Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Israel yang Panik dan Iran yang Sabar

Published 02/05/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

milisi hizbollahLiputanIslam.com — Israel dikabarkan kembali melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Suriah.

Menurut Al Jazeera, Al Arabia dan media-media kelompok oposisi Suriah, target-target yang diserang berupa rudal-rudal ‘Scud’ milik Suriah yang diserang pada Rabu 22 April dan Jumat 24 April tengah malam.

Jerusalem Post pada hari Minggu (26/4) menyebut serangan-serangan itu menunjukkan kebijakan baru Israel yang lebih agresif untuk mencegah semakin menguatnya pengaruh Iran, khususnya di Suriah.

“Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan pesan yang jelas dan tegas kepada Iran untuk menghentikan hegemoni regionalnya,” demikian tulis Jerussalem Post.

Langkah baru Israel ini dilakukan sebagai respon Israel atas kegagalannya menghentikan program nuklir Iran, terutama kegagalan mencegah AS dan negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok P5+1 (AS, Rusia, Inggris, Perancis, Cina dan Jerman) untuk berunding dengan Iran terkait program nuklir Iran.

Seperti diketahui, Israel telah menggunakan berbagai cara untuk menghentikan program nuklir Iran, termasuk melakukan ‘fait accompli’ terhadap pemerintah AS, dengan pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di depan Congress AS tanggal 3 April lalu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah AS, hingga iklan di media massa oleh para politisi AS pendukung Israel yang menolak perundingan nuklir Iran.

Kini Israel tengah mempersiapkan ‘pilihan terakhir, bagi kenyataan baru bahwa Iran telah tampil sebagai kekuatan regional yang terus memperluas pengaruhnya dari Samudra Hindia hingga Laut Merah dan Laut Tengah’, demikian tulis Jerussalem Post.

Namun untuk mewujudkan ‘pilihan terakhir’ itu Israel harus bekerjasama dengan negara-negara Arab seperti Saudi Arabia, Mesir dan negara-negara Teluk. Dan benar, kerjasama dan koordinasi ‘Poros Riyadh-Cairo- Jerusalem’ ini telah meningkat dalam setahun terakhir, demikian setidaknya  Jerussalem Post, media massa berpengaruh Israel itu mengakui.

Namun dalam konteks memerangi proxi Iran yang paling kuat, Hizbollah, Israel harus melakukannya sendirian. Tidak mungkin Saudi Arabia dan kawan-kawan, yang kini terlibat perang melawan proxi Iran lainnya, kelompok Houthi di Yaman, mengirimkan bantuannya secara nyata kepada Israel untuk memerangi Hizbollah kecuali hal itu akan menurunkan kredibilitas Saudi di mata masyarakat Arab.

Pelan namun pasti Iran dan Hizbollah berusaha membangun basis kekuatan di dekat perbatasan Israel, baik di Lebanon maupun Suriah. Tujuannya adalah membangun front baru bagi perlawanan terhadap Israel jika perang terbuka Israel melawan Hizbollah kembali terjadi. Upaya ini untuk sementara berhasil digagalkan Israel dengan serangan udara yang menewaskan Jihad Mugniyeh, seorang jendral Iran dan beberapa pejuang Hizbollah yang tengah melakukan misi rahasia di dekat perbatasan Israel di Golan, Suriah, bulan Januari lalu.

Sejumlah laporan menyebutkan, setidaknya telah terjadi 10 kali serangan udara Israel di Suriah dan satu serangan udara di Lebanon selama dua tahun terakhir. Serangan-serangan itu terutama ditujukan terhadap konvoi senjata-senjata berat Iran maupun Suriah kepada Hizbollah.

Namun demikian Israel tidak bisa menghentikan penumpukan senjata-senjata berat Hizbollah, terutama sejak Perang Lebanon II tahun 2006. Diperkirakan Hizbollah telah memiliki setidaknya 100.000 rudal dan roket yang bisa menjangkau setiap titik di Israel termasuk sasaran-sasaran vital seperti reaktor nuklir, markas komando dan basis-basis militer, jaringan infrastruktur, pembangkit energi dan sebagainya.

Para pembuat keputusan Israel sendiri percaya bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah keinginan Hizbollah untuk mempersenjatai diri. Diperkirakan Hizbollah telah memiliki setidaknya 100.000 rudal dan roket yang bisa menjangkau setiap titik di Israel termasuk sasaran-sasaran vital seperti reaktor nuklir, markas komando dan basis-basis militer, jaringan infrastruktur, pembangkit energi dan sebagainya.

Yang bisa dilakukan kini hanyalah mencegah Hizbollah untuk menggunakan senjata-senjata itu menyerang Israel. Dan hal itu dilakukan Israel dengan melakukan serangkaian ‘terror’ kepada poros Iran-Suriah-Hizbollah berupa serangan-serangan terbatas namun mematikan. Tujuannya adalah menunjukkan kepada Iran dan sekutu-sekutunya bahwa Israel tidak pernah main-main dengan masalah keamanan Israel.

Sejauh ini Israel tampaknya berhasil mengekang Iran-Suriah-Hizbollah untuk tidak melakukan serangan balik ke Israel, meski Israel telah berulangkali menyerang Suriah dan Hizbollah. Yang dilakukan Iran dan Suriah, melalui Hizbollah tentunya, adalah dengan melakukan serangan balasan terbatas langsung ke Israel.

Dalam peristiwa yang menewaskan perwira tinggi Iran di Golan tersebut di atas, Hizbollah hanya melakukan satu serangan terhadap patroli perbatasan Israel yang menewaskan 2 tentara Israel (sejumlah media Lebanon menyebut angkanya jauh lebih tinggi).

Namun permainan ini bisa berubah 180 derajat, ketika Iran dan kawan-kawan menganggap permainan Israel sudah terlalu jauh. Membiarkan diri dipukul berkali-kali oleh Israel tanpa membalas adalah sama dengan membiarkan diri tampak bodoh di hadapan seluruh rakyat di kawasan.

Maka pada satu titik, Iran, Suriah atau Hizbollah akan mengatakan: ‘cukup!’. Dan situasi pun bisa menjadi tidak terkendali.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account