Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

“Koalisi Islam Anti-Teror”, Arab Saudi Main Catut Nama Sejumlah Negara

Published 17/12/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

saudi dan dunia islamIslamabad, LiputanIslam.com –   Belakangan ini Arab Saudi membuat gempar dunia dengan mengumumkan bahwa sebuah “koalisi Islam anti-teror” telah terbentuk. Tak tanggung-tanggung, 34 negara Islam disebutkan terlibat dalam koalisi gagasan Riyadh itu, termasuk Indonesia yang ternyata kemudian ditepis keras oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. (Baca: Apakah Indonesia Gabung Dengan Koalisi Militer Saudi? Ini Jawabannya )

Rupanya, bukan hanya Indonesia yang dicatut, melainkan juga Pakistan dan Mesir, sementara Oman menyatakan sejak awal memang menolak terlibat dalam koalisi yang diragukan tujuannya oleh Rusia tersebut. (Baca: Rusia Ragukan Tujuan Koalisi “Anti Terorisme” Yang Didengungkan Saudi )

Pakistan membantah dan bahkan mengaku terkejut namanya tertera dalam daftar 34 negara anggota koalisi yang disebut-sebut bertujuan menumpas ISIS itu.

Menteri Luar Negeri Pakistan Aizaz Chaudry mengaku baru mengetahui keterlibatan Pakistan di media massa. Dia menambahkan bahwa pihaknya sudah meminta Duta Besar Pakistan di Riyadh supaya meminta klarifikasi dari pemerintah Arab Saudi soal ini.

Parlemen Pakistan juga tidak merestui keterlibatan Pakistan.

“Saya tidak mengerti mengapa Arab Saudi menyebutkan nama Pakistan dalam aliansi militer baru yang terdiri atas 34 negara tanpa persetujuan dari Pakistan?” kata senator Syed Tahir Hussain Mashhadi, Rabu (16/12)

Dia menambahkan, “Resolusi parlemen tidak akan membiarkan Pakistan ikut dalam aliansi pimpinan Saudi. Resolusi ini juga sudah tidak membolehkan Pakistan terlibat dalam perang pimpinan Saudi terhadap Yaman.”

Sebelumnya nama Pakistan juga dicatut begitu saja oleh Riyadh dalam isu Yaman. Saat itu Saudi menampilkan bendera Pakistan dalam pasukan koalisi yang menyerang Yaman, tapi belakangan tersiar laporan bahwa parlemen Pakistan melarang keterlibatan negara ini dalam serangan ke Yaman.

Ada dugaan bahwa Riyadh menjanjikan bantuan keuangan bagi setiap negara yang bersedia berbaris di belakangnya.

Semula Iran dilaporkan sebagai satu-satunya negara yang tidak ikut dalam koalisi yang berbasis di Riyadh itu. Pemerintah Saudi sengaja tidak menggandeng Iran karena isu Yaman.

“Saya pikir tindakan Iran yang masih dicurigai sebagai negara yang turut membantu kelompok radikal (Houthi) untuk menguasai pemerintahan sah di Yaman menjadi faktor besar mengapa Iran tidak masuk dalam koalisi internasional ini,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Saudi, Mohammed bin Salman, Selasa (15/12).

Tapi ternyata, selain Indonesia dan Pakistan, nama Mesir juga dicatut. Koran Mesir al-Watan, Rabu (16/12), mengutip pernyataan para pejabat Kairo bahwa Mesir tidak akan pernah terlibat dalam koalisi ini.

Sedangkan Oman, meskipun anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), sejak awal sudah menolak dilibatkan oleh Saudi.
Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi mengatakan negaranya tidak akan ikut koalisi itu karena dalam konstitusi Oman ada larangan terlibat dalam aliansi keamanan di luar GCC.

Al-Quds Alarabi 10 Desember lalu melaporkan bahwa Saudi telah memberikan isyarat penghentian bantuan GCC terhadap Oman karena Muscat selalu mengambil sikap independen dalam berbagai isu regional dan dunia.

Alalam menyebutkan sebanyak 23 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tidak terlibat dalam koalisi itu, termasuk Iran, Suriah, Irak, Aljazair, Oman, dan Afghanistan.

Beberapa laporan memberitakan bahwa tercantumnya nama Lebanon telah  menimbulkan kontroversi di negara ini. Banyak kalangan mempertanyakan siapa di balik pencatuman nama Lebanon.

Adapun negara-negara yang dicantumkan Riyadh dalam daftar negara pendukung koalisi itu ialah; Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Jibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam Komoro, Qatar, Pantai Gading, Kuwait, Lebanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria, dan Yaman. (mm/sputnik/bbc/irna/alwatan/alalam/alqudsalarabi)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account