Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Zakir Naik Puji Penegakan Hukum di Arab Saudi, Ini Tanggapan Netizen

Published 11/04/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Makassar, LiputanIslam.com –Ceramah pendakwah asal India Zakir Naik soal penegakan hukum di Arab Saudi mendapatkan tanggapan beragam dari netizen. Sebagian besar tanggapan bernada miring, karena menganggap pernyataan Zakir itu berlawanan dengan fakta penegakan hukum di Arab Saudi.

Zakir mengakhiri lawatannya ke Indonesia dengan menyampaikan orasi bertema Quran and Modern Sains di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 10 April 2017. Di sela ceramah, Zakir memuji-muji Arab Saudi rendah sebagai negara dengan angka kriminalitas sangat rendah. Menurutnya, situasi ini merupakan akibat dari ditegakkannya hukum Islam di Arab Saudi.

Zakir Naik juga membandingkan angka kriminalitas di Arab Saudi itu dengan angka kriminalitas di AS. Zakir Naik mengatakan, sebagai negara maju, Amerika Serikat justru berhadapan dengan sangat tingginya angka kriminalitas yang membuat kehidupan di sana sangat tidak nyaman. “Semenit saja, tindakan kriminal itu terjadi di AS. Kita sudah tiga jam di sini, sekitar 50 kasus pemerkosaan terjadi di AS,” kata Zakir.

Zakir lalu menyatakan bahwa hal itu berbanding terbalik dengan situasi di Arab Saudi di mana angka kriminalnya sangat rendah. “Kenapa Arab paling sedikit tindakan kriminal? Karena mereka berlakukan hukumIslam,” ucap dia. Kalau saja Arab Saudi menghentikan hukum Islam maka akan banyak terjadi tindakan kriminal.

Pernyataan Zakir tersebut mengundang reaksi beragam dari netizen, yang umumnya mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan. Sebagaimana yang bisa dilihat pada komentar atas berita tersebut di tempo online, sebagian netizen menyoroti soal sangat tingginya angka kekerasan dan pelecehan terhadap TKW asal Indonesia. Ada juga yang menyoroti soal keterlibatan pemerintah Arab Saudi dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris semisal Al-Qaeda dan ISIS. Ada juga yang sinis dengan keterlibatan Riyadh dalam perang di Yaman yang menyebabkan melayangnya ribuan nyawa warga sipil.

Sikap kritis lainnya ditunjukkan oleh netizen dengan mengemukakan bahwa angka kriminalitas terendah di dunia justru dimiliki oleh negara “kafir” seperti Jepang dan Belanda. Artinya, netizen menyoroti sikap tidak fair Zakir yang hanya menjadikan Amerika sebagai perbandingan.

Sementara itu, ada juga menyatakan bahwa yang rendah itu bukan fakta kasus kriminalitasnya, melainkan pemberitaan mengenai kasus-kasus kriminalitas itu. Maksudnya, angka kriminalitas di Arab Saudi tinggi, dan hal tersebut bisa dilacak dari berbagai indikator. Akan tetapi, karena pers tidak bebas memberitakan, fakta-fakta tersebut tidak sampai terungkap.

Meskipun demikian, ada juga netizen yang membela pernyataan Zakir Naik, dengan menyatakan bahwa yang disampaikan oleh Zakir tak lebih merupakan upaya untuk menegakkan ajaran dan hukum Islam.

Zakir Naik adalah pendakwah yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Arab Saudi. Tahun 2015 lalu, Zakir mendapatkan penghargaan The King Faisal International Prize dari pemerintah Arab Saudi karena dianggap berjasa untuk Islam. Untuk itu, Zakir mendapatkan hadiah sebesar 200.00 US Dollar (sekitar Rp 2,6 Milyar).  (ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Timur Tengah

KTT Luar Biasa OKI Serukan Sanksi terhadap Israel

By Muhammad
Timur Tengah

Blinken: Bin Salman Berminat Normalisasi Saudi-Israel, Tapi Terganjal Perang Gaza

By Muhammad
Timur Tengah

Menlu Saudi: Tak akan Ada Normalisasi dengan Israel Sebelum ada Negara Palestina

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account