Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Ini Sejarah Korea Utara, Korban Serangan Bom Terbesar AS Dalam Sejarah

Published 16/12/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
Tentara AS di kawasan Sunchon/Sukchon, Korea Utara, 20 Okt. 1950. (AP Photo/Max Desfor)

Pyongyang, LiputanIslam.com—Ketika dunia sibuk mengkhawatirkan ketegangan yang meninggi dan retorika panas antara AS dan Korea Utara, ada satu hal penting yang luput dari perhatian publik—alasan ketakutan Korea Utara yang membuatnya ngotot mempertahankan senjata nuklir mereka.

Ted Nace, seorang kolumnis dan pendiri CoalSwarm, menjelaskan secara rinci isu ini di situs Mintpressnews pada 8 Desember 2017. Nace menulis, ketakutan Korut itu adalah agresi bom yang dilancarkan Angkatan Udara AS dalam masa Perang Korea dan jumlah korban yang besar akibat pengeboman tersebut.

Meskipun fakta lengkapnya tak pernah diketahui, Nace menilai bukti-bukti yang tersedia mengarah kepada kesimpulan bahwa “pengeboman kota-kota dan desa-desa Korut mengakibatkan lebih banyak kematian warga sipil daripada agresi bom lainnya dalam sejarah dunia.”

Ahli sejarah Bruce Cumings, menjelaskan operasi bom itu sebagai “salah satu episode terburuk kekerasan Amerika terhadap negara lain, namun yang pasti hanya sedikit orang Amerika yang tahu tentang ini.”

Nace menulis, operasi yang dilakukan dari tahun 1950 sampai 1953 ini menewaskan 2 juta warga Korea Utara, atau sekitar 20% populasi. Setidaknya demikian pengakuan dari Jenderal Curtis LeMay, ketua Komando Udara Strategis dan organisator pengeboman di Tokyo dan kota-kota Jepang lainnya.

Sumber lain mengeluarkan angka lebih rendah. Berdasarkan data yang dirilis Pusat Studi Perang Sipil (CSCW) dan International Peace Research Institute, Oslo (PRIO), “perkiraan terbaik” angka kematian sipil Korut adalah 995.000 orang.

Perkiraan angka korban Korut dari CSCW/PRIO ini ternyata melebihi angka kematian sipil dari operasi pengeboman besar lain, yaitu pengeboman pasukan Sekutu ke kota-kota Jerman dalam Perang Dunia II, yang diperkirakan merenggut 400.000 sampai 600.000 jiwa;  pengeboman kota-kota Jepang—330.000 sampai 900.000 jiwa; pengeboman Indochina (1964-1973), 121.000 sampai 361.000 jiwa; total korban Operasi Rolling Thunder, Operasi Linebacker, dan Operasi Linebacker II (Vietnam); Operasi Menu and Operasi Freedom Deal (Kamboja), dan Operasi Barrel Roll(Laos).

Nace menemukan bahwa serangan AU AS terhadap Korut menggunakan taktik pengeboman yang dikembangkan dalam Perang Dunia II terhadap Eropa dan Jepang.

Pada tanggal 3 November 1950, Jenderal AS Douglas MacArthur AU AS menyetujui permintaan Letnan Jenderal George E. Stratemeyer untuk menghancurkan kota Kanggye dan kota-kota lainnya di Korut: “Bakar semuanya seperti yang kamu mau. Bukan hanya itu, Strat, bakar dan hancurkan untuk memberi pelajaran kepada kota-kota lainnya yang bernilai tinggi bagi musuh.” Stratemeyer juga menerima intruksi seperti ini: “Semua instalasi, fasilitas, dan desa di Korea Utara sekarang adalah target militer.”

Selama kurang dari tiga minggu serangan ke Kanggye, terdapat 10 kota hancur, yaitu Ch’osan (85%), Hoeryong (90%), Huich’on (75%), Kanggye (75%), Kointong (90%), Manp’ochin (95%), Namsi (90%), Sakchu (75%), Sinuichu (60%), dan Uichu (20%). Sementara serangan berlanjut, AU AS terus menghitung hasil penghancuran kota-kota lainnya:

* Anju – 15%
* Chinnampo (Namp’o)- 80%
* Chongju (Chŏngju) – 60%
* Haeju – 75%
* Hamhung (Hamhŭng) – 80%
* Hungnam (Hŭngnam) – 85%
* Hwangju (Hwangju County) – 97%
* Kanggye – 60%
* Kunu-ri (Kunu-dong)- 100%
*Kyomipo (Songnim) – 80%
* Musan – 5%
* Najin (Rashin) – 5%
* Pyongyang – 75%
* Sariwon (Sariwŏn) – 95%
* Sinanju – 100%
* Sinuiju – 50%
* Songjin (Kimchaek) – 50%
* Sunan (Sunan-guyok) – 90%
* Unggi (Sonbong County) – 5%
* Wonsan (Wŏnsan)- 80%

“Setelah selesainya masa Perang Korea, tidak ada survei yang keluar tentang operasi ini selain peta dari internal AU AS yang memperlihatkan kerusakan kota-kota Korut. Peta-peta ini juga dirahasiakan selama 20 tahun berikutnya,” tulis Nace.

“Ketika peta-peta itu akhirnya diam-diam dibuka pada 1973, minat Amerika dan dunia terhadap Perang Korea sudah hilang. Hanya dalam beberapa tahun terakhir ini saja mulai ditemukan susunan fakta peperangan itu dari hasil penelitian para ahli sejarah seperti Taewoo Kim (Institut Analisis Pertahanan Korea), Conrad Crane (Akademi Militer AS) dan  Su-kyoung Hwang (Universitas Pennsylvania),” tambahnya.

Sampai hari ini, pengeboman kota-kota dan desa Korut masih jarang diketahui oleh media dan masyarakat luas, meski hal ini sangat berhubungan dengan sikap Korea Utara dalam mempertahankan senjata nuklirnya.

Nace berpendapat, jika masyarakat Amerika tidak mengetahui fakta-fakta ini, mereka tidak akan memahami rasa takut yang terpendam di balik sikap dan tindakan kontroversial Korea Utara. (ra/mintpress)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account