Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Di Ambang Deadline, Perundingan Nuklir Iran Tak Kunjung Jelas Hasilnya

Published 31/03/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

nuklir iranLaussane, LiputanIslam.com – Menjelang deadline yang jatuh hari ini, Selasa (31/3/2015), perundingan nuklir Iran dengan negara-negara P 5+1 (Amerika Serikat [AS], Prancis, Inggris, Cina, Rusia, dan Jerman) masih tak kunjung jelas hasilnya, meskipun beberapa perkembangan sudah tercapai.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan perundingan terus berlangsung hingga malam hari di Lausanne, Swis, dan masih ada beberapa masalah sulit dan belum terpecahkan.

“Kami bekerja sepanjang malam dan tentu saja besok. Semua orang mengetahui arti dari besok (Selasa),” ungkapnya kepada stasiun TV CNN.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan “sekarang sudah tiba saatnya mengambil keputusan untuk mencapai kesepakatan”, sedangkan seorang diplomar Barat mengatakan bawa sekarang adalah “saatnya untuk berkata ya atau tidak”.

Diplomat Barat itu menyebutkan Iran dan P 5+1 mengaku optimis perundingan kali ini yang dimulai di Laussane, Swiss, pada Senin lalu akan membuahkan hasil, meskipun sejauh ini kedua pihak belum bersepakat mengenai tiga masalah penting berupa jangka waktu kesepakatan, nasib sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mekanisme pengawasan terhadap Iran.

Diplomat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan,”Kesepakatan akan tercapai apabila ditemukan jalan tengah mengenai poin-poin penting ini.”

Target perundingan ini ialah kepastian bahwa Iran tidak berusaha membuat bom nuklir melalui mekanisme pengawasan ketat terhadap proyek nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi internasional yang berjalan sekian tahun terhadap Iran.

Mengenai jangka waktu kesepakatan, sumber-sumber Barat menyebutkan bahwa negara-negara besar menghendaki 15 tahun, sedangkan Iran hanya menghendaki maksimal 10 tahun. Mengenai sanksi PBB, Iran meminta supaya sanksi itu dicabut sekaligus, sedangkan lawan rundingnya meminta supaya sanksi ekonomi dan diplomatik yang diterapkan Dewan Keamanan PBB sejak 2006 dicabut secara bertahap.

Harf mengatakan, “Kami tidak tahu apa yang akan terjadi apabila tidak tercapai (kesepakatan) pada 31 Maret. Kita harus banyak berpikir mengenai tahap yang sudah kita capai, dan mengambil keputusan nanti mengenai apa yang akan terjadi. Saya tidak ingin menduga-duga suatu apapun.”

Namun demikian, dia memastikan bahwa Washington bukan dalam posisi “terburu-buru keluar dengan hasil kesepakatan yang buruk”.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa Israel dan banyak negara lain “yang moderat dan bertanggungjawab” di Timteng akan menjadi pihak pertama yang dirugikan oleh dampak perjanjian tersebut. Netanyahu sejak awal memang bergerilya untuk menggagalkan perundingan nuklir Iran. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account