Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Kisah di Brunei, Negara Petrodollar yang Mempesona

Published 04/04/2015 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

brunei darussalamOleh: Selamet Nur Anom

Sebelum saya menceritakan kisah pribadi yang saya alami di Brunei, terlebih dahulu saya membawa pembaca sekalian untuk sedikit tahu tentang negara Brunei Darussalam. Luas  negara Brunei Darussalam 5.765 km persegi, dengan penduduk sekitar 300.000 Angka ini, sebanding dengan jumlah warga Kecamatan Bengkong di Batam, atau jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang. Maka dengan pendapatan perkapita 57 ribu dolar Amerika Serikat, tak heran jika Brunei menduduki peringkat  ketujuh di dunia dalam pendapatan perkapita.

Kerajaan Brunei yang dipimpin Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izaddin Waddaulah, yang memperhatikan semua sisi kehidupan rakyatnya, terutama dalam sisi kehidupan beragama. Di Brunei, papan-papan petunjuk menggunakan tulisan Arab Melayu, disamping huruf Latin.

Penggunaan Arab Melayu dan bacaan Basmalah di jalan raya bukan hanya sebagai simbol belaka. Ternyata, kerajaan mengawal ketat apa-apa yang berlaku bagi kehidupan beragama rakyat Brunei. Hal-hal yang dianggap merusak aqidah mendapat tindakan tegas dari Kerajaan. Hal-hal tentang mistik dan syirik pun tidak diperbolehkan, dan simbol-simbol agama selain Islam pun tidak boleh dipertontonkan secara umum. Benda-benda yang dianggap menggambarkan sirik kepada Allah, misalnya gambar setan, dilarang keras beredar.

Foto: UPI
Foto: UPI

Masyarakat Brunei juga sangat tertib dan taat aturan, sehingga, jangan berharap bisa menemukan polisi/ aparat keamanan di jalan raya, karena pelanggaran nyaris tidak pernah terjadi di sini.

Kerajaan juga berfungsi sebagai welfare state. Artinya, kesejahteraan rakyat ditanggung oleh negara. Jadi bidang kesehatan dan pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh kerajaan. Jika sakit, bahkan hingga transplantasi organ di Australia pun ditanggung oleh kerajaan.

Untuk bersekolah pun ditanggung pemerintah. Bahkan sampai ke tingkat doktor atau Ph.D sekalipun. Bukan hanya itu, pelajar pun diberi uang saku 350 dolar setiap bulannya atau sebesar Rp 2.327.500 (dengan nilai kurs Rp 6.650).

Karena semua ditanggung kerajaan, maka tiket masuk tempat rekreasi tidak berlaku saat kerajaan membuka taman hiburan semacam Ancol atau Dunia Fantasi di Jakarta. Toh semua telah terbiasa ditanggung pemerintah. Di Brunei, hanya tempat parkir yang harus dibayar masyarakat.

Inilah kisahku di Brunei Darussalam

Pesawat Royal Brunei Airlines dari Bandara Soekarno Hatta akhirnya mendarat mulus di Bandara Internasional Brunei Darussalam. Perjalanan malam hari selama satu setengah jam ini begitu cepat berlalu. Bandara Internasional Brunei Darussalam tidaklah begitu besar, namun rasa nyaman sudah dapat saya rasakan ketika keluar dari pesawat. Bandara cukup bersih dan pelayanan pengambilan barang begitu cepat. Terlebih lagi urusan imigrasi juga tidak berbelit-belit.

Dua orang panitia acara PEDAPIS (Pertandingan Pidato Pendidikan Islam Serantau) menjemput saya di bandara dengan membawa spanduk bertuliskan PEDAPIS. “Selamat datang di Brunei, mari kita pergi ke parkiran” katanya. Pandangan mata saya langsung tertuju di parkiran ketika melihat mobil-mobil  mewah di depan saya.

Foto: UPI
Foto: UPI

“Di sini mobil mewah sudah biasa,” kata salah seorang panitia yang bernama Bang Razak yang sepertinya tahu membaca pikiran saya. Masyarakat Brunei suka dengan mobil besar dan mewah. Harga mobil di sini relatif murah bagi orang Brunei karena mereka tidak perlu membayar pajak. Tidaklah mengherankan bahwa negara dengan penduduk kurang lebih 300 ribu orang ini merupakan salah satu negara paling kaya di dunia.

Kira-kira perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke tempat penginapan yaitu di asrama putra KUPU SB (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan). Jalanan begitu besar dan sangat bagus. Rasanya, semua jalan raya di Brunei terasa bagai jalan tol karena nyaris tidak ditemukan macet, dan gratis. Pohon-pohon rindang ada di antara jalan tersebut.  Oleh karena itu, suhu udara musim panas tidak begitu saya rasakan.

Akhirnya saya tiba di asrama putera. Saya menginap di salah satu kamar yang memang disediakan untuk tamu.

Malam harinya saya diajak jalan-jalan keliling sekalian mampir ke sebuah tempat perbelanjaan untuk membeli kue. Kota Brunei begitu tenang di malam hari. Tidak nampak kesibukan berarti di kota Bandar Seri Begawan. Namun demikian lampu-lampu yang menerangi kota tersebut khususnya masjid yang berkubah emas membuat suasana begitu berbeda. Ada rasa kedamaian di hati ini.

Pada hari berikutnya saya sempatkan untuk berkunjung ke UBD (Universitas Brunei Darussalam), sebuah universitas terbesar di Brunei. Saya juga berkunjung ke ITB (Institut Teknologi Brunei). Setelah selesai mengunjungi universitas, saya menyempatkan diri berfoto di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. Masjid ini merupakan ikon terbesar dari negara Brunei. Melihat masjid dengan arstikek yang sangat indah, saya merasakan betapa tinggi nilai seni yang terkandung dalam bangunan tersebut.

Foto: UPI
Foto: UPI

Suasana keislaman di sana sangat terasa. Di Brunei ada peraturan bahwa bangunan gedung tidak boleh lebih tinggi dari masjid. Brunei juga menerapkan hukum syariah dalam hal penindakan pidana (hudud, jinayah, qishas, dan sebagainya).

Saya sebagai seorang Muslim tentu bangga melihat pencapaian Brunei. Melihat kondisi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Brunei telah menunjukkan kepada dunia, bahwa sebuah negara yang berlandaskan pada hukum Islam konservatif, ternyata mampu menjadikan negara itu sebagai salah satu negara maju yang rakyatnya hidup sejahtera.

Memang, penerapan hukum syariah ini tentu tidaklah semudah mengesahkan Undang-Undang, yang setelah disahkan bisa langsung dijadikan sebagai landasan hukum. Dalam menerapkan hukum syariah ini, banyak kendala dan pertentangan yang harus dihadapi oleh pemerintah Brunei. (LiputanIslam.com)

—

Tulisan ini disunting dari halaman resmi Universitas Pendidikan Indonesia

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account