Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Jangan Mencela Iran

Published 08/04/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

faiz abu shamalahOleh: Dr. Fayez Abu Shamalah*

LiputanIslam.com – Terlepas dari suka atau tidaknya sebagian orang terhadap kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Barat dengan Iran. Terlepas dari hubungan kesepakatan ini dengan perkembangan yang terjadi di kawasan Arab, atau terlepas dari penafsiran sebagian orang bahwa kesepakatan ini merupakan konspirasi anti-Arab, atau bahwa ini merupakan pengkhianatan AS terhadap para sekutunya di kawasan, atau bahwa ini akan berdampak negatif bagi penduduk kawasan.

Dan terlepas pula dari kemurkaan Israel -entah dibuat-buat, sebagaimana diklaim sebagian orang, atau memang demikian- sesungguhnya tafsiran yang akurat terhadap realitas Arab mengharuskan kita untuk menghormati dan mengapreasi apa yang diwujudkan oleh bangsa Iran berupa prestasi sains dan politik yang telah menempatkan negara ini pada level negara-negara besar, sehingga merekapun merayakan kemenangan, menari-nari dan bernyanyi atas kebrilianan para pemimpin politik mereka yang telah berunding dengan beberapa negara Barat, terutama AS, dalam keadaan mereka terjerumus dalam blokade dan sanksi ekonomi.

Jika Arab ingin belajar maka Arab harus mengakuai bahwa politik tak terjamah kecuali dengan kekuatan, bahwa dunia tidak menaruh hormat kecuali kepada pihak-pihak yang kuat, dan bahwa manifestasi utama kekuatan adalah kekuatan bangsa di ranah sains, politik, sosial, ekonomi dan spiritual, bukan kekuatan penindasan, represi dan pemenggalan terhadap kekuatan rakyat.

Arab harus mengakui bahwa pemerintah Iran telah bertahun-tahun menjalani perundingan dalam kondisi diancam, baik ancaman militer maupun ancaman peningkatan sanksi ekonomi. Kita harus mengakui bahwa Iran pantang menyerah, tak gentar di depan pengerahan kapal perang, tak mundur di depan latihan-latihan perang, benderanya tetap berkibar meskipun pertumbuhan ekonominya terhambat selama bertahun-tahun, dan sebaliknya Iran justru menjadi negara rival yang pantang masuk dalam kavilah Barat untuk menjadi negara tak bermartabat dan tanpa identitas nasional.

Bangsa-bangsa Arab harus belajar dari pengalaman bangsa Iran dan menjadikannya sebagai formula kemenangan, bukan malah menunjukkan ketakutan terhadapnya. Bangsa-bangsa Arab dalam perjalanannya harus menjadi seperti bangsa Iran, Turki, India, Korea, Tiongkok dan bahkan bangsa-bangsa Afrika. Menghadapi kenyataan dan bertindak untuk menciptakan perubahan lebih pantas dilakukan oleh bangsa-bangsa terhormat daripada lari dari kenyataan yang lalu timbul anggapan bahwa kegagalan Arab di segala bidang disebabkan oleh keberhasilan pihak lain.

Kemenangan yang dicapai bangsa Iran muncul bukan dari ruang hampa. Bangsa Iran dapat bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara besar tak lain karena mereka adalah bangsa yang pantang terbelah menjadi beberapa otoritas politik. Iran tetap menjadi negara yang satu ketika Arab berkeping-keping menjadi lebih dari 20 negara. Iran memilih demokrasi sebagai jalan untuk mencapai kekuasaan, sementara Arab memilih pengerahan tank sebagai cara untuk berkuasa. Iran bersikeras membekali para pejuang Lebanon dan Palestina dengan senjata dan terus menerus memusuhi Israel ketika Israel justru menjadi sahabat sebagian negara Arab yang malah memandang muqawamah (perlawanan terhadap Israel) sebagai aksi teror.

Bangsa-bangsa Arab hendaknya tidak mencemooh Iran atas kemajuan, keunggulan dan kemenangannya. Cemoohan adalah bahasa orang-orang tak berdaya. Sudah sepatutnya Iran menjadi teladan bagi semua negara dan bangsa yang mengejar kepentingannya, menjalin aliansinya, dan membuka jalan kebangkitannya sesuai kemampuan dan cita-citanya.

Bangsa-bangsa Arab harus menumpahkan segala cemoohan dan celaannya justru terhadap para penguasa Arab sendiri yang enggan memberikan kepada rakyat barang sekali saja kesempatan untuk mengekspresikan jatidirinya dan menggalang kemajuan di kancah politik, ekonomi, sains, intelektualitas dan kebudayaan. (mm)

*Kolumnis Arab, diterjemahkan dari artikelnya “La Talumu Iran” (Jangan Mencela Iran) yang  dimuat di media online Arab “Rai al-Youm”, 6 April 2015.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account