Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

PM Bangladesh Anggap Pengungsi Permalukan Negara dan Harus Dihukum

Published 25/05/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

pm bangladesh hasinaDhaka, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina membuat pernyataan kurang simpatik kepada para pengungsi asal negaranya yang berusaha mencari penghidupan lebih baik di negara asing, dan kini menjadi sorotan internasional karena nasibnya yang mengenaskan.

Seperti dilansir BBC News, Minggu petang (24/5), Sheikh Hasina menyebut para pengungsi itu sebagai orang-orang ‘sakit mental’ yang ‘mempermalukan bangsa’ dan harus dihukum.

“Mereka mempermalukan wajah negara ini di mata internasional,” katanya sembari berdalih bahwa di negaranya tersedia cukup banyak pekerjaan, namun para pengungsi itu memilih membahayakan diri dengan menjadi pengungsi.

“Ada cukup banyak pekerjaan untuk mereka, namun mereka masih meninggalkan negara ini dengan cara yang berbahaya,” tambah Hasina.

Lebih jauh ia menyebut mereka harus dihukum karena tindakan mereka itu, bersama orang-orang yang mengatur kepergian mereka.

Ribuan pengungsi Bangladesh dan orang-orang Rohingya Myanmar terkatung-katung di lautan atau terdampar di sejumlah negara Asia Tenggara dalam sebulan terakhir.

Pada tahun 2012 sebuah tuntutan telah diajukan ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda atas Hasina karena penolakannya terhadap para pengungsi Rohingya yang mengungsi dari Myanmar. Sementara itu Hasina sendiri terus disibukkan dengan pertikaian tiada henti dengan lawan-lawan politiknya, terutama dengan mantan perdana menteri Khaleda Zia.

Pada hari Minggu (24/5) otoritas Malaysia menemukan sejumlah kuburan massal yang diduga berisi mayat para imigran ilegal asal Bangladesh dan Rohingya. Ini menyusul penemuan kuburan massal sejenis di Thailand dekat perbatasan Malaysia bulan lalu yang menghebohkan.

Indonesia dan Malaysia telah setuju untuk menerima para pengungsi dengan menempatkannya sementara di penampungan, sementara Thailand berjanji untuk tidak menolak para pengungsi.

Dalam pernyataannya seperti dilaporkan media Malaysia ‘Star’, hari Minggu, Mendagri Malaysia Zahid Hamidi mengatakan bahwa sejumlah kuburan ditemukan di 17 kamp pengungsi yang telah kosong di dekat Padang Besar dan Wang Kelian, dekat dengan perbatasan Thailand. Namun ia tidak menyebutkan berapa banyak mayat yang ditemukan di sana.

Ini adalah penemuan perama kuburan imigran ilegal di Malaysia.

Sementara itu dalam penyelidikannya, wartawan BBC Jonathan Head melaporkan bahwa tindakan perdagangan manusia di Thailand dilakukan dengan dukungan seluruh masyarakat. Para pedagang imigran itu ‘membeli’ para imigran dari para penyelundup. Selanjutnya mereka menampung para imigran itu di penampungan-penampungan ilegal di dekat perbatasan Malaysia sembari menunggu uang tebusan dari keluarga pengungsi.

Mereka yang sanggup membayarlah yang diberangkatkan, sementara yang tidak dibiarkan kelaparan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account