA mengutuk pembunuhan yang melukai semua warga sipil, termasuk pengungsi Palestina dan menyerukan semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional, yaitu mengambil semua tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan warga sipil. (fd/Ma’an)