Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Pemimpin Junta Militer Thailand Bersedia Bersaksi tentang Kerusuhan 2010

Published 27/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

jendral prayuthBangkok, LiputanIslam.com — Perdana Menteri sekaligus pemimpin junta militer Thailand, Kamis (26/2), menyatakan kesediaan untuk  memberi kesaksian mengenai keterlibatannya dalam operasi militer untuk membubarkan unjuk rasa anti-pemerintah pada 2010 di Bangkok yang menewaskan 90 orang.

Jendral Prayut Chan O-cha, mantan panglima militer yang merebut kekuasaan Mei 2014 lalu, seringkali disebut-sebut sebagai arsitek operasi untuk mengakhiri unjuk rasa jalanan yang telah berlangsung berbulan-bulan oleh kelompok “Baju Merah” pendukung setia perdana menteri terguling Thaksin Shinawatra.

Peristiwa tersebut menjadi babak paling berdarah dalam sejarah politik Thailand.

Sebelumnya pada pekan ini badan anti-korupsi Thailand NACC, merekomendasikan penyelidikan terhadap dua pemimpin sipil yang berkuasa saat itu, yaitu mantan Prdana Menteri Abhisit Vejjajiva dan wakilnya Suthep Thaugsuban, atas penyalagunaan wewenang karena memerintahkan operasi pembubaran tersebut.

Kepada wartawan, Kamis, Prayut mengatakan ia bersedia memberikan bukti kepada badan yang menyelidiki Abhisit dan Suthep. Namun ia menampik kemungkinan untuk muncul dalam dengar pendapat NACC.

“Saya siap untuk memberikan informasi, meskipun beberapa informasi bisa diberikan dalam bentuk dokumen tanpa saya harus hadir,” kata Prayut seperti dilaporkan AFP dan dilansir Antara.

“Tolong jangan besar-besarkan masalah ini,” imbuh dia.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah penyelidikan terhadap Abhisit dan Suthep, keduanya merupakan pendukung setia militer Thailand, bisa menimbulkan masalah bagi militer, pemimpin junta itu menjawab dengan keras: “Masalah apa?”

Prayut selalu membantah melakukan tindakan salah dalam insiden pada 2010 itu, dan mengatakan bahwa tentara terpaksa berhadapan dengan pengunjuk rasa yang bersenjata, banyak di antaranya mengenakan baju hitam, setelah unjuk rasa selama berbulan-bulan yang melumpuhkan kota Bangkok.

Namun bagi Perdana Menteri yang juga mantan perwira tinggi militer itu, kemunculannya dalam sidang itu sepertinya akan menimbulkan pertanyaan aneh terkait peran militer dalam episode berdarah itu, yang juga menyebabkan sebagian kawasan komersial Bangkok dilalap api.

Meski beberapa di antara pengunjuk rasa “Baju Merah” membawa senjata, pihak oposisi, akademisi dan penyelidik hak asasi manusia mengatakan sejumlah pengunjuk rasa serta warga tak bersenjata tumbang oleh peluru tentara, termasuk petugas medis dan dua wartawan asing.

NACC pekan ini menyimpulkan bahwa beberapa warga tak bersalah menjadi korban kerusuhan itu.

Para penggerak kampanye menuding tentara melepaskan tembakan dari jalur kereta yang melintas di atas kota Bangkok. Tidak ada pejabat militer maupun tentara yang didakwa atau dihukum terkait insiden itu.

Militer Thailand telah melakukan 19 upaya kudeta, termasuk yang berhasil, sejak 1932.

Negara kerajaan itu dilanda krisis politik selama satu dasawarsa yang menghadapkan kelas menengah Bangkok dan elit kerajaan, didukung oleh sebagian militer, dengan kelas pekerja dan warga pedalaman yang setia pada Thaksin dan saudara perempuannya Yingluck, yang digulingkan oleh Prayut tahun lalu.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account