Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Perempuan Afghan: Taliban Akan Kami Ajak Beryoga

Published 26/02/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Kabul, LiputanIslam.com—Kaum perempuan di Afghanistan kini memiliki studio yoga satu-satunya, yang terletak di kota Kabul. Menurut pendiri studio itu, Fakhria Momtaz, 42, mengatakan kepada Al Jazeera, “Semua orang di negara ini ingin menemukan kedamaian setelah menderita selama bertahun-tahun dalam perang dan konflik, tapi Anda tidak bisa membangun perdamaian di masyarakat ini jika Anda tidak damai di dalam diri sendiri.”

Menghadapi kekhawatiran bahwa Taliban akan memiliki lebih banyak kekuasaan, menyusul rangkaian perundingan antara AS dan Taliban, di Doha, Qatar, Fakhria berkata, “Jika keadaan berubah secara politis dalam waktu dekat dan Taliban kembali, kami akan membuat Taliban melakukan yoga dengan kami juga.”

Fakhria dibesarkan oleh keluarga atlet di ibukota Afghanistan. Ketika Taliban mengambil kendali pada tahun 1996, ia menjadi terlantar dan melarikan diri bersama kerabatnya ke Pakistan. Ia bersama suaminya kemudian mendirikan pusat yoga di Kabul pada 2016. Ia menjelaskan mengapa kesejahteraan wanita penting di negara yang dilanda perang. “Jika wanita di masyarakat kita tidak sehat, mental dan fisik, mereka tidak akan bisa membesarkan anak-anak mereka dengan baik,” kata Fakhria.”Yoga adalah sesuatu yang juga membantu dengan kesadaran diri, membantu dengan depresi, inilah mengapa saya pikir itu harus dapat diakses oleh wanita.”

Menurut Mahdia Joya, 21, yang telah menghadiri sesi yoga di studio Fakhria hampir setiap hari sejak 2017, kelas satu jam memungkinkan dia untuk memutuskan dari kesengsaraan yang berasal dari perang dan konflik yang sedang berlangsung.

“Setelah satu jam melakukan yoga, saya merasa santai, kurang cemas dan saya bisa fokus pada aspek-aspek positif kehidupan daripada yang negatif,” katanya kepada Al Jazeera.

“Tetapi banyak wanita seperti saya yang ingin menghadiri kelas-kelas ini tidak dapat datang karena situasi keamanan di negara kami,” lanjutnya.

Untuk  mengatasi masalah ini, Fakhria berusaha mengembangkan aplikasi yoga dan diikutsertakan dalam lomba pembuatan aplikasi di AS.

“Jika saya memenangkan lomba, kami akan mengembangkan aplikasi ini dan wanita di Afghanistan tidak perlu pergi ke luar rumah untuk melakukan yoga,” katanya. “Mereka bisa berlatih yoga di mana saja.

Kaum perempuan Afghanistan mengalami kehidupan yang sulit di bawah pemerintahan Taliban, dari 1996 hingga 2001, ketika invasi pimpinan AS menggulingkan kelompok itu. Pada era tersebut, gadis-gadis dilarang pergi ke sekolah dan universitas;  mereka juga tidak diizinkan untuk bekerja atau memilih (dalam pemilu). Selain itu, mereka juga tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam acara olahraga dan hanya bisa meninggalkan rumah jika dikawal oleh anggota keluarga laki-laki. (ra/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account