Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Israel, Antara Keakuan dan Rasionalitas (2)

Published 05/02/2015 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

Iran IsraelLiputanIslam.com — Israel, yang  akhirnya meminta kepada Iran untuk sama-sama menahan diri, menunjukkan dimana posisi Israel hari ini. Dengan pertimbangan kerugian yang akan diderita Israel jika melanjutkan konfrontasi dengan Hizbullah, maka keputusan ini adalah sebuah langkah yang rasional. Namun harus diingat kembali bahwa di balik sikap rasional Israel hari ini, negara Zionis itu juga memiliki catatan keakuan yang sangat panjang.

Pertama, terhadap rakyat Palestina.

Agresi militer Israel ke Jalur Gaza dalam Operation Protective Edge telah menewaskan lebih dari 2.000 korban jiwa, melukai belasan ribu penduduk dan menghancurkan ribuan rumah. Gaza hancur lebur. Dan usai gencatan senjata disepakati antara kedua belah pihak yang berseteru, Israel kembali berulah dengan melakukan penyerangan terhadap Gaza. Israel menembaki anak-anak, menyerang nelayan Palestina yang tengah mencari ikan, juga, menahan ribuan warga Palestina tanpa peradilan yang jelas.

Kedua, pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.

Israel, secara rutin telah menyerang Suriah di berbagai titik, kendati tidak pernah mengakuinya secara terang-terangan. Menurut Bashar al-Assad, setiap kali tentara Suriah mencapai kemajuan signifikan di lapangan dalam menghadapi teroris, maka Israel akan segera menyerang Suriah dengan pesawat tempur. Itulah mengapa, di Suriah menyebar lelucon,”Kata siapa Al-Qaeda tidak memiliki pasukan angkatan udara? Mereka memiliki Angkatan Udara Israel.”

Penyerangan terhadap Suriah, berarti pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati antara kedua negara. Assad menjelaskan lebih lanjut bahwa pihaknya tidak pernah melakukan serangan terhadap Israel sejak  tahun 1974. Hal sebaliknya dilakukan Israel, sehingga tindakan ini bisa diartikan sebagai deklarasi perang.

Kejahatan Israel lainnya adalah, dengan membantu mendanai, mempersenjatai, dan bahkan merawat para pemberontak/ teroris yang beroperasi di Suriah.

Ketiga, pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.

Berulang-ulang kali, tentara Israel menembakkan roket ke wilayah, menyusul sikap Hizbullah yang memutuskan untuk terjun langsung ke perang Suriah. Hizbullah yang mendukung Assad, bahu-membahu bersama tentara Suriah dan paramiliter dalam menghadapi kelompok teroris. Akibatnya, pihak yang merasa dirugikan atas langkah Hizbullah ini, baik itu Israel ataupun kelompok jihadis, menyerang Lebanon dengan menargetkan rakyat sipil. Namun Sekjen Hizbullah Sayyid Nasrallah menyebutkan, bahwa serangan itu tidak akan menyurutkan pasukan Hizbullah untuk tetap membela Suriah.

“Salah satu jawaban kami atas aksi seperti ledakan di Beirut adalah, jika kami punya seribu pasukan di Suriah, maka jumlah mereka kami jadikan dua ribu, dan jika kami punya lima ribu, maka mereka akan menjadi 10 ribu, karena kalian salah memilih lokasi untuk aksi peledakan. Jika perang melawan para teroris diwajibkan, saya sendiri dan seluruh pasukan Hizbullah akan berangkat ke Suriah untuk membela rakyat Suriah, Lebanon, Palestina, Baitul Maqdis dan poros perlawanan.”

Keempat, kejahatan terhadap Iran.

Serangkaian pembunuhan telah terjadi yang menargetkan para ilmuwan nuklir Iran, seperti Masoud Ali Mohammad, pada tahun 2010, yang meninggal ketika sebuah bom dikendalikan dari jarak jauh meledakkan sebuah sepeda motor yang diparkir tepat disamping mobilnya. Masih di tahun yang sama, seorang profesor fisika nuklir, Majid Shahriari, yang memiliki spesialisasi dalam transportasi neutron, terbunuh ketika mobilnya ikut meledak. Istrinya mengalami luka serius dalam serangan tersebut. Badan Intelejen Israel, Mossad, diduga berada dibalik serangan ini.

Selain itu, Israel juga memata-matai Iran dengan menggunakan pesawat tak berawak. Hal ini terungkap ketika pada Agustus 2014 lalu, Iran menyatakan bahwa pihaknya telah menembak drone Israel yang mendekati lokasi reaktor nuklir. Pesawat tak berawak negeri zionis itu diduga hendak memata-matai pengembangan uranium Iran.

Dengan melihat berbagai kasus diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa Israel memang gemar memancing huru-hara di kawasan. Namun di hadapan dunia internasional, Israel selalu memposisikan dirinya sebagai pihak yang teraniaya.

“Negara kami yang bertetangga dengan negara-negara Arab yang suka  ‘main keroyokan’. Kami harus menghadapi kelompok teroris seperti Hamas dan Hizbullah yang menghujani Israel dengan roket. Suriah dan Iran telah membantu menyuplai senjata untuk para teroris itu,” demikian narasi-narasi yang dibangun oleh media Israel untuk mendeskripsikan kondisi negaranya yang ‘menyedihkan’.

Sebaliknya, Nasrallah, justru menyebut Israel ibarat kanker mematikan yang menggerogoti tubuh. Pernyataan ini tentu saja mengingatkan kita terhadap pengakuan Henry Bannerman, Perdana Menteri Inggris pada tahun 1906, sebagaimana yang dipaparkan oleh M Arief Pranoto, peneliti Global Review;

“Ada sebuah bangsa (Bangsa Arab/ umat Islam) yang mengendalikan kawasan kaya akan sumber daya alam. Mereka mendominasi pada persilangan jalur perdagangan dunia. Tanah mereka adalah tempat lahirnya peradaban dan agama-agama. Bangsa ini memiliki keyakinan, suatu bahasa, sejarah dan aspirasi sama. Tidak ada batas alam yang memisahkan mereka satu sama lainnya. Jika suatu saat bangsa ini menyatukan diri dalam suatu negara; maka nasib dunia akan di tangan mereka dan mereka bisa memisahkan Eropa dari bagian dunia lainnya (Asia dan Afrika). Dengan mempertimbangkan hal ini secara seksama, sebuah “organ asing” harus ditanamkan ke jantung bangsa tersebut, guna mencegah terkembangnya sayap mereka. Sehingga dapat menjerumuskan mereka dalam pertikaian tak kunjung henti. Organ itu juga dapat difungsikan oleh Barat untuk mendapatkan objek-objek yang diinginkan” (JW Lotz, 2010).

***

Kanker yang dibiarkan bercokol di dalam tubuh, lambat laun akan memasuki stadium yang lebih tinggi dengan resiko bahaya yang juga jauh lebih besar. Ketika hari ini Israel menawarkan untuk tidak memperpanjang konflik — lalu menimbang rekam jejak rezim Zionis yang tidak pernah benar-benar menepati janji, dan konsisten dalam melakukan berbagai makar di kawasan, maka, haruskah tawaran ini diterima? Mudah-mudahan tidak. Dengan posisi yang saat ini berada di atas angin, aliansi anti-Zionis (Iran-Suriah-Hamas-Hizbullah), punya kesempatan untuk meningkatkan daya tawar guna menekan Israel. (ba)

—

Bagian pertama, bisa dibaca di sini

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account