Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ketika Sunni dan Kristen Bergabung Berjuang Bersama Hizbullah

Published 14/03/2016 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

pejuang hizbullahLiputanIslam.com — Usman adalah seorang Muslim yang bermazhab Sunni. Namun ke-Sunni-annya itu tidak menjadi penghalang baginya untuk bergabung bersama muqawama Lebanon, Hizbullah. Baginya, perang dengan membenturkan sekterian telah merobek-robek kawasan Timur Tengah. Relakah ia jika kehancuran serupa terjadi di Lebanon, tanah airnya?

“Saya adalah seorang patriotik. Lebanon adalah negara saya, dan saya ingin bergabung dengan muqawama, dan Hizbullah hadir dengan ideologi ini. Kami tidak bicara tentang masalah sekterian,” papar Usman.

Usman dilatih dan dipersenjatai oleh Hizbullah. Ia mambawa senapan, dan siap sedia kapanpun ketika ada panggilan membela Lebanon dari ekstremis-ekstremis lokal, ataupun ketika ada panggilan untuk bergabung melawan kelompok teroris di Suriah.

Sami Ramadan, adalah seorang perekrut anggota Hizbullah dari kalangan Muslim Sunni.

“Saraya Al Muqawama (sayap militer Hizbullah) dibentuk oleh orang-orang non-ekstremis. Hizbullah memang bersifat religius, tetapi di Lebanon kami sangat beragam. Haruskan Hizbullah sebagai satu-satunya kelompok yang melakukan perlawanan? Karena itulah, dibentuk Saraya untuk memberi peluang bagi siapapun yang ingin bergabung,” papar Sami, (Ibtimes, 11 April 2015).

Sami Ramadan, perekrut Anggota Muslim Sunni
Sami Ramadan, perekrut Anggota Muslim Sunni

Dalam militer, baik Hizbullah ataupun Saraya mendapatkan pelatihan yang sama. Namun dalam ideologi perlawanan yang dibangun, ada perbedaan mendasar. Anggota Hizbullah berfokus pada perlawanan menurut perspektif Syiah, sementara untuk Saraya lebih difokuskan pada pemahaman bahwa kita memiliki musuh yang sama, yaitu rezim Zionis, Takfiri dan jaringannya.

Penduduk Kristen pun Bergabung Dengan Hizbullah

Benar, Hizbullah memang telah dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Israel. Setelahnya, Uni Eropa juga ikut memasukkan Hizbullah ke dalam daftar hitam. Dan baru-baru ini, negara-negara Arab yang dimotori Arab Saudi membebek dengan memasukkan Hizbullah sebagai kelompok teroris juga. Namun, jika benar Hizbullah adalah kelompok teroris, lalu mengapa warga Lebanon bergama Kristen pun ikut bergabung dengan Hizbullah?

“Mereka menerima kami seperti apa adanya kami,” Christian Post menjelaskan, mengutip pernyataan dari penduduk Kristen Lebanon.

Menurut narasumber Lebanon, Buletin G2 Joseph Farah, penduduk Kristen di daerah Lembah Bekaa Lebanon bergabung dengan pejuang Hizbullah untuk berperang melawan ISIS maupun Jabhat Al Nusra yang masih bercokol di beberapa titik di pengunungan Qalamoun, Suriah, yang berbatasan dengan Lebanon.

Rifat Nasrallah
Rifat Nasrallah

Rifaat Nasrallah, seorang pengusaha Katolik yang merupakan bagian dari milisi dalam melawan ISIS di Ras Baalbek, menyatakan alasannya bergabung dengan Hizbullah.

“Kami berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Satu-satunya yang bisa melindungi kami adalah Hizbullah. Satu-satunya yang bangkit melawan dan memiliki tentara adalah Hizbullah. Tidak ada lagi yang perlu disembunyikan,” jelasnya (Christian Post, 11 Mei 2015).

Menurut Rifaat, Hizbullah tidak pernah mengharapkan apalagi memaksa sekutunya untuk masuk Islam ataupun memberikan baiat.

