Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Bangladesh Kembali Hukum Mati Tokoh Oposisi karena Kejahatan Perang Tahun 1971

Published 12/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

eksekusi bangladeshDhaka, LiputanIslam.com — Seorang tokoh politisi oposisi yang dinyatakan bersalah karena kasus ‘kejahatan perang’ dalam Perang Kemerdekaan Tahun 1971, dihukum gantung di sebuah penjara di Dhaka.

Mohammad Kamaruzzaman dari Partai Jamaat-e-Islami dinyatakan bersalah atas kejahatan perang oleh pengadilan bulan Mei 2013. Ia didakwa terlibat pembunuhan sekitar 120 petani-petani tak bersenjata.

Ia digantung setelah menolak untuk mengajukan grasi kepada Presiden. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (11/4).

Kamaruzzaman adalah orang penting ketiga dari partai oposisi Jamaat-e-Islami. Ia juga orang kedua yang dari partai ini yang dihukum mati karena dakwaan serupa. Desember 2013 lalu Abdul Kader Mullah, Asisten Sekjend Jamaat-e-Islami sejak tahun 2010 dan mantan editor di media milik partai tersebut, juga telah dihukum gantung karena dakwaan serupa.

Selain mereka, berikut adalah tokoh-tokoh oposisi lain yang juga telah divonis mati dan menunggu giliran untuk dieksekusi atau telah meninggal sebelum dieksekusi: mantan pemimpin Jamaat-e-Islami Ghulam Azam yang meninggal di tahanan tahun 2014, mantan anggota parlemen dari Bangladesh Nationalist Party dan ketua Jamaat-e-Islami Motiur Rahman Nizami yang divonis pada bulan Oktober 2014, mantan anggota parlemen dari Jamaat-e-Islami Delwar Hossain Sayeedi yang dipenjara seumur hidup, Sekjend Jamaat-e-Islami Ali Ahsan Mohammad Mujahid yang dihukum mati pada bulan Juli 2013, mantan menteri dari Bangladesh Nationalist Party minister Salahuddin Quader Chowdhury yang divonis mati pada bulan Oktober 2013.

Pada hari Sabtu petang keluarga Kamaruzzaman mengunjungi penjara tempat ia ditahan sebelum dieksekusi. Sementara keamanan ditingkatkan di luar penjara untuk menghadapi demonstran anti dan pro-pemerintah.

Dalam dakwaan terhadap dirinya, Kamaruzzaman bersama pasukan Pakistan disebut-sebut telah melakukan pembantaian terhadap setidaknya 120 petani di sebuah wilayah terpencil di Sohagpur.

Tiga orang janda korban pembantaian itu memberikan kesaksiannya melawan Kamaruzzaman di pengadilan. Mereka menyebut Kamaruzzaman telah menuntun pasukan Pakistan menuju desa mereka untuk melakukan pembantaian. Namun pengacaranya menyebut kliennya tidak mendapatkan pengadilan yang adil.

Perang Kemerdekaan Bangladesh terjadi tahun 1971 ketika sebagian warga Bangladesh, dengan dibantu India, melakukan pemberontakan terhadap Pakistan yang saat itu merupakan pemerintah wilayah tersebut. Sebagian warga Bangladesh, atau Pakistan Timur, sebaliknya mendukung pasukan Pakistan untuk memadamkan pemberontakan.

Akibat pertempuran sekitar 10 juta warga Bangladesh atau Pakistan Timur mengungsi ke India. Pada bulan Desember 1971 pasukan India menginvasi Bangladesh dan pasukan Pakistan akhirnya menyerah di Dhaka. Pada tanggal 16 Desember 1971 atau dukungan India, Bangladesh pun memproklamirkan kemerdekaannya dari Pakistan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account