Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Perundingan Damai Suriah, Oposisi Enggan Berdialog Langsung

Published 24/01/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Astana, LiputanIslam.com –  Hari pertama perundingan damai antara delegasi pemerintah Suriah di satu pihak dan delegasi kubu oposisi di pihak lain di Astana, ibu kota Kazakhstan, telah berlangsung, Senin (23/1/2017).

Sumber yang dekat dengan pemerintah Suriah mengatakan kepada AFP, “Sesi-sesi pertemuan delegasi kami sudah selesai,” sementara juru bicara kubu oposisi Yahya al-Aridhi  juga mengatakan bahwa perundingan hari pertama sudah selesai.

“Tak ada tambahan pertemuan pada hari ini, tapi masing-masing pihak bekerja mengenai persoalan penguatan gencatan senjata yang telah dicapai pada 30 Desember 2016.

Perundingan pemerintah dan oposisi Suriah yang dimulai Senin pagi itu juga melibatkan Rusia, Iran, Turki dan PBB. Menurut al-Aridhi, perundingan ini “berkepanjangan dan menghasilkan”, dan perdebatannya “mendalam” mengenai “problematika politik” di Suriah bersama utusan Moskow.

Oposisi Enggan Berdialog Langsung

Pada momen terakhir, delegasi oposisi menyatakan tidak bersedia berdialog langsung dengan delegasi pemerintah, meskipun semuanya duduk mengitari satu meja bundar di Hotel Rixos, Astana. Al-Aridhi mengatakan bahwa perundingan selanjutnya hari ini, Selasa (24/1/2017), akan dilakukan melalui mediator.

Bocoran Kesepakatan Rusia-Turki

Mohammad al-Shami, anggota delegasi oposisisi Suriah mengaku mendapat bocoran mengenai adanya kesepakatan Turki dengan Rusia mengenai transisi politik tanpa menyentuh pribadi Presiden Suriah Bashar al-Assad, yakni bahwa pembentukan pemerintahan rekonsiliasi dan lain sebagainya tidak berarti menjatuhkan pemerintah Suriah secara total.

Menurut al-Shami yang memimpin kelompok Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), kesepakatan yang bocor di akhir sesi pertama itu tidak dipaparkan kepada oposisi maupun kepada Iran dan delegasi pemerintah Suriah untuk diminta pendapat mereka, melainkan semata-mata kesepakatan Rusia-Turki.

Mengenai jalannya perundingan itu sendiri, dia mengatakan, “Ada berbagai kesulitan dan  pembicaraan mengenai beberapa kesepakatan rahasia…tapi capaian terpenting dan telah diberitahukan kepada kami ialah bahwa perundingan antara delegasi oposisi dan delegasi pemerintah akan dilakukan secara tidak langsung, dan bahwa tanggal 8 Februari mendatang akan menjadi jadwal dimulainya perundingan Jenewa.”

Pelibatan Saudi dan Qatar

Mohammad al-Shami juga mengatakan, “Rusia dewasa ini menjadi pihak yang netral dan pelindung perundingan. Mereka bersikukuh pada kontinyuitas perundingan ini, dan pada sesi pertama mereka bekerjasama dengan Turki mengupayakan pendekatan persepsi pada level yang cukup dan dapat diterima untuk memulai perundingan. Misalnya, delegasi pemerintah semula menolak perwakilan Arab Saudi dan Qatar, tapi kemudian ada tekanan terhadap mereka, sebagaimana oposisi semula menolak adanya delegasi Iran, tapi mereka mereka juga mendapat tekanan.”

Perang Melawan Teroris

Dia kemudian menyebutkan bahwa semua pihak sepakat untuk memerangi kelompok teroris, terutama ISIS, meskipun masih ada perselisihan tajam mengenai kelompok mana saja yang patut dicantumkan dalam daftar kelompok teroris, terutama karena kubu oposisi meminta supaya beberapa kelompok bersenjata dari kalangan Muslim Syiah, termasuk Hizbllah Lebanon dan Hizbullah Irak, serta Pasukan Demokrasi Suriah ikut dicantumkan dalam daftar ini.

Selain itu, belum jelas pula kelompok-kelompok mana saja yang akan mengemban misi perang melawan teroris, tapi yang jelas Rusia dan Turki sudah memutuskan untuk terus menggempur ISIS dan Jabhat Fateh Sham (Jabhat al-Nusra).

Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam jumpa pers di Moskow, Senin, menyatakan ada upaya untuk menghalangi pertemuan langsung antara oposisi dan pemerintah di Astana, sementara tujuan utama perundingan ini ialah memfasilitasi komunikasi langsung antara kedua pihak dengan mediasi internasional.

Perundingan damai Suriah di Astana secara tertutup akan berlanjut sampai hari ini, Selasa (24/1/2017). Delegasi oposisi terdiri atas 14 kelompok bersenjata, sedangkan delegasi pemerintah Suriah dipimpin oleh Bashar al-Jaafari, dubes Suriah untuk PBB. (mm/rayalyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account