Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Negara Bagian India Larang Daging Sapi

Published 03/03/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

beefNew Delhi, LiputanIslam.com — Presiden India menyetujui undang-undang yang melarang penyembelihan sapi dan penjualan daging sapi di negara bagian Maharashtra di barat India. Kantor berita BBC News melaporkan, Selasa (3/3).

UU tersebut akan menghukum pelanggarnya dengan hukuman denda dan penjara selama 5 tahun. Demikian laporan itu menyebutkan.

Kepercayaan agama Hindu yang dianut oleh sekitar 80% penduduk India yang berjumlah 1,2 miliar menganggap sapi adalah binatang suci yang tidak boleh dibunuh apalagi dikonsumsi. Di beberapa negara bagian berlaku undang-undang yang membatasi penyembelihan dan penjualan daging sapi, namun di negara bagian Maharashtra ini hal itu dilarang sama sekali.

BBC melaporkan, karena pembatasan itu maka sebagian besar kebutuhan konsumsi daging sapi ipenuhi oleh daging kerbau yang tidak dianggap suci. Dan di Maharashtra, dimana daging kerbau hanya mensuplai 25% kebutuhan daging karena dianggap tidak berkualitas, larangan itu diperkirakan akan terasa lebih berat bagi konsumen daging.

UU Maharashtra Animal Preservation (Amendment) tersebut memerlukan waktu 19 tahun sebelum disetujui Presiden. RUU-nya disetujui oleh pemerintahan partai Bharatiya Janata Party (BJP) pada tahun 1995 dan dikirimkan ke presiden untuk disetujui sejak tahun 1996.

BJP yang kembali berkuasa di negara bagian itu tahun lalu, kembali mendesak undang-undang itu untuk disetujui. Laporan-laporan menyebutkan satu delegasi politisi BJP dari negara bagian itu telah bertemu Presiden Pranab Mukherjee minggu lalu untuk mendiskusikan masalah itu.

Hari Selasa (3/3), PM negara bagian Maharashtra, Devendra Fadnavis menyatakan terima kasihnya kepada presiden atas persetujuan itu lewat akun Twitter.

BBC melaporkan, selain melarang daging sapi, undang-undang tersebut juga melarang pembunuhan kerbau dan kepemilikan daging sapi dianggap sebagai kejahatan.

Para pedagang daging sapi di Maharashtra mengatakan akan melihat kemungkinan untuk melawan undang-undang yang merugikan mereka. Menurut mereka undang-undang itu mengancam puluhan orang menjadi pengangguran.

Menyusul undang-undang itu muncul pertanyaan mengenai nasib kerbau, atau sapi yang terlalu tua untuk menghasilkan susu. Para pemerhati lingkungan mengkhawatirkan binatang-binatang itu akan mati kelaparan setelah tidak lagi mendapat perhatian para pemiliknya yang kebanyakan adalah petani miskin.

BBC melaporkan, meski dianggap ‘haram’, daging sapi masih populer di antara warga miskin India karena harganya yang lebih rendah dibanding daging lain seperti ayam. Sementara suplai daging sapi yang melimpah sebagian besarnya diekspor dengan nilai ekspor mencapai $4 miliar dan menguasai 20% pasar daging sapi dunia.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account