Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Untuk Membiayai Pemberontak Suriah, AS Bergantung Pada Saudi

Published 29/01/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

saudi-asLiputanIslam.com—Ketika Presiden AS, Barack Obama secara rahasia memerintahkan CIA untuk mulai mempersenjatai pemberontak Suriah pada 2013, agen rahasia AS itu telah mengetahui bahwa ada negara yang siap menjadi partner mereka dan siap membiayai operasi rahasia itu. Negara tersebut adalah negara yang juga pernah menjadi partner CIA selama beberapa dekade untuk berbagai operasi rahasia, yaitu Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

Sejak itu, CIA dan KSA telah membentuk misi pelatihan pemberontah, yang oleh AS diberi kode “Timber Sycamore”. Di bawah perjanjian ini, sebagaimana diungkap pejabat saat ini, maupun para mantan pejabat AS, KSA berkontribusi dalam penyediaan senjata dan sejumlah besar uang sedangkan CIA bertanggung jawab melatih para pemberontak menggunakan senjata AK-47 dan misil penghancur tank.

Dukungan kepada pemberontak Suriah adalah bab terakhir dari hubungan panjang antara agen rahasia AS dan KSA, sebuah aliansi yang telah melakukan berbagai konspirasi,mulai dari skandal Iran-contra, dukungan kepada para mujahidin melawan Uni Soviets di Afghanistan dan berbagai perang proxy di Afrika. Terkadang, sebagaimana di Suriah, kedua negara ini bekerja secara bahu-membahu; sementara di waktu-waktu lain KSA hanya menulis cek untuk transfer dana pembiayaan operasi rahasia AS.

Kerjasama persenjataan dan program pelatihan, dimana negara-negara Timur Tengah lainnya juga ikut berkontribusi, terus berlanjut meskipun hubungan antara AS dan KSA naik-turun. Kerjasama yang telah terjalin lama berkat minyak dan geopolitik itu kini perlahan merenggang seiring dengan berkurangnya ketergantungan AS terhadap minyak luar negeri dan pendekatan diplomatik yang dilakukan pemerintah Obama terhadap Iran.

Namun, aliansi keduanya tetap berlanjut, berkat berlimpahnya uang Saudi dan pengakuan keduanya atas kepentingan masing-masing di kawasan. Selain cadangan minyak Saudi yang amat banyak, juga perannya sebagai pemimpin dunia Muslim Sunni, hubungan intelijen jangka panjang antara AS dan Saudi juga menjelaskan mengapa AS selalu enggan mengkritik Saudi untuk kasus-kasus pelanggaran HAM, penindasan terhadap perempuan, dan dukungannya terhadap ideologi Islam ekstrim, Wahabisme yang menginspirasi banyak kelompok teroris yang sedang dilawan AS. Presiden Obama juga tidak secara terbuka mengutuk Saudi atas pemenggalan pemimpin kaum Syiah yang aktif mengkritik kerajaan, Sheikh Nimr al-Nimr.

Meskipun Arab Saudi telah secara terbuka memberikan bantuan senjata kepada kelompok teror di Suriah, kerjasamanya dengan CIA dan hubungan langsung pendanaan di antara keduanya, belum diungkap secara jelas. Detail informasi tentang hal ini didapatkan dari interview terhadap setengah lusin pejabat dan mantan pejabat AS, dan sumber-sumber di beberapa negara Teluk. Sebagian besar dari mereka bicara secara anonim, karena mereka tidak diizinkan mengungkapkan rahasia ini.

Sejak awal dimulainya opreasi CIA, uang Saudi telah mendukungnya.

“Mereka [KSA] paham, bahwa mereka harus menguasai kita; dan kita pun tahu bahwa kita harus menguasai mereka,” kata Mike Rogers, mantan anggota Kongres dari Partai Republik, dari Michigan, yang pernah menjadi ketua Komite Intelijen Parlemen, ketika operasi CIA dimulai. Mr. Rogers menolak untuk mendiskusikan lebih detil tentang program rahasia itu.

Pejabat AS tidak mengungkat jumlah uang sumbangan KSA yang sejauh ini merupakan sumbangan terbesar dibandingkan negara-negara lainnya, dalam program mempersenjatai pemberontak untuk menggulingkan President Bashar al-Assad. Tetapi perkiraan yang bisa dilakukan, biaya total untuk mempersenjatai dan melatih para pemberontak mencapai beberapa milyar USD. (dw/newyorktimes)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account