Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Demonstrasi Anti Kekerasan Polisi di AS Meluas

Published 30/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

baltimore unrestBaltimore, LiputanIslam.com — Unjuk rasa menentang aksi kekerasan oleh aparat kepolisian di kota Baltimore meluas ke sejumlah kota di AS, dari New York sampai Denver.

Sementara itu demonstrasi besar di Baltimore berakhir dengan damai tepat dua hari setelah kota itu dilanda hura-hara akibat kematian seorang berkulit hitam saat berada dalam tahanan polisi.

Di New York, polisi menangkap lebih dari 60 orang saat para pengunjuk rasa mulai terpecah menjadi beberapa kelompok kecil sehingga memacetkan jalan. Demonstrasi skala kecil juga terjadi di Boston, Houston, Ferguson, Missouri, Washington D.C., Seattle, dan juga Denver.

Di Baltimore, sekitar 3.000 tentara nasional dan polisi ditempatkan untuk membubarkan ribuan demonstran yang berkumpul di balai kota, demi menegakkan jam malam pukul 22.00 waktu setempat.

Para demonstran itu menuntut jawaban atas nasib Freddie Gray (25) yang mati karena cedera tulang belakang saat ditahan polisi. Polisi sendiri berjanji akan memberikan hasil penyelidikan terkait kematian Gray kepada kejaksaan, Jumat (1/5), dan tidak akan membuka informasi itu kepada publik.

“Mereka tidak pernah berhenti, penjarakan polisi pembunuh,” teriak para demonstran di Baltimore.

Sebelumnya hari Senin lalu (27/4), kota Baltimore dilanda huru-hara beberapa jam setelah pemakaman Gray. Dalam peristiwa ini sekitar 19 bangunan dan puluhan mobil terbakar, sejumlah toko dijarah, dan 20 polisi terluka.

Gray ditangkap 12 April lalu setelah lari dari kejaran polisi di area yang dikenal sering terjadi kejahatan. Saat itu dia membawa sebilah pisau lipat. Gray meninggal dunia sepekan kemudian.

Noy Brown-Frisby, penata rambut berusia 35 tahun yang turut berdemonstrasi bersama putrinya menyebut aksinya diperuntukkan “bagi semua orang yang tewas akibat perlakuan keras dari polisi.”

Namun di sisi lain, dia mengakui tingkat kejahatan yang tinggi di Baltimore yang berpenduduk 620.000 jiwa itu memang menyulitkan hubungan antara polisi dengan warga.

“Ketegangan antara kami dengan polisi terus terjadi. Tingkat kejahatan begitu tinggi sehingga saat polisi berinteraksi dengan warga yang sering terjadi kemudian adalah munculnya gejolak sosial,” kata dia.

Sebagian besar penduduk Baltimore ingin mengetahui rincian kematian Gray pada hari Jumat, saat polisi menyelesaikan investigasi internalnya.

Namun polisi, pada hari Rabu (29/4), mengatakan informasi tersebut hanya akan diserahkan ke kantor kejaksaan negara bagian dan tidak terbuka untuk publik.

Di sisi lain, Departemen Kehakiman AS menggelar penyelidikan secara terpisah untuk mengetahui apakah telah terjadi pelanggaran hak sipil dalam kasus kematian Gray, demikian Reuters melaporkan seperti dilansir Antara.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account