Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Begini Cara Turki Gagalkan Rencana Serbuan Saudi Dan UEA Ke Qatar

Published 03/07/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Doha, LiputanIslam.com –  Telah beredar keterangan baru mengenai rencana serangan militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) terhadap Qatar, setelah sebelumnya telah diungkap oleh aktivis medsos Saudi pemilik akun Twitter “@mujtahidd”.

Seorang narasumber terpercaya menyebutkan bahwa pernyataan Turki mengenai penyebaran pasukannya di Doha telah mengacaukan perimbangan dan membuat rencana Saudi dan UEA menjadi terbengkalai sehingga keduanya murka terhadap Turki.

Narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan bahwa tentara Qatar yang terlibat dalam aliansi Arab belum dapat pulang sebelum diakhirinya partisipasi Qatar dalam misi aliansi pimpinan Saudi ini. Saudi dan UEA lantas berusaha memanfaatkan pasukan Qatar ini untuk menjalankan rencana kudeta militer terhadap Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani.

Kepada surat kabar al-Khalej al-Jadid, narasumber itu menjelaskan bahwa Angkatan Laut dan pasukan katak UEA telah berkonsentrasi di Bahrain sebagai persiapan untuk menyerbu dan menguasai pelabuhan-pelabuhan laut dan Bandara Internasional Hamad, sementara misi serangan darat dan penguasaan terhadap Qatar dipasrahkan kepada Saudi.

Menurut sumber ini, dalam rencana itu Saudi dan UEA berusaha merahasiakan serangannya dengan cara menebar opini bahwa serangan itu dilakukan bukan oleh keduanya, melainkan oleh pasukan Qatar sendiri yang memandang kebijakan Tamim berbahaya bagi Qatar. Saudi dan UEA kemudian akan mengadakan kesefahaman dengan salah seorang tokoh klan al-Thani untuk penobatannya sebagai emir Qatar menggantikan Tamim.

Namun, lanjut sumber itu, keputusan parlemen Turki pada 7 Juni lalu untuk mengerahkan pasukan negara ini ke Qatar tak pelak menjungkir balikkan perimbangan, apalagi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan segera mengonfirmasi keputusan ini.

Pendirian Turki ini mengacaukan pertimbangan Saudi dan UEA sehingga memicu kemarahan keduanya terhadap Turki, dan kemarahan ini kemungkinan akan dinyatakan dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, pengguna akun Twitter kondang “@mujtahidd” yang diduga sebagai aktivis medsos Saudi dari kalangan pangeran oposan Saudi telah mengungkap beberapa hal krusial mengenai rencana Pangeran Abu Dhabi Mohammed Bin Zayed dan Pangeran Saudi Mohammed Bin Salman.

Dia menyebutkan bahwa keduanya akan menggalang upaya kudeta di Qatar dengan cara menggunakan pasukan Black Water dan tentara UEA untuk kemudian diangkat salah seorang tokoh klan al-Thani sebagai pemangku kebijakan Saudi dan UEA di Qatar, tapi rencana ini belakangan dibatalkan.

Mengutip keterangan sumber-sumber intelijen, mujtahidd menjelaskan, “Saudara-saudara kami di bagian intelijen telah memperoleh rincian upaya kudeta di Qatar yang diatur oleh Bin Salman dan Bin Zayed, tapi keduanya kemudian membatalkan upaya ini setelah terjadi intervensi militer Turki secara tidak langsung.”

Dia juga menyebutkan bahwa Bin Salman dan Bin Zayed “yang memang congkak” mengira rencana itu sudah matang dan akan efektif, padahal “banyak celahnya, pasti gagal, dan tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang terpaksa.”

“Konspirasi ini semula akan diterapkan segera setelah penghentian tugas pasukan Qatar di perbatasan selatan, dan konspirasi akan dilakukan dengan cara menggunakan ide pemulangan pasukan ini ke Qatar sebagai anasir yang mengejutkan,” imbuh Mujtahidd.

Disebutkan bahwa Saudi dan UEA telah menghentikan partisipasi pasukan Qatar dalam operasi militer aliansi Arab bersandi “Badai Mematikan” ketika keduanya memutuskan hubungan dengan Qatar.

“Rencana yang gagal diterapkan itu mencanangkan penahanan pasukan Qatar di Najran selama beberapa hari dan komunikasi dengan mereka diputuskan dengan berbagai alasan disertai ungkapan secara berlebihan bahwa pasukan ini dihormati dan diberi perhatian. Dalam kurun waktu inilah pasukan khusus Saudi dan UEA akan dikirim ke Qatar dengan seragam yang sama dengan tentara Qatar agar mereka diduga sebagai tentara Qatar yang pulang, cara yang mirip dengan kisah Kuda Troya,” tulis Mujtahidd. (mm/watan)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account