Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Pilih Caleg Hijau

Published 04/04/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh: Firdaus Cahyadi *

Firdaus_02Kabar buruk itu datang dari laporan kalangan ilmuwan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipublikasikan di berbagai media akhir Maret ini. Para ilmuwan PBB itu menyatakan bahwa bakal terjadi lonjakan emisi karbon yang akan memperkuat terjadinya risiko konflik, kelaparan, bencana alam, dan migrasi massal terbesar diabad ini.

Peringatan keras akan munculnya bencana ekologi perubahan iklim bukan kali ini saja. Sebelumnya, Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memperkirakan bahwa temperatur global yang akan naik 0,3-4,8 derajat Celsius (0,5-8,6 derajat Fahrenheit) pada abad ini. Air laut pun diperkirakan naik sebanyak 26-82 cm (10-32 inci) pada 2010.

Indonesia sebagai negara kepulauan pun menghadapi ancaman besar dari dampak perubahan iklim. Kenaikan muka air laut akan mengancam kota-kota di wilayah pesisir. Pulau-pulau kecil di negeri ini pun terancam tenggelam akibat perubahan iklim ini. Belum lagi ancaman kelaparan dan gagal panen akibat perubahan iklim. Singkat kata perubahan iklim akan memperbesar skala bencana ekologi di Indonesia.

Perpaduan sempurna antara dampak buruk perubahan iklim dengan kerusakan lingkungan hidup pada tingkat lokal memperbesar bencana ekologi di negeri ini. Salah satunya dialami oleh Benyamin Loho seorang nelayan asal Kampung Bahowo Kelurahan Tongkaina, Kota Manado. Seperti ditulis di portal Tribun Menado (3/4), Benyamin mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah tangkapan ikan oleh nelayan di Menado akibat kondisi cuaca yan tak menentu dan adanya reklamasi di kawasan Boulevard dan sekitarnya.

Bukan hanya itu, reklamasi pantai di Menado ditengarai juga menjadi penyebab bencana ekologi berupa banjir bandang di kawasan itu pada awal tahun ini. Menurut Manager Penanganan Bencana WALHI Nasional Mukri Friatna, seperti ditulis oleh Okezone.com (18/1), banjir di Menado terjadi lantaran kawasan perbukitan dan pergunungan di Manado digundul dan tanahnya diambil untuk menutupi pesisir pantai yang akan dijadikan reklamasi perumahan.

Bencana ekologi bukan hanya terjadi di Menado, namun hampir di seluruh wilayah negeri ini. Masih segar di ingatan kita mengenai bencana ekologi tahunan kabut asap yang terus terjadi di Riau. Kita juga belum lupa bahwa di Jawa Timur, ada bencana ekologi lumpur Lapindo. Di Jakarta, yang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, juga masih belum bisa terlepas dari bencana ekologi berupa banjir dan polusi udara.

Semua bencana ekologi, baik yang diakibatkan oleh perubahan iklim atau tidak, selalu dipicu oleh lahirnya kebijakan publik yang tidak berpihak pada keberlanjutan ekologi. Dalam konteks inilah kita memerlukan munculnya politisi hijau. Politisi hijau di sini tidak ada kaitannya dengan agama tertentu atau militer. Hijau disini adalah simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pemilihan umum (Pemilu), baik legislatif maupun presiden, adalah momentum untuk memunculkan politisi hijau.

Di tengah ancaman bencana ekologi, memilih calon legislatif (caleg) hijau adalah sebuah keniscayaan. Pertanyaannya berikutnya adalah adakah caleg hijau dalam pemilu 2014 ini?

Kriteria mengenai caleg hijau perlu dibuat untuk memandu para pemilih aar tidak salah pilih pada wakilnya saat pemilu yang akan dilaksanakan pada 9 April tahun ini. Kriterianya sebenarnya tidak terlalu sulit. Setidaknya ada empat kriteria politisi hijau itu.

Pertama, caleg hijau adalah mereka yang dalam kampanyenya tidak merusak pohon-pohon di sepenjang jalan dengan gambar narsisnya. Jika belum menjadi anggota DPR saja mereka sudah dengan mudah merusak pohon-pohon di pinggir jalan maka, hampir dapat dipastikan mereka juga tidak akan peduli dengan rusaknya jutaan pohon di hutan-hutan.

Kedua, caleg hijau adalah mereka yang tidak mendukung mendukung proyek-proyek yang merusak lingkungan hidup. Para pemilih pada pemilu 2014 ini tinggal mengingat lagi siapa caleg yang mendukung pemberikan ijin bagi pembukaan hutan untuk perkebunan dan pertambangan. Publik tentu masih ingat siapa caleg yang begitu getol mengijinkan bahkan mengusulkan pembangunan jalan tol dalam kota yang justru memfasilitasi pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan polusi udara. Para pemilih tentu masih ingat caleg yang mendukung proyek mobil murah yang memboroskan bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, caleg hijau adalah mereka yang tidak menjadi pembela kepentingan perusahan-perusahaan perusak lingkungan hidup ketika berkonflik dengan masyarakat. Para pemilih dalam pemilu tahun ini tentu masik ingat siapa politisi yang selalu membela kepentingan Lapindo dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo.

Keempat, caleg hijau adalah mereka yang tidak mendapatkan sumbangan kampanye dari perusahan-perusahaan yang selama ini terlibat langsung atau tidak langsung dengan perusakan lingkungan hidup. Masyarakat harus mulai mencatat perusahaan-perusahaan apa saja yang selama ini merusak lingkungan dan memonitoring apakah perusahaan-perusahaan itu memberikan sumbangan untuk kampanye para politisi di pemilu 2014.

Kriteria caleg hijau sudah dibuat. Kini pilihan ada di tangan kita yang akan menjadi pemilih pada pemilu 2014 ini. Apakah kita akan mengakhiri bencana ekologi dengan memilih caleg hijau? Atau kita akan memperparah bencana ekologi dengan memilih caleg hitam perusak lingkungan?

*)Knowledge Manager for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account