“Mereka menerima kami apa adaanya. Mereka tidak memaksakan apapun kepada kami. Ketika ada kesempatan, mereka bahkan menghadiri pesta ulang tahun anak-anak kami. Orang-orang di sini menerima kehadiran Hizbullah, dan memang mereka banyak membantu.”

Ada analisis yang menyebut bahwa aliansi antara Hizbullah dengan Muslim Sunni ataupun Kristen semata-mata karena masalah kenyamanan, mengingat jika wilayah Lebanon sampai jatuh ke tangan ISIS ataupun kelompok teroris lainnya, maka otomatis kejadian memilukan di Suriah dan Irak akan terulang kembali ke Lebanon.

Ya, memang demikian adanya, dan tidak yang salah dengan hal itu? Bukankah ketika kita mempertahankan negara, maka sekat-sekat suku, ras, ataupun agama, seharusnya memang ditiadakan?

Hizbullah sejak lama telah pasang badan untuk menjaga keamanan Lebanon, dan tentu saja, seorang patriotik tidak akan tinggal diam melihat negerinya di bawah ancaman, tidak peduli apakah dia seorang Sunni ataupun seorang Kristen. Kalau memang Hizbullah bisa melatih dan menyiapkan segala kebutuhan logistik untuk melindungi tanah air, mengapa pula harus mempermasalahkan sekterian?

“Kami tidak berbicara tentang asumsi ancaman. Tetapi kami bicara tentang agresi nyata yang harus kita hadapi setiap jam, setiap hari, dan setiap malam. Kelompok teroris terus menerus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, dan mereka berhasil menawan puluhan tentara dan polisi Lebanon. Kita perlu solusi permanen,” tegas Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah.

Perlawanan Terhadap Israel

Hezbollah's Executive Council Chief Sheikh Nabil Qaouk (left) and Sheikh Maher Hammoud (right) in a Hezbollah ceremony in Sidon
Hezbollah’s Executive Council Chief Sheikh Nabil Qaouk (left) and Sheikh Maher Hammoud (right) in a Hezbollah ceremony in Sidon

Berlarut-larutnya konflik yang terjadi di dunia Muslim, membuat kita cenderung abai dan bahkan melupakan bahwa musuh kita sesungguhnya adalah Zionis Israel. Dengan adanya perang Suriah dan Irak yang kental dengan muatan Sunni-Syiah, tentu saja Zionis Israel sangat diuntungkan oleh hal ini. Semakin lama Sunni-Syiah larut dalam pertikaian, maka semakin mudah bagi Israel untuk memantapkan eksistensinya di kawasan.

Tapi Hizbullah tidak membiarkan Israel di atas angin.

“Tanggapan Hizbullah atas Israel yang bertaruh pada perselisihan Sunni-Syiah adalah, kami, muqawama Lebanon, mempersiapkan diri kami dalam perang berikutnya melawan Israel, dan ribuan saudara Sunni kami di Lebanon telah bergabung dengan Hizbullah,” tegas Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Nabil Kaouk, di Sidon (DailyStar, 4 Januari 2015).

Sheikh Nabil menyebut bahwa Israel telah mendukung kelompok-kelompok teroris dan mengeksploitasi krisis Suriah dengan tujuan untuk melemahkan kelompok muqawama. Namun, menurut Sheikh Nabil, Israel akan gigit jari karena Hizbullah berhasil menggagalkan ‘proyek Takfiri di Lebanon’.

Terorisme tidak bisa disebut sebagai jihad yang hanya menargetkan Sunni saja, atau Syiah saja, karena faktanya, siapapun yang berani menentang kelompok teroris akan dibunuh.

“Takfiri tidak mewakili Sunni, karena banyak Muslim Sunni yang terbunuh di seluruh kawasan. Tetapi mereka selalu menabur permusuhan Sunni-Syiah. Mereka juga berencana menjadikan Lebanon sebagai ‘medan perang’ di masa depan.”

Ketika Sunni, Syiah bersatu. Ketika umat agama lain dirangkul untuk membela tanah air, Insya Allah, kelompok perlawanan akan menang. Imam Ali berwasiat, bahwa ‘mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan’. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account