Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Saudi Umumkan Penghentian Serangan ke Yaman

Published 22/04/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

yamanRiyadh, LiputanIslam.com – Berbagai media Arab Saudi dalam berita segeranya dari Riyadh, ibu kota negara ini, Selasa malam (21/4) melaporkan penghentian serangan udara ke Yaman bersandi “Badai Mematikan” yang dilancarkan koalisi Arab pimpinan Saudi.  Disebutkan bahwa penghentian serangan dimulai pada pertengahan malam pukul 24.00 waktu Mekkah al-Mukarramah.

Berita gencatan senjata ini beredar setelah operasi itu berjalan hampir satu bulan penuh dan telah merenggut nyawa sekitar 1,000 warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, dan melukai sekitar 4,000 lainnya.

Serangan ini mendapat kecaman dari berbagai lembaga HAM internasional, sementara banyak pakar Timteng memperkirakan serangan itu tidak akan dapat membuat target Saudi dan sekutunya tercapai. Namun demikian, pemerintah Riyadh mengklaim serangan itu berhasil mengatasi ancaman terhadap Saudi dan negara-negara Arab lain di sekitarnya.

Dalam statemen yang dilansir kantor berita Saudi, SPA, menjelang pergantian hari pada Selasa tengah malam, Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan, “Operasi Badai Mematikan telah berhasil mencapai tujuan-tujuannya… (termasuk) mengatasi ancaman bagi keamanan Arab Saudi dan negara-negara tetangganya, terutama terkait senjata berat.”

Statemen itu menambahkan, “Dengan diakhirinya operasi ini maka dimulailah ‘Operasi Pemulihan Harapan’ dengan tujuan sebagai berikut; melanjutkan perlindungan terhadap warga sipil, melanjutkan perang melawan terorisme, melanjutkan evakuasi warga negara asing serta pertolongan intensif dan bantuan medis kepada rakyat Yaman.”

Beberapa saat usai pengumuman gencatan senjata, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Saudi, Brigjen Ahmad Assiri, mengatakan pihaknya masih akan terus memantau pergerakan milisi Ansarullah di Yaman.

“Koalisi masih kontinyu mencegah milisi Houthi dari pergerakan atau dari operasi apapun di dalam Yaman,” katanya kepada wartawan di Riyadh, sebagaimana dikutip Reuters.

Dia menambahkan, “Operasi Pemulihan Harapan telah dimulai dan operasi ini merepresentasikan kombinasi tindakan politik, diplomatik dan militer.”

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa tidak tertutup kemungkinan serangan udara terhadap Yaman masih akan dilanjutkan.

Beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata Yaman, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan pihaknya optimis serangan udara ke Yaman akan segera dan dihentikan dan semua pihak yang bertikai di Yaman akan kembali berunding.

“Kami optimis dalam beberapa jam mendatang berbagai kelompok di Yaman akan kembali ke meja perundingan dan berusaha memperkuat proses politik di negara ini,” katanya, sebagaimana dilansir IRNA.

Iran yang mendukung milisi Houthi kerap dituduh oleh Saudi dan sekutunya campurtangan di Yaman, namun Iran menepis tuduhan itu dan balik mengecam keras serangan mereka ke Yaman.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, dalam operasi itu Saudi dan sekutunya telah melakukan 2,300 kali penerbangan jet tempur canggih dan telah menjatuhkan bahan peledak sebanyak lebih dari 600 ton atau hampir setara dengan ledakan seperempat ledakan bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima, Jepang, dalam Perang Dunia II pada Agustus 1945.

Negara-negara yang terlibat dalam operasi ini adalah Arab Saudi dengan mengerahkan F-15 buatan Amerika Serikat (AS) dan jet Tornado buatan Inggris, Uni Emirat Arab dengan F-16 buatan AS dan Mirage 2000 buatan Perancis, Kuwait dengan F-18 buatan AS, Qatar dengan Miraga 2000, serta Yordania dan Maroko dengan F-16. (Baca: Ledakan “Badai Mematikan” Hampir Setara Dengan 1/4 Ledakan Bom Atom Hiroshima)

(mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account