Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Menimbang Dampak Regional atas Kembalinya Klan Sudairi

Published 12/02/2015 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

King Salman bin Abdul-Aziz Al SaudLiputanIslam.com — Dengan raja baru yang duduk di atas takhta, dan wajah-wajah baru yang diperkenalkan dalam kabinet Arab Saudi, muncul kegelisahan terkait perkembangan arus politik. Bagaimana menerjemahkan perubahan di dalam struktural pemerintahan Arab Saudi dan dampaknya terhadap kawasan regional?

Menimbang pentingnya peran dan geo-strategis Kerajaan Arab Saudi, bisa dimengerti bahwasanya sekutu regional dan internasional berharap, transisi ini terjadi secara halus dan berujung pada kontinuitas kebijakan. Kendati ada jaminan bahwa Raja Salman berkehendak untuk tetap melanjutkan kebijakan pendahulunya, namun perombakan kabinet baru-baru ini telah ditafsirkan sebagai corak kebijakan yang akan diambil oleh Arab Saudi dalam konteks regional.

Salman bin Abdulaziz naik takhta di tengah gejolak Timur Tengah, saat berbagai wilayah mengalami perubahan dalam waktu yang bersamaan, perspektif kuno mulai ditentang, dan rezim lama dijatuhkan. Tentunya, di atas semua gejolak ini, tangan Arab Saudi turut memainkan peran.

Sebagian sekutu Arab Saudi, termasuk Amerika Serikat (AS), telah berbusa-busa untuk menyampaikan bahwa Raja Arab Saudi yang baru adalah sosok pembaharu. AS berusaha meyakinkan dunia bahwa Raja Salman akan bersikap moderat, dan perlahan, akan membawa kerajaan lebih terbuka terhadap dunia. Seolah-olah, publik tidak perlu melihat bagaimana langkah yang diambil oleh Salman, untuk memahami apakah Raja Saudi itu moderat atau tidak.

Apakah Salman Seorang yang Moderat?

Selaku Raja, Salman telah menunjuk seorang ulama Wahabi garis keras, Saleh bin Abdulaziz al-Shaikh sebagai Menteri Urusan Agama. Ia juga mengangkat ulama kontrovesial Saad al-Shethri sebagai penasehat pribadinya. Hal diatas menunjukkan bahwa Salman ingin memperkuat hubungan antara House of Saud dengan ulama-ulama Wahabi. Salman bahkan telah bekerja dengan ulama fanatik seperti Aidh Abdullah al-Qarni dan Saleh al-Maghamsi, pendukung setia dan pembimbing spiritual Taliban untuk mendidik anak-anaknya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Salman bertanggung jawab untuk menyiapkan organisasi dan wadah untuk terus menyalurkan jutaan petrodolar guna mendukung pasukan takfiri yang menjadi perpanjangan tangan rezim untuk mempertahankan dan meluaskan pengaruhnya.

Melalui Salman, ribuan pemuda radikal telah didoktrin dengan ideologi Wahabi Takfiri di berbagai belahan dunia, sehingga muncullah sebuah kekuatan boneka yang mengerjakan proyek House of Saud. Negara-negara seperti Yaman, Pakistan, Libya, Afghanistan dan Suriah harus terus bergulat dengan milisi Takfiri, dan situasi ini memastikan bahwa ideologi Wahhabi Arab Saudi terus mendominasi, menyaingi, dan memperbesar pengaruhnya terhadap negara lain di kawasan regional. Di sisi lain, situasi ini akan mengokohkan kekuasaan rezim Saudi.

Hal ini menarik untuk dicatat, bahwa hubungan baik Salman dengan ulama Wahabi radikal dan ketergantungannya kepada kekuatan proxy akan menentukan lebih lanjut terkait peran Saudi di suriah. Salman, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan, telah membawa Arab Saudi bergabung dengan koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS, dan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai tempat pelatihan militan untuk memerangi Assad. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa penunjukan puteranya, Mohammad, sebagai menteri pertahanan yang baru, merupakan sebuah indikasi  atas peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari.

