
GRUP adalah aliansi 25 organisasi, antara lain GP Ansor Kota Bogor, KNPI Kota Bogor, IPNU-IPPNU, PMII, GMNI, dll. Kecaman GRUP disampaikan dalam konferensi pers di Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi Bogor, Kamis (11/2/2016).

GRUP pula menolak aksi walikota yang seakan-akan terus melakukan pencitraan atas dirinya.
“Masih banyak kasus yang lebih penting, tapi dia (walikota) malah pencitraan terus, ini semata-mata hanya mengejar jabatan yang lebih tinggi,” kata Imron.
Selain itu walikota Bogor juga dinilai Imron telah mengkhianati Pancasila dan UUD.(Baca: Kehadiran Bima Arya di HTI Terus Tuai Kecaman)
“Ini penyalahgunaan kewenangan, maskot Kota Bogor mencerminkan kepala daerah yang akan menghancurkan negara,” ujarnya.
Nantinya, mereka akan melakukan beberapa aksi gerakan untuk mendesak Walikota Bogor untuk turun dari jabatannya. Mereka pun menghimbau kepada DPRD kota Bogor untuk melakukan hak angket atas kasus ini.
“Lebih baik walikota Bogor mengundurkan diri,” tutup Imron.(dw/pojokjabar.com)