Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ancaman Saudi Terhadap Iran Terkait Rudal Yaman

Published 29/03/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Arab Saudi sangat terpukul oleh serangan 7 rudal Ansarullah (Houthi) di Yaman terhadap Riyadh, ibu kota Saudi, dan beberapa tempat lain. Jubir pasukan koalisi pimpinan Saudi yang sudah tiga tahun memerangi Yaman, Kolonel Turki al-Maliki, lantas menuding Iran telah menyelundupkan senjata ke Yaman, dan mengancam akan membalas Iran pada “tempat dan saatnya yang tepat.”

Media Saudi di dalam dan luar negeri ramai-ramai mengesankan bahwa peluncuran rudal Yaman itu merupakan bukti bahwa Ansarullah telah berubah menjadi “milisi” yang menyerupai kelompok Hizbullah di Lebanon dan al-Hashd al-Shaabi di Irak, sehingga sudah seharusnya koalisi Arab berusaha menumpas Ansarullah dan bahkan berbelanja senjata sampai 150 miliar USD dalam beberapa tahun terakhir.

Pertanyaan yang praktis mencuat sekarang ialah bagaimana dan kapan Saudi akan “membalas” atau bereaksi? Apakah melalui jalur politik yang akan meredakan krisis Yaman, ataukah dengan cara militer dengan dukungan dan bantuan Amerika Serikat (AS) seperti yang dilakukan terhadap Yaman?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, efektivitas sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dalam menghadapi rudal Yaman layak dicermati. Beberapa laporan di media AS sendiri menyebutkan tidak atau kurang efektifnya rudal Patriot.

Majalah Newsweek mengutip pernyataan Jeffrey Lewis, Direktur Program Non-Proliferalis Nuklir pada Institut Midlebury, California, AS, bahwa melalui analisa beberapa video yang beredar terkait dengan proses penjatuhan tiga rudal Yaman yang mencapai Riyadh dapat disimpulkan bahwa dua rudal Patriot gagal membidik sasaran. Rudal pertama meledak di angkasa sebelum menghantam rudal sasaran, sedangkan rudal kedua malah tiba-tiba menukik ke darat secara tragis.

Keraguan terhadap efektivitas Patriot membuat Saudi melirik Rusia untuk membeli sistem pertahanan udara S-400, seperti yang dilakukan oleh sejumlah negara, termasuk Turki. Hanya saja, penyerahan sistem itu kepada Saudi bisa jadi memerlukan waktu paling cepat beberapa bulan. Perkembangan ini praktis menjadi pukulan bagi industri militer AS, terutama berkenaan dengan rudal penangkis serangan udara.

Adapun reaksi Saudi terhadap Ansarullah dan Iran bisa jadi akan dilakukan dalam dua skenario sebagai berikut;

Pertama, menahan diri dan bekerjasama dengan utusan khusus baru PBB untuk Yaman, Martin Griffiths,  berusaha menghidupkan kembali prakarsa PBB, dan kembali ke meja perundingan, terutama setelah Ansarullah menjadi kekuatan yang tak tertandingi oleh kelompok-kelompok lain di Yaman.

Kedua, mengupayakan pembentukan tim internasional untuk menyelidiki proses apa yang disebut Riyadh sebagai penyelundupan rudal Iran untuk Ansarullah di Yaman. Penyelidikan ini tak lain sebagai pendahuluan untuk eskalasi.

Perang terbuka Saudi dengan Iran sejauh ini masih kecil kemungkinannya. Yang ada hanyalah kemungkinan perang secara tidak langsung dalam beberapa pekan atau bulan mendatang. Rencana AS keluar dari perjanjian nuklir Iran bisa jadi mendukung kemungkinan ini. Tindakan Presiden AS Donald Trump memecat Rex Tillerson dari jabatan Menlu dan menggantinya dengan Mike Pompeo serta mengganti HR McMaster  dengan sosok bergaris keras John Bolton sebagai penasehat keamanan nasional bisa jadi telah merampungkan kabinet perang AS anti Iran.

Kerajaan Saudi terlibat perang politik dan propaganda dengan Iran dan para sekutunya; Hizbullah di Lebanon, pemerintah Suriah, dan kelompok pejuang al-Hashd al-Shaabi di Irak. Saudi bahkan gigih menyuplai senjata kepada kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Namun, Saudi gagal mencapai tujuannya. Hizbullah makin tangguh, demikian pula al-Hashd al-Shaabi di Irak, sementara kelompok teroris Jaish al-Islam, sekutu utama Saudi di Ghouta Timur, sudah nyaris kalah total dihajar tentara Suriah.

Kepanikan yang terjadi di Saudi terhadap serangan rudal Ansarullah ke Riyadh bisa jadi menambah semangat Ansarullah untuk melesatkan lagi rudal-rudalnya jika Saudi tetap saja menyerang Yaman, dan bisa jadi pula akan mendorong Saudi untuk mengutamakan jalur dialog.

Alhasil, penembakan tujuh rudal Ansarullah tersebut menjurus pada dua kemungkinan yang kontras satu sama lain. Pertama, mempercepat solusi diplomatik. Kedua, menyulut perang besar, langsung atau tidak langsung, antara Saudi dan Iran. Keangkuhan sosok Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memperberat kemudian yang kedua.  (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account