Melihat Arab Saudi lebih jauh, jelas bahwa hubungan raja baru dengan ulama garis keras Wahabi berarti bahwa kerajaan itu akan terus bergantung pada fatwa menyimpang mereka untuk mengekang kebebasan warga negaranya sendiri. Penunjukan keponakannya, Mohammad bin Nayef, sebagai wakil putra mahkota lebih lanjut mengkonsolidasikan pandangan bahwa segala bentuk perbedaan pendapat di kalangan internal akan dihadapi dengan tangan besi. Tampaknya, Salman lebih tertarik melakukan penaklukan ketimbang reformasi.

Pangeran Mohammad bin Nayef dan mendiang ayahnya, Pangeran Nayef bin Abdulaziz, dinilai sebagai pihak bertanggung jawab atas kebrutalan yang ditujukan kepada rakyat yang pro-demokrasi, di provinsi Timur yang kaya minyak. Wilayah ini dihuni oleh mayoritas Muslim Syiah. Mereka terinspirasi dari Bahrain yang telah tengah berjuang untuk melawan penguasa diktator. Akibat melakukan protes, rakyat Saudi yang terpinggirkan ini mengalami penindasan yang berkelanjutan.

Arab Saudi mengirim pasukannya ke Bahrain untuk membantu meredam pemberontakan rakyat yang dimulai pada awal tahun 2011. Langkah ini, akhirnya menjadi semacam ikatan antara rakyat Saudi di Provinsi Timur dengan rakyat Bahrain, karena keduanya memiliki persamaan. Mereka ditekan dan suara mereka dibungkam oleh penguasa lalim yang sama. Maka, penunjukan Mohammad bin Nayef sebagai wakil putera mahkota adalah pesan untuk mereka, bahwa rezim sekarang akan tetap dipertahankan dengan segala cara – dan untuk itu, keberadaan oposisi tidak akan ditoleransi. Tampaknya, pasukan Saudi di Bahrain tidak akan angkat kaki dalam waktu dekat.

Kembalinya Klan Sudairi

Pada umumnya, para pengamat telah menilai bahwa Salman, berusaha untuk mengkonsolidasikan klan Sudairi ke dalam struktur kekuasaan. Mendiang Raja Abdulaziz memiliki tujuh orang anak dari istrinya Hassa binti Ahmad al-Sudairi. Mereka, membentuk aliansi yang kuat untuk mendominasi panggung politik kerajaan, meskipun, selama kepemimpinan Raja Abdullah, pengaruh dan kekuasaan klan Sudairi jauh melemah. Namun kini, penempatan Pangeran Mohammad bin Nayef sebagai wakil putera mahkota, dan memberikan posisi kunci di pemerintahan kepada anak-anaknya, menunjukkan bahwa Raja Salman memfasilitasi klan Sudairi untuk kembali berkuasa.

Jika menimbang bahwa faktor keturunan telah memainkan peranan penting dalam politik internal House of Saud, dapat disimpulkan bahwa kepentingan dan tujuan yang beragam akan terus bersaing untuk memperebutkan pengaruh dan dominasi. Dengan menempatkan klan Sudairi di posisi kunci seperti wakil putera mahkota, Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Perminyakan, dan Kepala Istana, maka Raja Salman telah mengamankan klan ini untuk terus berkuasa di tahun-tahun yang akan datang. Imbasnya, ketegangan untuk memperebutkan kekuasaan antara anak-cucu Raja Abdulaziz di internal House of Saud akan semakin meningkat.

Memang, melalui komitmen terbarunya, Raja Salman telah membuat banyak langkah yang dikhawatirkan akan membawa generasi muda ke dalam garis depan politik dan pemerintahan Saudi. Kondisi Salman bersaudara yang sulit untuk memiliki pewaris, maka sangat penting baginya untuk membawa generasi muda ke dalam pemerintahan. Proses pemilihannya sangat mudah, karena ia hanya perlu memilih dari garis keturunan dari calon-calon potensial yang tersedia.

Apakah ini semua berarti bahwa kontinuitas kepemimpinan al-Saud atas kerajaan telah berjalan sukses? Mampukah generasi baru dari House of Saud, terutama dari klan Sudairi, untuk tetap mengamankan kepentingan kerajaan dan regional? Dan bisakah kekuatan difokuskan kepada satu klan, dengan mengabaikan kekuatan oposisi dari klan lainnya? Semuanya akan terjawab seiring waktu, dan saat ini, kita hanya bisa menyaksikan. (ba)

—-

Tulisan ini diterjemahkan dari artikel Kaneez Fatima di Press TV yang berjudul King Salman New Monarch New Times

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account