Washington,LiputanIslam.com-Penasihat keamanan nasional AS mengatakan, seharusnya Washington menghentikan bantuan untuk negara-negara yang rutin memberikan suara yang merugikan Paman Sam.
“Negara-negara yang menerima bantuan dari AS akan diperiksa bagaimana tanggung jawab mereka untuk membalas budi,”ujar John Bolton dalam pertemuan di Institut Heritage, Rabu (12/12).
“Negara-negara yang terus menerus mengambil sikap menentang AS …seharusnya tidak boleh menikmati bantuan-bantuan luar negeri AS,”lanjutnya.
Sebelum ini, pemerintahan Donald Trump mengumumkan, pihaknya mengawasi cara pemberian suara negara-negara di pentas-pentas internasional. Pemberian suara negara-negara tersebut akan jadi bahan pertimbangan saat AS memberi bantuan kepada mereka.
Tahun lalu, saat sidang umum PBB akan membahas resolusi yang mengecam pemindahan kedubes AS ke al-Quds, Nikki Haley (wakil AS di PBB) berkata, dia diminta Trump untuk mencatat negara-negara yang menyetujui resolusi tersebut.
“Tiap tahun mereka menerima uang jutaan, bahkan milyaran dolar dari kita, tapi memberikan suara yang merugikan kita. Kita akan mengawasi suara-suara ini,”jelas Trump soal kebijakan pemerintahnya tersebut.
Menlu Iran menilai, ancaman Trump ini menunjukkan penghinaannya kepada demokrasi.
“Dengan mengancam pihak-pihak yang berani menentang kehendaknya, Trump menunjukkan bagaimana dia merendahkan demokrasi. Anehnya, di saat yang sama, dia menuduh Iran sebagai ‘diktator,’”kata Zarif. (af/alalam)