Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Batal Hadiri Pertemuan KAA di Indonesia, Presiden Afsel Bertekad Hentikan Kekerasan

Published 19/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

jacob zumaJohannesburg, LiputanIslam.com — Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma menyatakan tekadnya untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan terhadap warga pendatang asing. Namun ia dikecam karena dianggap bertindak terlalu lambat, meski ia telah membatalkan kunjungannya ke Indonesia demi mengatasi kerusuhan itu.

Hal itu dikatakan Zuma saat mengunjungi kamp pengungsi korban kerusuhan di kota Durban, Sabtu (18/4).

Setidaknya 6 orang tewas dalam aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Durban, sementara aksi-aksi kekerasan menyebar ke wilayah-wilayah lain.

Dengan angka pangangguran yang mencapai 24%, warga asli Afsel menuding para pendatang dari negara-negara Afrika dan Asia telah menyerobot lapangan kerja mereka. Hal ini memicu terjadinya aksi kekerasan anti pendatang asing yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir.

“Aksi-aksi serangan ini menghancurkan segala yang kita percayai di negeri ini. Mayoritas rakyat Afsel mencintai perdamaian dan hubungan baik dengan saudara-saudara mereka di benua ini,” kata Zuma dalam pernyataannya di hadapan pengungsi, kemarin.

“Kita pasti akan menghentikan kerusuhan ini,” tambahnya.

Ia juga menyinggung tentang para pendatang yang telah ataupun hendak pulang ke negaranya akibat aksi kekerasan ini: “Mereka yang ingin pulang ke negaranya, jika keadaan telah pulih kembali, silakan datang kembali (ke Afsel).”

Zuma menyebutkan bahwa para perusuh hanyalah kelompok kecil di antara rakyat Afsel. Namun sebagian pengungsi mengeluhkan tindakan pemerintah yang terlalu lambat. Ribuan pengungsi harus meninggalkan tempat tinggalnya dan negara-negara tetangga seperti Zimbabwe, Malawi dan Mozambique telah mengumumkan rencana untuk mengevakuasi warganya yang berada di Afsel.

Pada hari Sabtu Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, selaku Ketua Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan serta Uni Afrika, mengatakan: “Saya ingin mengekspresikan rasa terkejut dan muak atas insiden-insiden yang terjadi di Durban.”

Aksi-aksi kekerasan masih berlangsung Jumat malam dan Sabtu dinihari ketika beberapa kelompok orang menyerang toko-toko di beberapa area di sekitar Johannesburg. Polisi menembakkan peluru karet untuk membubarkan penjarah di Alexandra, kota satelit Johannesburg, dan menangkap 30 orang perusuh.

Raja Zulu Goodwill Zwelithini dianggap sebagai pemicu aksi kerusuhan dengan komentarnya yang menginginkan warga pendatang untuk pergi. Namun ia membantah tuduhan itu, mengklaim pernyataannya telah ‘dipelintir’ media massa.

Data resmi pemerintah Afsel menyebutkan terdapat sekitar 2 juta warga pendatang di negara itu, atau sekitar 4% dari total populasi Afrika Selatan. Namun beberapa angka tidak resmi menyebutkan jumlahnya mencapai 5 juta orang. Demikian sebagaimana dilaporkan BBC News.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account