Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Remaja Inggris eks-ISIS Melahirkan Anak

Published 18/02/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com–Seorang remaja putri Inggris yang meninggalkan negerinya untuk bergabung dengan ISIS telah melahirkan. Berita ini disampaikan pengacara keluarganya, Minggu (17/2). Pada tahun 2015, remaja bernama Shamima Begum itu kabur ke Suriah  bersama dua teman perempuannya. Usianya saat itu baru 15 tahun. Kini Begum berada di kamp pengungsian dan meminta untuk diizinkan kembali ke Inggris.

 

Pengacara keluarga Begum, Mohammed Akunjee, mengatakan bahwa Begum, sekarang berusia 19 tahun, telah melahirkan seorang anak laki-laki dan bahwa keduanya diyakini berada dalam “kesehatan yang baik.”

Keinginan Begum untuk kembali telah memunculkan perdebatan, terutama karena Begum tidak menunjukkan penyesalan.

Berbicara kepada Sky News dari kamp dan beberapa jam setelah melahirkan, Begum mengatakan dia tahu tentang pemenggalan kepala dan kebrutalan lainnya yang dilakukan ISIS sebelum dia pergi untuk bergabung dengan grup.

Menurutnya, “Ya saya tahu tentang hal-hal itu dan saya baik-baik saja dengan itu. Saya mulai menjadi religius tepat sebelum saya pergi. Dari apa yang saya dengar, secara Islam itu diperbolehkan, jadi saya baik-baik saja,” kata Begum kepada Sky News.

Namun menurut Begum, dia hanya seorang ibu rumah tangga selama di Suriah, “Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang berbahaya, saya tidak pernah membuat propaganda, saya tidak pernah mendorong orang untuk datang ke Suriah,” katanya.

Begum juga menegaskan bahwa dia tidak menyesal, “…tapi saya tidak menyesal karena itu mengubah saya sebagai pribadi, itu membuat saya lebih kuat, lebih tangguh. Saya menikah dengan suami saya, saya tidak akan menemukan seseorang seperti dia di Inggris, saya punya anak-anak.”

Pada 13 Februari lalu, Begum diberitakan luas oleh media Inggris The Times ketika dia ditemukan di sebuah kamp pengungsi di Suriah utara. Koran itu mengungkapkan dia hamil sembilan bulan dan dia ingin pulang untuk memiliki anak. Dia mengatakan dia memiliki dua anak lain selama waktunya di Suriah, yang meninggal saat masih bayi karena kekurangan gizi dan penyakit.

Begum mengatakan dia tidak menyesal bepergian ke Suriah, tetapi mengatakan kepada surat kabar itu bahwa “kekhalifahan telah berakhir.”

“Mereka semakin kecil dan semakin kecil dan ada begitu banyak penindasan dan korupsi yang terjadi sehingga saya tidak berpikir mereka pantas menang,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, mengatakan dia “tidak akan ragu” untuk mencegah kembalinya mereka yang telah bergabung dengan organisasi teror seperti ISIS.

“Pesan saya jelas: jika Anda telah mendukung organisasi teroris di luar negeri saya tidak akan ragu untuk mencegah Anda kembali,” katanya.(ra/cnn.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account