Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Internasional

Testimoni Para Aktivis Flotilla: Israel Coba Hancurkan Kami

Published 17/08/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Gaza,LiputanIslam.com—Beberapa waktu lalu, militer Israel telah menahan dua kapal kemanusiaan yang berlayar ke Gaza dan menembus blockade laut yang diberlakukan Israel di wilayah perairan Gaza. Dua kapal kemanusiaan yang ditahan itu adalah Al-Awda dan Freedom.

Kapal Al-Awda adalah kapal nelayan Norwegia yang digunakan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan untuk rakyat Palestina di Gaza. Kapal ini juga membawa serta 22 orang aktivis dari berbagai negara di dunia. Namun, pada 29 Juli lalu, kapal ini telah ditahan oleh Israel dan sang kapten mendapatkan beberapa pukulan dari militer. Para aktivis di kapal itu kemudian ditahan dan dipulangkan ke negara masing-masing.

Sementara itu, kapal Freedom adalah kapal asal Swedia yang ukurannya lebih kecil dari kapal al-Awda. Misi kapal ini sama-sama mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza yang tengah menderita. Sayangnya, militer Israel kembali menahan kapal Freedom dan memenjarakan 12 orang aktivis internasional yang berada di atasnya.

Salah seorang aktivis kapal Freedom yang ditahan oleh militer Israel adalah Divina Levrini. Divina ikut menaiki kapal Freedom dari Kiel-Jerman ke Palermo-Italia, dan sebelum sampai di Gaza, Divina pindah ke kapal al-Awda. Setelah terbebas, Divina menceritakan segala perlakuan tak manusiawi yang diterimanya dari militer Israel, terlebih saat dirinya berada di dalam penjara Israel.

“Kami bisa melihat kemilau lampu di Israel dan gelap gulita di seluruh Gaza,” ucapnya, sambil membayangkan saat pertama dia hampir sampai ke Gaza. “Kami tau, Israel telah memutus jalur listrik ke sana,” tambahnya. Saat ditangkap militer Israel di atas kapal al-Awda, dia sempat menjelaskan, “Di sana ada anak-anak yang menunggu kedatangan kami, menunggu sebuah kapal yang membawa obat-obatan dan nyatanya tidak akan pernah datang.”

Saat itu, Divina sempat melihat sebuah kapal nelayan Palestina yang dicuri dari pelabuhan. “Hatiku benar-benar penuh dengan kesedihan, menyaksikan bagaimana mungkin manusia bisa jadi sejahat ini,” jelasnya.

Saat berada di penjara, Divina menyebut bahwa militer Israel tidak membiarkan dirinya dan para aktivis lainnya tidur. Setiap jam, seorang penjaga datang dan memaksa mereka berdiri dan memberikan tekanan psikologis.

“Aku tidak diperbolehkan mengambil obat walaupun saat itu sedang sakit kepala saat kapal kami ditahan,” tuturnya.

Divina menuturkan bahwa negaranya mendukungnya. Menlu Swedia menyatakan dalam surat terbuka bahwa dirinya mendukung kapal Freedom Flotilla dan kapal ke Gaza. Namun menurutnya, dukungan diplomatis saja tidak cukup. Sudah saatnya bagi pemerintah Swedia untuk memboykot Israel sampai Palestina benar-benar bebas.(fd/Memo)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account