Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Assange Tinggalkan Kedubes Ekuador jika Kalah Perkara di PBB

Published 05/02/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Assange_Nasrallah_2196270bLondon, LiputanIslam.com — Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, akan meninggalkan Kedutaan Besar Ekuador di London, tempat ia berlindung sejak 12 Juni 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, dan bersedia ditahan, Jumat (5/1), jika badan PBB yang menyelidiki perkaranya memutuskan ia kalah.

Assange (44) dicari di Swedia untuk diperiksa terkait tuduhan pemerkosaan pada 2010, yang dibantahnya.

“Jika PBB besok mengumumkan bahwa saya kalah dalam perkara melawan Inggris dan Swedia, saya akan keluar dari kedutaan pada Jumat siang dan menerima penahanan oleh polisi Inggris, karena tidak ada peluang berarti untuk banding lebih jauh lagi,” kata Assange, dalam pernyataan di Twitter WikiLeaks.

“Meski demikian, jika saya menang dan pemerintah itu dinyatakan bertindak melanggar hukum, saya mengharapkan paspor saya segera dikembalikan dan upaya lebih jauh untuk menahan saya dihentikan,” katanya seperti dilansir Antara.

Assange khawatir Swedia akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat, dimana ia bisa diadili atas publikasi dokumen-dokumen militer dan diplomatik rahasia yang dilakukan WikiLeaks, salah satu kebocoran informasi terbesar dalam sejarah AS.

Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang saat ini mempertimbangkan permintaan bantuan oleh Assange, yang dalam pengaduannya berpendapat bahwa masa yang ia lewatkan di kedutaan merupakan penahanan sewenang-wenang yang dibuat.

Assange berpendapat, kemerdekaannya yang mendasar telah dirampas, termasuk akses ke cahaya matahari ataupun udara segar, fasilitas pengobatan memadai, serta ketidakamanan hukum dan prosedur.

Assange menjadi berita utama dunia pada awal 2010 ketika WikiLeaks menyebarluaskan video rahasia militer AS yang menunjukkan serangan pada 2007 oleh helikopter AH-64 Apache, yang menewaskan selusin orang di Baghdad, termasuk dua staf pemberitaan Reuters.

Kemudian pada tahun itu, kelompok tersebut merilis lebih dari 90.000 dokumen rahasia yang menyebutkan secara rinci gerakan militer dipimpin AS di Afghanistan, disusul oleh hampir 400.000 laporan internal militer Amerika Serikat yang merinci operasi-operasi di Irak.

Pengungkapan tersebut diikuti penyebarluasan lebih dari 250.000 kawat rahasia dari banyak kedutaan besar Amerika Serikat di mana-mana. Kelompok tersebut terus bergerak dan menambahkan hampir tiga juta lebih kawat diplomatik sejak 1973.

Sejak terkurungnya Assange, WikiLeaks masih terus menyiarkan dokumen mengenai berbagai topik, seperti, Trans-Pacific Partnership, salah satu kesepakatan dagang terbesar multinasional, yang ditandatangani 12 negara anggota pada Kamis di Selandia Baru.

Juru bicara Assange tidak bisa dihubungi untuk berkomentar mengenai hal tersebut.

Lennart Jansson, Kuasa Usaha Kedubes Swedia di Canberra menolak berkomentar mengenai pernyataan tersebut.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account