Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Ingin Melihat Es Abadi di Papua? Datangi Tempat Ini

Published 19/11/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
sumber: detikcom.

Jakarta, LiputanIslam.com—Di rangkaian Pegunungan Jayawijaya, terdapat tiga puncak yang memiliki es abadi. Jika Anda ingin melihat pemandangan luar biasa ini, Anda bisa mendatangi beberapa tempat terbaik yang akan dijabarkan di bawah.

Ketiga puncak es abadi ini adalah Puncak Jaya, Puncak Sumantri dan Puncak Carstensz Timur. Es abadinya terbentuk sejak ribuan tahun, tapi dinilai akan hilang pada periode 2025-2030.

Lokasi es abadi sulit terjamah. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu berjalan 4-5 hari melewati jalur perkampungan. Dimulai terbang dari Timika ke Sugapa, lalu lanjut berjalan kaki 10 jam lebih ke Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya.

sumber: kabarinews.com

Dari Desa Ugimba itulah harus berjalan kaki berhari-hari. Salah satu lokasi terbaik untuk melihat es abadinya berada di jalur pendakiannya, yakni New Zealand Pass.

New Zealand Pass ini dapat ditempuh berjalan kaki sekitar 4 hari dari Desa Ugimba. Ketinggiannya sudah nyaris 4.000 mdpl, dengan udara yang terasa tipis. Rasanya begini, jalan satu langkah seperti terasa sudah jalan 3 langkah. Nafas ngos-ngosan dan badan mudah terasa lelah. Tidak ada sumber jelas mengapa disebut New Zealand Pass. Beberapa cerita pendaki, dinamakan seperti itu karena panoramanya seperti di New Zealand. Versi lain, karena yang menemukan trek pendakian tersebut adalah pendaki dari New Zealand.

Di New Zealand Pass, terdapat padang savana yang indah. Latar belakang pemandangannya adalah pegunungan dengan bebatuan tanpa pepohonan. Di salah satu rangkaian pegunungannya itulah terlihat Puncak Jaya dan Puncak Sumantri.

Esnya terlihat jelas berwarna putih, persis di ujung pegunungannya. Terlihat begitu indah, begitu elok berpadu dengan panorama di sekitarnya. Dari sini juga, pendaki bisa berfoto-foto.

Setelah dari New Zealand Pass, pendaki sampai di Basecamp Danau-danau. Berada di ketinggian 4.330 mdpl, dari basecamp ini terlihat jelas Puncak Jaya dan Puncak Sumantri yang bagian puncaknya tertutup es abadi.

Basecamp Danau-danau merupakan titik terakhir sebelum pendaki menuju ke Puncak Carstensz. Puncak Carstensz merupakan titik tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl, tetapi tidak memiliki es abadi. Hanya sering, hujan salju di sana.

Saat mendaki Puncak Carstensz dengan melewati jalur tali alias fix rope, makin terlihat jelas Puncak Jaya dan Puncak Sumantri yang tertutup es abadi. Posisinya ada di seberangnya, dan karena posisi Puncak carstensz lebih tinggi, maka terlihat es abadinya yang terbentang.

Namun disarankan, jangan terlalu keasyikan melihat es abadi dari trek pendakian di Puncak Carstensz. Sebab, pendaki harus berpacu dengan waktu agar tidak terlalu lama di sana. Disarankan, pukul 12.00-13.00 siang sudah turun dari puncaknya. Sebabnya, kadang kabut tebal sering terjadi setelah jam tersebut. Belum lagi hujan salju dan kabut yang tidak dapat diprediksi.

Kalau Puncak Carstensz Timur, bisa dilihat dengan pendakian lebih dulu melalui Yellow Valley. Pendakiannya memakan waktu 3-4 jam jalan kaki. Sebenarnya, lebih dekat menuju Basecamp Danau-danau jika melalui perusahaan tambang. Akan tetapi, perizinannya cukup ketat dan sulit mendapatkannya. Selain itu, beberapa operator tur khusus juga menyiapkan tur naik helikopter melihat es abadinya dari ketinggian seperti Adventure Carstensz.

Kini, es abadi itu akan tinggal kenangan dalam beberapa tahun lagi. Es abadinya akan hilang, seperti di beberapa pegunungan di wilayah tropis lainnya di dunia. (ra/detik)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account