Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

“Pemisahan Anak Bukan Hal Baru, Amerika Sudah Lakukan Itu Sejak Lama”

Published 20/06/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Washington, LiputanIslam.com—Baru-baru ini pemerintah Presiden AS Donald Trump menerapkan kebijakan imigrasi yang melegalkan pemisahan anak-anak imigran dari orangtua mereka. Hal ini mendapat banyak kecaman dari domestik maupun luar negeri.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa kebijakan seperti ini telah dilakukan oleh Negeri Paman Sam itu sejak lama, yaitu kepada masyarakat pribumi Amerika, yaitu suku Indian.

Mark Trahant, seorang jurnalis independen dan profesor jurnalisme di Universitas Dakota Utara, memaparkan sejarah Amerika yang diskriminatif ini dalam artikelnya yang dimuat di Mintpress News pada Selasa (19/6/18).

Trahant, dalam artikelnya, mengutip tulisan dari seorang aktivis dan politikus, Peggy Flanagan di Twitter: “Langkah memisahkah anak-anak dari orangtua mereka bukan hal baru di AS. Memisahkan anak-anak dari keluarga mereka … dengan mengirim anak-anak Pribumi ke sekolah asrama, dan melakukannya atas nama agama, adalah satu generasi yang dihapus dari keluarga saya,”

Pada akhir abad ke-19, pemerintah AS mendirikan sekolah asrama khusus anak-anak suku Indian, di mana anak-anak tersebut diwajibkan mempelajari bahwa Inggris, berpindah agama ke Kristen, dan mangasimilasi budaya mayoritas.

Sekolah ini beroprasi pada 1980-an. Karena sekolah-sekolah ini sering melarang siswa Indian menggunakan bahasa asli mereka dan mempraktikkan budaya dan tradisi mereka, seorang penulis Amerika, Ward Churchill, menilai tindakan itu sebagai bentuk genosida terhadap komunitas Indian.

Sekolah asrama tersebut dibuat seperti penjara anak, di mana anak-anak Indian dibawa ke sana dengan borgol kecil.

Dari sebuah artikel berjudul “Tiny Horrors: A Chilling Reminder of How Cruel Assimilation Was—And Is” yang diunggah di newsmaven.io, borgol anak Indian itu masih tersimpan di museum Haskell Indian Nations University.

“[Borgol kecil itu] menyimpan sejarah horor dan brutal, di mana alat itu dipakai untuk mengekang anak-anak Pribumi yang dibawa ke sekolah asrama,” kata alumnus Haskell Indian Nations University, Jessica Lackey.

 

Presiden Akademi Kedokteran Anak Amerika, Colleen Kraft, mengatakan kepada Buzzfeed News bahwa pemisahan anak yang terjadi dulu dan sekarang dapat menyebabkan “kerusakan perkembangan anak hingga seumur hidupnya dengan merusak struktur anak…,”

Dalam sebuah studi pada 2013 oleh Journal of Family Issues, peneliti menemukan bahwa “kebijakan akulturasi paksa [dengan memisahkan anak dengan orangtua] selama berdekade terakhir [menciptakan] kondisi seperti depresi, kemarahan, perasaan bersalah, gelisah, dan perasaan tidak mampu dalam pengasuhan anak.”

Trahant, dalam artikelnya, menyimpulkan bahwa kebijakan pemisahan anak yang diterapkan oleh pemerintah AS dari dulu hingga kini telah merusak hubungan orangtua-anak yang penting bagi perkembangan hidup manusia.

“Hubungan generasional dinilai penting karena orang tua dilihat sebagai gudang pengetahuan budaya, spiritualitas, dan bahasa tradisional. Pengalaman hidup mereka sangat dihargai, dan mereka menjadi tempat mencari nasehat dan petunjuk. Ketika hubungan ini dirusak, konsekuensinya berlanjut sampai generasi selanjutnya,” paparnya. (ra/mintpress)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account