Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Ketika Afrika Lelah dengan ‘Bantuan’ (Eksploitasi) AS dan Beralih ke Cina

Published 20/01/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Beijing, LiputanIslam.com— Akhir-akhir ini, Afrika menjadi topik penting dalam isu perkembangan ekonomi negara-negara berkembang. Pasalnya, Cina kini beralih menjadi kekuatan baru yang mendominasi bisnis di kawasan ini, mengalahkan dominasi yang sebelumnya dipegang AS.

Cina kini bermitra dengan negara-negara di seluruh benua Afrika, dari Mauritania sampai Afrika Selatan. Hubungan erat ini menjadi ancaman bagi hegemoni kapital, militer, dan NGO Barat. Negara-negara Afrika mulai melihat Cina sebagai pilihan mitra ekonomi yang lebih baik daripada AS, berkat pendekatan Beijing yang tanpa banyak syarat.

Seorang ahli geopolitik dalam hubungan Eropa-Asia, Jim Carey, menjelaskan secara detil hubungan ekonomi ini dalam artikelnya yang dimuat Mintpress News pada 18 Januari lalu.

Carey menulis, cara paling baik untuk melihat perbedaan pendekatan AS dan Cina dalam menanam investasi di Afrika adalah dengan melihat bagaimana kedua negara ini membantu negara-negara Afrika mengembangkan infrastruktur negara.

Menurut analisis Carey, bantuan-bantuan yang diberikan AS seringkali bersifat bisnis. Hal ini bisa dilihat dari salah satu badan amal raksasa AS yang mendominasi bantuan dan pembangunan di Afrika, Bill & Melinda Gates Foundation.

Salah satu bantuan utama yang diberikan Gates Foundation di kawasan ini adalah rangkaian “Bantuan Keuangan untuk Kaum Miskin” yang bekerjasama dengan Mastercard pada 2014 lalu. Proyek bantuan ini bertujuan untuk memberikan akses “pembayaran secara digital” untuk warga Nairobi, Kenya.

Di depan publik, perusahaan Mastercard mengaku kasihan dengan warga Nairobi karena tak memiliki kartu pembayaran digital. Maka dari itu,  mereka secara suka rela mendatangkan layanan pembayaran digital mereka ke kawasan itu.

Padahal, faktanya adalah,  proyek tersebut dilakukan dalam rangka mengamankan pasar Nairobi dan pengguna sistem Mastercard sebagai kostumer tetap bagi perusahaan itu. Mastercard sendiri mengkonfirmasikan bahwa  Gates Foundation memberikan akses kepada perusahaan itu untuk masuk ke pasar Nairobi tanpa mengeluarkan sepeser uang, dengan embel-embel ‘bantuan’.

Selain itu, Gates Foundation juga menggunakan pengaruh mereka untuk memasukkan bisnis agrikultur,  Monsanto, ke Afrika. Padahal, Monsanto telah lama memiliki reputasi buruk dalam merusak jaringan produksi pertanian lokal negara-negara berkembang, seperti yang terjadi di Haiti.

Sudah jelas, praktik-praktik seperti ini bukan hanya dilakukan oleh Gates Foundation. Contoh lain adalah badan amal milik Hillary Clinton, Clinton Foundation.

Carey menulis, berdasarkan bukti-bukti ini, semua orang bisa melihat bahwa bantuan-bantuan industri amal AS tidak selalu berbentuk tindakan altruistik sejati, namun hanyalah tindakan subsidi korporasi yang disembunyikan di balik topeng altruisme.

Dengan Afrika yang semakin lelah dengan bantuan-bantuan ‘bertopeng’ AS, mereka akhirnya menemukan mitra ekonomi baru yang jauh lebih bisa dipercaya dan diandalkan—Cina.

Cina diketahui menghabiskan dana $5 milyar per tahun untuk bantuan ‘langsung’, yang diakui lebih efektif bahkan oleh analis Barat, Bradley Parks. Karena mayoritas industri Cina berada di bawah kontrol pemerintah, maka tidak ada subsidi korporasi  seperti yang dilakukan badan-badan amal AS. Investasi yang dilakukan hanyalah perpanjangan dari kebijakan ekonomi pemerintah Cina, yang bertujuan mengangkat Afrika sebagai mitra, bukan sebagai klien.

Menurut Carey, investasi oleh Cina lebih berhasil membangun infrastruktur negara-negara Afrika, dan lebih banyak mendatangkan pekerjaan. Cina membangun semuanya, dari kota-kota baru, bendungan pembangkit listrik tenaga air raksasa, jalan tol, dan beberapa jalur kereta terpanjang.

Cina dengan giat menginvestasikan sistem pembangunan khususnya bagi negara-negara yang telah ditolak atau diabaikan oleh negara-negara Barat karena dianggap tidak penting. Dibandingkan dengan AS yang selalu menginterfensi hubungan dalam negeri Afrika dan memeras benua itu selama bertahun-tahun—bukan lagi hal yang mengejutkan jika pemimpin Afrika lebih suka bekerja sama dengan Beijing.

Di akhir tulisannya, Carey menulis tidaklah mengejutkan bahwa kini Afrika menolak bantuan dan investasi dari AS yang seringkali dipenuhi syarat-syarat memberatkan dan dilakukan dengan kekerasan. Sebaliknya, Cina dianggap sebagai pedagang dan investor jujur yang menghormati kedaulatan negara-negara Afrika. (ra/mintpress)

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account