Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

60 Persen Dana Penanganan Ebola Global “Bocor”

Published 05/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

ebola hoaxLondon, LiputanIslam.com — Dari hampir 2,9 miliar dolar AS yang dijanjikan oleh para donatur di seluruh dunia pada akhir 2014 untuk mengatasi epidemi Ebola di Afrika Barat, ternyata hanya 40 persen yang mencapai negara-negara yang terkena dampak. Sebanyak 60 persen lainnya seakan menguap di tengah jalan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan yang melacak sumbangan internasional menunjukkan tidak lebih dari 1,09 miliar dolar yang mencapai negara-negara yang terkena dampak terburuk pada akhir tahun lalu. Demikian seperti dilansir kantor berita nasional Antara, Kamis (5/2).

“Penundaan ini … mungkin telah berkontribusi terhadap penyebaran virus dan bisa meningkatkan kebutuhan keuangan,” kata Karen Grepin, seorang ahli kebijakan kesehatan global di Universitas New York yang memimpin penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan BMJ Inggris.

Epidemi Ebola Afrika Barat, yang terburuk dalam sejarah, telah menewaskan lebih dari 8.800 orang sejak mulai lebih dari setahun yang lalu, menghancurkan sistem kesehatan yang sudah lemah di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Penyebarannya sekarang tampaknya melambat, terutama di Liberia yang kini hanya memiliki lima kasus.

Grepin menganalisa tingkat dan kecepatan janji yang dibuat untuk melawan Ebola dan bagaimana mereka selaras dengan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mengontrol epidemi.

Dia tidak hanya menemukan bahwa lebih dari setengah dari dana yang dijanjikan oleh donor internasional belum mencapai negara-negara sasaran, tetapi juga bahwa badan-badan dunia telah gagal untuk memperkirakan jumlah uang yang dibutuhkan.

Saat Guinea pertama memberitahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait perkembangan pesat wabah Ebola pada 23 Maret 2014, perhatian internasional serius baru muncul pada Agustus, ketika ada permintaan dana sekitar 71 juta dolar.

Pada pertengahan September 2014, sekitar enam bulan setelah epidemi mulai, PBB memperkirakan 1 miliar dolar akan diperlukan. Dana itu kemudian ditingkatkan pada bulan November menjadi sekitar 1,5 miliar dolar.

“Jelas, pemimpin internasional telah mengalami kesulitan untuk memperkirakan kebutuhan keuangan guna mengatasi wabah ini menyebar dengan cepat,” kata Grepin dalam sebuah komentar tentang temuannya. “Masalahnya bukan pada kemurahan hati donor tetapi sumber daya iitu tidak disalurkan cukup cepat.”

Kepala urusan Ebola PBB David Nabarro mengatakan bulan lalu dana tambahan 4 miliar dolar atau setara dengan semua bantuan yang dilakukan sejauh ini, dibutuhkan oleh badan-badan bantuan dan pemerintah di negara-negara yang terkena dampak terburuk untuk mengakhiri epidemi. Badan-badan Perserikatan Bangsa Bangsa membutuhkan 1 miliar dolar dari dana itu untuk mendanai operasi mereka.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account