Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Intelijen India Nyatakan ISIS Terapkan Diskriminasi Arab-Non Arab

Published 25/11/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

ISIS Executes 3 Chinese Fighters as TraitorsNewDelhi, LiputanIslam.com – Badan-badan intelijen India dalam laporannya kepada kementerian dalam negeri negara ini menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS menerapkan diskriminasi secara terbuka terhadap para anggotanya yang berasal dari Asia dan non-Arab sehingga mereka yang datang dari negara-negara Asia selatan ditempatkan sebagai serdadu bawahan dan pembawa misi peledakan bom bunuh diri.

Para anggota ISIS dari India, Cina, Pakistan, Sudan, dan Nigeria biasanya ditempatkan di level-level bawah dengan perlengkapan yang terbatas dan dipaksa melancarkan operasi bom bunuh diri.

Laporan ini terpublikasi ketika pemerintah dan badan-badan intelijen India diresahkan oleh infiltrasi faham radikalisme ISIS di wilayah India.

Sebagaimana dilansir India Today, laporan itu menyebutkan bahwa orang-orang Asia Selatan lebih berkemungkinan untuk terbunuh dalam pertempuran karena mereka digunakan sebagai prajurit, sementara orang-orang Arab cenderung diposisikan sebagai perwira dengan gaji yang lebih besar dan akomodasi yang lebih baik.

Laporan itu juga menyatakan bahwa diskriminasi terhadap orang-orang Asia Selatan bahkan terlihat jelas dalam semua aspek kehidupan para anggota ISIS.

Asian Age menyebutkan bahwa menurut laporan itu, orang-orang yang berasal dari India, Cina, dan Pakistan begitu sudah bergabung dengan ISIS paspor mereka segera dibakar supaya mereka tak dapat pulang lagi ke negara masing-masing.

Laporan intelijen juga menunjukkan tingginya proporsi korban di kalangan teroris asal Asia Selatan dan Afrika. Para pejuang Arab dengan pengalaman pertempuran yang lebih baik sebagian besar diposisikan di belakang pejuang ini sehingga korban mereka kecil secara proporsional. Hal ini menjelaskan mengapa begitu banyak orang India dari kontingennya yang kecil terbunuh.

India dan Asia Selatan tidak dipercaya oleh pimpinan ISIS sehingga selalu diawasi oleh polisi yang sebagian besar berasal dari Tunisia, Palestina, Arab Saudi, Irak dan Suriah.

“Ada defisit kepercayaan yang jelas antara pejuang Arab yang dominan dan orang-orang dari negara lain yang sebagian besar dipikat kepada ISIS melalui teknik propaganda canggih di internet,” ungkap laporan itu.

Dalam laporan itu tidak disebutkan bagaimana perlakuan ISIS terhadap para anggotanya yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, namun sangat besar kemungkinan diskriminasi itu juga diterapkan kepada para anggota dari Asia Tenggara karena laporan itu menekankan faktor Arab dan non-Arab.

Selain itu, laporan itu juga menyatakan ISIS menganggap Islam seperti yang dipraktikkan di India, Pakistan dan Bangladesh sudah jauh menyimpang dari ajaran Quran dan Hadis yang murni sehingga umat Islam di negara-negara ini dianggap kurang termotivasi untuk merespon “jihad” yang diserukan oleh para Salafi/Wahabi.

Praktik dan tradisi keagamaaan Islam di tiga negara Asia Selatan itu juga mirip dengan tradisi keagamaan di Indonesia yang lebih bercorak sufistik dan moderat serta lebih akomodatif terhadap tradisi dan kearifan lokal sehingga menjalankan tradisi-tradisi semisal tahlil, maulid Nabi Muhammad saw, shalawatan, ziarah kubur, dan hormat kepada bendera yang oleh kalangan Salafi/Wahabi dianggap bid’ah, syirik dan sesat. Sikap dan keyakinan kalangan Salafi/Wahabi inilah yang membuat mereka kerap disebut takfiri (mudah mengafirkan kelompok lain atau lawan pendapat). (Baca juga: Dialog Keberagaman di Semarang: Mudah Mengafirkan Itu Penyakit!) (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account