Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Mengapa Perempuan Arab Saudi Dilarang Mengemudi?

Published 01/03/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Riyadh, LiputanIslam.com–Penasehat Asosiasi Psikolog Teluk, Sheikh Saleh bin Saad al-Lohaidan, baru-baru ini mengatakan kepada sebuah website Saudi bahwa “Jika perempuan mengemudi,… itu akan berakibat negatif ke psikologi mereka sebagaimana penelitian psikologi dan medis menunjukkan bahwa [kegiatan mengemudi] secara otomatis berakibat buruk ke ovarium dan mendorong tulang pinggul ke atas. Itulah mengapa kami menemukan mereka yang sering mengemudi memiliki anak dengan kesehatan buruk.”

Komentar sheikh ini merefleksikan masalah utama di Arab Saudi sekarang: Perempuan dilarang mengemudi, dan banyak dari mereka sangat ingin diperbolehkan.

Pembatasan ekstrem terhadap perempuan di Arab Saudi memang kelihatan aneh: Tidak seperti di Afghanistan di bawah cengkeraman Taliban, contohnya, perempuan Saudi tidak dibolehkan belajar atau bahkan bekerja. Dan perempuan diperbolehkan mengemudi di negara Islam lain seperti Iran.

Jadi, mengapa perempuan Saudi dilarang mengemudi?

Arab Saudi menganut Wahabisme, sebuah kepercayaan yang menekankan pemisahan antar kedua jenis kelamin dan pengerudungan perempuan (yang menutupi seluruh tubuh dan wajah). Pada 1990, perempuan Saudi mulai menuntut reformasi sosial, termasuk hak untuk mengemudi, namun polisi agama bersikap lebih tegas dengan melegalkan pelarangan mengemudi.

“Hal ini kemudian dikatalisasi oleh kampanye moral yang memperkuat kepercayaan bahwa istri dan ibu sholehah yang ideal adalah yang terpencil,” kata Jaime Kucinskas, dosen agama dan sosial di Universitas Indiana. “Pemerintah Saudi merilis program TV yang memperlihatkan anak-anak perempuan bernyanyi dengan bangga bahwa mereka perempuan dan tidak mengemudi.”

Organisasi HAM Wanita telah melakukan sejumlah demonstrasi kecil untuk meminta pemerintah melegalkan perempuan untuk mengemudi, namun sejauh ini tidak ada pencapaian yang berarti. Sebuah kampanye terbaru mengajak para wanita berkumpul dalam unjuk rasa pada 26 Oktober lalu, namun pemerintah Saudi menutup website kampanye tersebut.

Raja Abdullah sempat melakukan sejumlah perubahan pada 2009, dengan menunjuk menteri deputi perempuan dan membuka universitas yang tidak memisahkan perempuan dan laki-laki. Namun, ulama setempat menentang kebijakan sang raja karena dinilai terlalu progresif.

“Nilai ideal dalam keshalehan wanita dihubungkan dengan rumah, perlindungan, dan pengasingan,” kata Kucinskas. “Sedangkan mengemudi menyimbolkan hal sebaliknya: kebebasan perempuan di ranah publik.”

“Pemisahan publik antara laki-laki dan wanita adalah identitas nasional Saudi dan dilihat oleh Saudi sendiri sebagai ciri mengapa golongan mereka lebih unggil dibandingkan  negara Barat atau negara bermayoritas Muslim lainnya.” ucapnya. (ra/theatlantic.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account