Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Netanyahu Desak AS Akui Dataran Tinggi Golan Sebagai Wilayah Israel

Published 07/01/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Yerussalem,LiputanIslam.com—PM Israel, Benyamin Netanyahu, mendesak AS untuk segera mengakui wilayah Dataran Tinggi Golan, yang sebetulnya menjadi wilayah Suriah, menjadi wilayah Israel. Desakan ini didasarkan atas keinginan Israel untuk menguasai wilayah tersebut karena letaknya yang strategis.

“Dataran Tinggi Golan benar-benar sangat penting bagi keamanan kami,” ucap Netanyahu kepada John Bolton, Penasehat Kemanan Nasional AS, pada Senin (7/1).

Selain itu, Netanyahu juga telah menyiapkan rencana untuk mengajak Bolton pergi ke daerah Golan untuk menyaksikan dataran tinggi itu secara langsung.

“Saat Anda ada di sana, Anda pasti akan mengerti secara utuh, mengapa kami tidak akan pernah meninggalkan Golan dan mengapa juga pengakuan semua negara bahwa Golan sebagai wilayah kami itu sangat penting,” jelas Netanyahu.

Padahal jika dilihat dari rekam sejarahnya, Dataran Tinggi Golan sebelumnya masuk ke wilayah territorial Suriah. Pada 1967, rezim Israel melancarkan perang besar-besaran untuk melakukan ekspansi ke wilayah territorial negara-negara Arab, termasuk Suriah dan mulai menduduki wilayah Golan secara paksa.

Pada 1973, perang yang disebut Yom Kippur War pun pecah antara Israel dengan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.

Setahun kemudian, pasukan PBB pun masuk ke arena pertempuran dengan maksud mendamaikan. Atas dasar itu, kedua kubu sepakat untuk melakukan genjatan senjata dan menarik pasukan masing-masing. Genjatan sejata berakhir dengan lahirnya zona aman yang dikontrol oleh para penjaga perdamaian dari PBB.

Pada 1981, Israel mengeluarkan UUD yang menyebutkan bahwa Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Sebagai respon, PBB pun langsung mengeluarkan resolusi DKK PBB 497, beberapa hari kemudian, yang menyatakan bahwa UUD buatan Israel itu omong kosong dan tidak akan berdampak pada hukum internasional.

Terakhir, pada 2018 kemarin, sidang Majlis Umum PBB telah mengesahkan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah bagian dari wilayah teritorial dan kedaulatan Suriah.

Hingga saat ini, Israel masih belum merasa puas dengan keputusan PBB tersebut. Atas dasar itu, Israel pun memanfaatkan kekuatan dan pengaruh Amerika untuk mendesak masyarakat internasional mengakui apa yang mereka inginkan.

Sebelumnya, Israel telah merasa senang, Amerika mau mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel, meski harus menerima makian dan protes dari PBB dan masyarakat Dunia. Amerika pun mau menarik dirinya darinya perjanjian nuklir Iran, yang berdampak pada stabilitas perminyakan dunia. Tak sampai di situ saja, Amerika pun sering kali memberikan dukungan diplomatik kepada Israel di berbagai forum dunia.

“Penting bagi kami untuk mengetahui bahwa kami memiliki dukungan dari sahabat sekaligus sekutu yang luar biasa, yaitu Amerika,” Puji Netanyahu. (fd/Presstv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account