Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Pengkhianatan dari Yunani

Published 02/03/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

kerusuhan yunaniLiputanIslam.com — Hari Kamis (26/2) menjadi penanda babak baru bagi banga Yunani. Namun sayangnya, itu adalah sebuah penanda yang buruk.

Saat itu ratusan warga Yunani terlibat bentrokan dengan aparat keamanan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka dan toko-tokoh dihancurkan. Bentrokan ini terjadi setelah ribuan orang berdemonstrasi menentang kesepakatan pemerintah dengan lembaga-lembaga donor yang disebut ‘Troika’: IMF, Uni Eropa dan Bank Central Eropa.

Bagi masyarakat Yunani, kesepakatan tersebut selain menjadi tanda bahwa penderitaan mereka karena program-program yang ‘kesederhanaan’ (austerity) akan terus berlanjut, juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan baru yang mereka pilih, ternyata telah mengkhianati mereka.

Hanya sebulan setelah menduduki jabatannya, Perdana Menteri Alexis Tspiras dan Menteri Keuangan Yanis Varoufakis, dengan terang-terangan mengkhianati janji-janji mereka yang mengakibatkan rakyat memilih mereka dalam pemilihan umum lalu. Kala itu, dengan berapi-api keduanya berkampanye untuk menghentikan kerjasama dengan ‘Troika’ yang telah mengakibatkan penderitaan rakyat dengan skema ekonomi mereka yang mencekik leher.

Namun kemudian, dengan tanpa rasa bersalah mereka justru melanjutkan program ‘kerjasama’ itu dan masih bisa mengklaim apa yang mereka lakukan sebagai sebuah ‘kemenangan perang’.

Tanda-tanda pengkhianatan itu telah tampak ketika tiba-tiba saja kedua pejabat itu mengganti istilah ‘Troika’, yang memiliki konotasi buruk di mata rakyat Yunani, menjadi ‘Institusi-Institusi’, sebelum akhirnya mereka menandatangani perjanjian perpanjangan kerjasama, hari Jumat 20 Februari 2015. Mereka juga mengganti istilah “MoU” dengan “Kesepakatan”.

“Kita ingin memenangkan peperangan, bukan pertempuran,” kata Tspiras usai penandatanganan.

Untuk mengelabuhi publik, mereka juga menggelar jajak pendapat yang telah di’setting’ untuk menunjukkan dukungan atas tindakan mereka. Namun publik tidak bodoh. Maka, kemudian Tspiras mencoba meredam kemarahan publik lagi dengan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi perpanjanga kedua, setelah perpanjangan kerjasama tanggal 20 Februari lalu yang berlangsung selama 4 bulan.

“Mengatakan bahwa kita telah berhasil menyelesaikan ‘Memorandum’ dan ‘troika’, hanya dengan mengganti istilahnya membuat saya sangat marah,” tulis warga Yunani Giannis Loverdos di Facebook.

“Ini seperti Tsipras, Varoufakis dan kawan-kawan mengatakan kepada saya: kami percaya bahwa Anda bodoh dan percaya dengan apapun yang kami katakan,” tambahnya.

Kemarahan juga terjadi di internal Partai yang dipimpin Alexis Tspiras, Syriza. Dengan dipimpin oleh anggota parlemen dan pahlawan Perang Dunia II Manolis Glezos (94 tahun), anggota-anggota Syriza pun melakukan pembangkangan.

Tidak lama setelah ditandatanganinya perpanjangan kerjasama dengan Troika, Glezos pun menyatakan permintaan ma’af kepada rakyat Yunani dan mengatakan:

“OXI! No! Tidak untuk perbudakan hutang, tidak untuk kelaparan, tidak untuk ketiadaan harapan, tidak untuk keputus-asaan!”

Kuda Troya Menkeu Yanis Varoufakis

Bahkan sebelum penandatanganan perpanjangan kerjasama dengan ‘Troika’ tanggal 20 Februari lalu, media-media massa independen telah mengingatkan kemungkinan pengkhianatan regim Alexis Tspiras. Tidak lain karena pasangan Tspiras yang bertugas sebagai menteri keuangan, Yanis Varoufakis, adalah kuda troya yang dikirim oleh kelompok neo-liberalisme pro-asing.

Selama tiga tahun aktif di Partai Syriza, Varoufakis telah berbicara dengan ‘semua pihak’: para demonstran anti-‘kesederhanaan’ di Lapangan Syntagma Athena, para pejabat Federal Reserve Bank of New York, anggota parlemen Eropa, analis Bloomberg di London dan New York, anggota parlemen Inggris, perusahaan-perusahaan keuangan di New York dan London. Hanya satu kelompok yang tidak pernah ia temui, yaitu para pekerja.

Tentu saja ini adalah sesuatu yang sangat janggal, mengingat selama ini Varoufakis dikenal sebagai, atau setidaknya media-media massa menyebutnya, sebagai seorang marxisme.

Dan alih-alih mengecam ‘Troika’ dan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas hancurnya ekonomi Yunani karena jebakan hutang seperti saat kampanye lalu, Varoufakis kemudian justru memuji Jerman, donatur utama Yunani dalam skema ‘Troika’.

“Mereka (Jerman) telah membantu sangat banyak kepada Yunani,” katanya, meski faktanya dana-dana bantuan, talangan atau ‘bailout’ yang diberikan ‘Troika’, tidak sampai ke rakyat jelata. Sebagian balik kembali ke sumbernya berupa cicilan pokok dan bunga, biaya konsultasi, dan kontraktor-kontraktor proyek, dan sebagian lagi masuk ke kantong pribadi para pejabat korup. Sebaliknya, rakyatlah yang harus menanggung pembayarannya dari pajak yang mereka bayar yang terus membangkak, dan pada saat bersamaan dana-dana kesejahteraan sosial yang mereka terima disunat dengan dalih ‘kesederhanaan’ atau ‘ikat pinggang’.

Hal ini karena Varoufakis adalah putra dari pemilik perusahaan bajak terbesar di Yunani, Halyvourgiki. Dan sebagai seorang neo-liberalis yang orientasi politiknya melindungi kepentingan para pemilik modal asing, ia juga memiliki kewarganegaraan ganda, Yunani-Australia.

Dan sebagai seorang ‘borjuis’, ia menikahi artis Danae Stratou, meski sebelumnya ia telah memiliki keluarga. Tidak mengherankan jika para kapitalis Yunani seperti raja baja George Angelopoulos dan raja minyak dan banking Spiros Latsis, ramai-ramai menyatakan diri sebagai pendukung partai marxisme Syriza.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account